Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Literasi Media Pendakwah Dalam Menyampaikan Konten Pembangunan Lingkungan Terhadap Masyarakat Di Kota Padangsidimpuan Tua Dalimunthe; Hasan Sazali; Ali Sati; Agus Salim Lubis; Desi Fitriani
Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa Vol 6, No 2 (2024): Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/taghyir.v6i2.10861

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pemahaman, keterampilan dan strategi yang diterapkan oleh pendakwah dalam menyampaikan pesan pembangunan lingkungan melalui berbagai media. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan analisis konten media yang digunakan oleh pendakwah. Responden utama penelitian ini terdiri dari beberapa pendakwah yang aktif di Kota Padangsidimpuan beserta masyarakat yang menjadi target audiens mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi media pendakwah memiliki dampak positif dalam menyampaikan konten pembangunan lingkungan kepada masyarakat. Pendakwah menggunakan berbagai media, termasuk media sosial, radio, dan ceramah langsung untuk mencapai audiens mereka. Strategi komunikasi yang diterapkan melibatkan penggunaan bahasa yang mudah dipahami, pemanfaatan gambar dan audiovisual, serta interaksi langsung dengan masyarakat.
Hambatan Komunikasi Remaja yang Ingin Menikah dalam Keluarga dan Implikasinya terhadap Budaya (Marlojong) di Kecamatan Barumun Tengah Kabupaten Padang Lawas Siti Arbiah Nasution; Ali Sati; Anas Habibi Ritonga
Jurnal Pengabdian Cendekia Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Cendekia
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/jpc.v2i1.143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan komunikasi remaja yang ingin menikah dalam keluarga serta implikasinya terhadap budaya marlojong di Kecamatan Barumun Tengah, Kabupaten Padang Lawas. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk menggali pengalaman subjektif remaja, orang tua, dan tokoh adat dalam proses komunikasi perkawinan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan komunikasi muncul akibat pola komunikasi keluarga yang hierarkis dan relasi kuasa yang tidak seimbang, sehingga membatasi ruang dialog remaja. Kondisi ini mendorong marlojong sebagai strategi adaptif atas kebuntuan komunikasi. Penelitian juga menemukan adanya pergeseran makna budaya marlojong dari mekanisme kompromi adat menjadi simbol resistensi generasi muda terhadap otoritas keluarga. Implikasi sosial dan kultural dari fenomena ini terlihat pada melemahnya keharmonisan relasi keluarga dan legitimasi adat. Penelitian ini menegaskan pentingnya komunikasi keluarga yang dialogis untuk menjaga keberlanjutan budaya lokal.
Radikalisme Keagamaan di Indonesia: Faktor Penyebab dan Strategi Pencegahannya Ali Sati
AL-IBROH: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan Vol 1 No 02 (2024): AL-IBROH: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Padang Lawas (STIT PL) Gunung Tua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3724/al-ibroh.v1i02.65

Abstract

This article examines the emergence of radicalism in Indonesia and the various measures taken to prevent and address it. Radicalism has become an issue that requires serious attention because its impact extends beyond religious understanding and can affect social life more broadly. Such views have the potential to cause divisions within families, undermine social cohesion, shape individual perspectives, and even threaten the integrity of the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI). One case that has attracted particular attention is Al-Qiyadah Al-Islamiyah. The development of this group occurred through several stages, beginning with the dissemination of its teachings privately and later expanding into open propagation. Over time, hostility toward groups outside their community also emerged, along with the idea of establishing their own government. In response to this issue, Muslim scholars, particularly the Indonesian Ulema Council (Majelis Ulama Indonesia/MUI), have sought to address it through religious studies, the issuance of religious edicts (fatwas), and various preventive measures. These efforts have required considerable time, energy, intellectual resources, and other forms of support. The government has also paid attention to the issue by supporting the religious measures undertaken by the MUI through the fatwas it has issued.
Kontroversi Nasikh dan Mansukh dalam Surah Al-Baqarah: Kajian Pemikiran Ibnu Salamah Ali Sati
Lentera Ilmu: Jurnal Kependidikan, Riset dan Teoritis Vol. 1 No. 02 (2024): Juli - Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Padang Lawas Gunung Tua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2324/lenterailmu.v1i02.66

Abstract

This paper examines the controversy surrounding the abrogation of verses in Surah al-Baqarah from the perspective of Ibn Salamah. The study focuses on the various disputes and differences of opinion among scholars concerning the abrogation of verses in Surah al-Baqarah. To explore this controversy, the author analyzes Ibn Salamah’s views through a literature-based study of relevant sources related to the topic. The findings indicate that there are significant differences of opinion among scholars regarding which verses in Surah al-Baqarah are considered abrogated (mansûkh) and which verses are regarded as abrogating (nâsikh). These differences demonstrate the complexity of the concept of naskh in Qur’anic studies and reflect the diversity of scholarly approaches to interpreting the relationship between Qur’anic verses.
Radikalisme Keagamaan di Indonesia: Faktor Penyebab dan Strategi Pencegahannya Ali Sati
AL-IBROH: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan Vol 1 No 02 (2024): AL-IBROH: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Padang Lawas (STIT PL) Gunung Tua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3724/al-ibroh.v1i02.65

Abstract

This article examines the emergence of radicalism in Indonesia and the various measures taken to prevent and address it. Radicalism has become an issue that requires serious attention because its impact extends beyond religious understanding and can affect social life more broadly. Such views have the potential to cause divisions within families, undermine social cohesion, shape individual perspectives, and even threaten the integrity of the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI). One case that has attracted particular attention is Al-Qiyadah Al-Islamiyah. The development of this group occurred through several stages, beginning with the dissemination of its teachings privately and later expanding into open propagation. Over time, hostility toward groups outside their community also emerged, along with the idea of establishing their own government. In response to this issue, Muslim scholars, particularly the Indonesian Ulema Council (Majelis Ulama Indonesia/MUI), have sought to address it through religious studies, the issuance of religious edicts (fatwas), and various preventive measures. These efforts have required considerable time, energy, intellectual resources, and other forms of support. The government has also paid attention to the issue by supporting the religious measures undertaken by the MUI through the fatwas it has issued.