Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONTRIBUSI PEREMPUAN DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI NUSANTARA: KAJIAN HISTORIS TERHADAP GERAKAN, TOKOH, DAN LEMBAGA PENDIDIKAN Jutika Fatma; Adam Hadi; Dwi Ratnasari
Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 2 No 1 (2026): Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : PROGRAM STUDI PAI STIT TANGGAMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perempuan memiliki kontribusi yang signifikan dalam perkembangan pendidikan Islam di Nusantara, namun peran tersebut sering kali kurang mendapatkan perhatian dalam historiografi pendidikan Islam yang cenderung berpusat pada tokoh laki-laki. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi perempuan dalam pengembangan pendidikan Islam di Nusantara melalui kajian historis terhadap gerakan perempuan, tokoh-tokoh pendidikan Islam perempuan, serta lembaga pendidikan yang mereka dirikan dan kembangkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber primer dan sekunder berupa buku, artikel jurnal ilmiah, prosiding, dokumen sejarah, serta literatur yang relevan dengan tema penelitian. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis melalui proses pengumpulan, pengelompokan, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi perempuan dalam pendidikan Islam di Nusantara berkembang melalui tiga aspek utama. Pertama, perempuan berperan dalam membangun gerakan pendidikan Islam yang mendorong peningkatan akses pendidikan bagi perempuan dan memperkuat partisipasi mereka dalam kehidupan sosial-keagamaan. Kedua, tokoh-tokoh perempuan seperti Siti Walidah, Rahmah El Yunusiyah, Nyai Khoiriyah Hasyim, dan Rasuna Said menjadi agen transformasi pendidikan melalui gagasan, aktivitas dakwah, serta pengembangan model pendidikan yang berorientasi pada pemberdayaan perempuan. Ketiga, perempuan berkontribusi dalam institusionalisasi pendidikan Islam melalui pendirian dan pengelolaan berbagai lembaga pendidikan, seperti Diniyah Puteri Padang Panjang, TK Aisyiyah Bustanul Athfal, sekolah-sekolah Aisyiyah, lembaga pendidikan Muslimat NU, pesantren putri, dan majelis taklim perempuan. Temuan ini menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya menjadi objek pendidikan, tetapi juga aktor utama dalam pembentukan, pengembangan, dan transformasi pendidikan Islam di Nusantara. Oleh karena itu, kajian sejarah pendidikan Islam perlu memberikan ruang yang lebih proporsional terhadap kontribusi perempuan guna menghasilkan pemahaman yang lebih inklusif dan komprehensif.
Implementasi Nilai Mubadalah dalam Pembelajaran Hadits: Studi di MAN 1 Kulon Progo Ridwan Faqih Sihono; Marhumah Marhumah; Adam Hadi
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 5, No. 2 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v5i2.5918

Abstract

Implementasi nilai Mubadalah dalam pembelajaran Hadits adalah menghadirkan kesalingan, keadilan, dan penghormatan gender dalam pemilihan materi, metode, dan interaksi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana guru menerapkan perspektif Mubadalah dalam pembelajaran Hadits di MAN 1 Kulon Progo, dengan fokus pada nilai kesalingan, keadilan, serta penghormatan antara laki-laki dan perempuan. Secara khusus, penelitian ini menganalisis implementasi nilai Mubadalah dalam perencanaan pembelajaran, strategi pengajaran, dan respons siswa serta lingkungan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam kepada Guru Hadits MAN 1 Kulon Progo. . Data dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berhasil menerapkan prinsip Mubadalah melalui pemilihan hadits yang relevan, penggunaan bahasa yang inklusif, serta penekanan pada penghormatan antar-gender dalam proses pembelajaran. Siswa merespons secara positif dengan menunjukkan peningkatan sikap saling menghargai, keterbukaan, dan pemahaman keagamaan yang lebih humanis. Lingkungan sekolah dan pihak madrasah juga memberikan dukungan melalui kebijakan yang mendorong moderasi beragama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan Mubadalah efektif dalam menciptakan suasana belajar yang inklusif dan kontekstual, serta berpotensi menjadi model bagi madrasah lain.