Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendidikan Anak dalam Al-Qur'an: Kajian Nilai dan Metode Islam Jutika Fatma
JURNAL PENELITIAN DAN EVALUASI PENDIDIKAN Vol. 12 No. 3 (2025): NOVEMBER (JURNAL PENELITIAN DAN EVALUASI PENDIDIKAN)
Publisher : Education Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64540/7j4t3f46

Abstract

This study aims to explain the position of children from the perspective of the Qur'an and explore educational values ​​and methods that can be applied in developing children's character. The study uses a qualitative-descriptive approach with a literature study type through thematic analysis of Qur'anic verses, classical and contemporary interpretations, as well as Islamic education and developmental psychology literature. The results show that the Qur'an positions children as a trust that must be guarded, a natural disposition that needs to be guided, a trial (slander) for parents, and a comforter. This position provides a theological basis for comprehensive education. The educational values ​​that emerge include faith, worship, morals, and social values ​​as depicted in Luqman's advice to his son. The Qur'anic educational methods found include role models, habituation, advice, and dialogue, all of which are in accordance with the needs of child development. The integration of Jalaluddin Rakhmat's thoughts demonstrates the importance of a humanistic and empathetic approach in Islamic education to avoid being trapped in rigid and normative parenting patterns. This research emphasizes the need for a Qur'anic education model that balances the strength of religious values ​​and an understanding of child psychology so that education can shape character more effectively and relevantly in the modern era
KONTRIBUSI PEREMPUAN DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI NUSANTARA: KAJIAN HISTORIS TERHADAP GERAKAN, TOKOH, DAN LEMBAGA PENDIDIKAN Jutika Fatma; Adam Hadi; Dwi Ratnasari
Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 2 No 1 (2026): Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : PROGRAM STUDI PAI STIT TANGGAMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perempuan memiliki kontribusi yang signifikan dalam perkembangan pendidikan Islam di Nusantara, namun peran tersebut sering kali kurang mendapatkan perhatian dalam historiografi pendidikan Islam yang cenderung berpusat pada tokoh laki-laki. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi perempuan dalam pengembangan pendidikan Islam di Nusantara melalui kajian historis terhadap gerakan perempuan, tokoh-tokoh pendidikan Islam perempuan, serta lembaga pendidikan yang mereka dirikan dan kembangkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber primer dan sekunder berupa buku, artikel jurnal ilmiah, prosiding, dokumen sejarah, serta literatur yang relevan dengan tema penelitian. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis melalui proses pengumpulan, pengelompokan, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi perempuan dalam pendidikan Islam di Nusantara berkembang melalui tiga aspek utama. Pertama, perempuan berperan dalam membangun gerakan pendidikan Islam yang mendorong peningkatan akses pendidikan bagi perempuan dan memperkuat partisipasi mereka dalam kehidupan sosial-keagamaan. Kedua, tokoh-tokoh perempuan seperti Siti Walidah, Rahmah El Yunusiyah, Nyai Khoiriyah Hasyim, dan Rasuna Said menjadi agen transformasi pendidikan melalui gagasan, aktivitas dakwah, serta pengembangan model pendidikan yang berorientasi pada pemberdayaan perempuan. Ketiga, perempuan berkontribusi dalam institusionalisasi pendidikan Islam melalui pendirian dan pengelolaan berbagai lembaga pendidikan, seperti Diniyah Puteri Padang Panjang, TK Aisyiyah Bustanul Athfal, sekolah-sekolah Aisyiyah, lembaga pendidikan Muslimat NU, pesantren putri, dan majelis taklim perempuan. Temuan ini menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya menjadi objek pendidikan, tetapi juga aktor utama dalam pembentukan, pengembangan, dan transformasi pendidikan Islam di Nusantara. Oleh karena itu, kajian sejarah pendidikan Islam perlu memberikan ruang yang lebih proporsional terhadap kontribusi perempuan guna menghasilkan pemahaman yang lebih inklusif dan komprehensif.
Dinamika Transisional Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di MAN 4 Bantul: Suatu Kajian Kebijakan dan Kepemimpinan Pendidikan Islam Jutika Fatma; David Ricardo; Maesaroh; Sabarudin
Aslama: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2026): Aslama: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/ajpi.v3i1.12008

Abstract

Perubahan kurikulum merupakan bagian dari dinamika kebijakan pendidikan, termasuk dalam konteks pendidikan Islam di madrasah. Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) hadir sebagai pendekatan yang menekankan pendidikan humanis, berlandaskan kasih sayang, dan penguatan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses transisi penerapan KBC di MAN 4 Bantul, dengan fokus pada keputusan madrasah, pola kepemimpinan, serta mekanisme pengawalan kebijakan selama masa transisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, observasi terbatas, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MAN 4 Bantul berada pada fase transisi menuju penerapan KBC secara formal yang direncanakan mulai semester berikutnya. Meskipun KBC belum diterapkan dalam bentuk perangkat sinkronisasi baku, nilai-nilai yang menjadi inti KBC telah lama hidup dalam budaya pendidikan madrasah. Keputusan madrasah untuk menerapkan KBC secara bertahap mencerminkan kebijakan pengelolaan yang kontekstual dan strategis. Pola kepemimpinan yang diterapkan bersifat transformatif dan demokratis, dengan penekanan komunikasi, musyawarah, dan penguatan budaya pendidikan berbasis kasih sayang. Implementasi pengawalan KBC dilakukan melalui pendekatan kultural dan pedagogis, meskipun belum didukung oleh petunjuk teknis tertulis yang formal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan penerapan KBC sangat ditentukan oleh dinamika kebijakan dan kepemimpinan pendidikan Islam di tingkat madrasah, serta kesiapan budaya lembaga dalam menginternalisasi nilai-nilai cinta secara berkelanjutan.