Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALYSIS OF READING LITERACY CULTURE OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS IN WORI DISTRICT Elfin Lahiang; Mayske R Liando; Richard D Pangkey
International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research and Technology (IJSET) Vol. 5 No. 7 (2026): JUNE
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the reading literacy culture of students at GMIM Kulu Elementary School, Wori District, North Minahasa Regency. This research is motivated by the low reading habits of students and the suboptimal implementation of literacy programs in schools. Therefore, this study focuses on three main issues: students' reading literacy culture, factors influencing it, and the role of teachers and the school environment in building a reading literacy culture. This research employed a qualitative research method with a phenomenological or case study approach. The research subjects consisted of the principal, teachers, and students of GMIM Kulu Elementary School. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. Data analysis employed the Miles and Huberman interactive analysis model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was verified through source triangulation, technical triangulation, and member checking. The results of the study indicate that students' reading literacy culture at GMIM Kulu Elementary School still needs improvement. Students' reading habits are still low, and reading activities have not yet become a routine habit. Factors influencing reading literacy culture include internal factors such as students' interest and motivation to read, as well as external factors such as family environment, school environment, and the availability of literacy facilities. Furthermore, teachers play a significant role in literacy activities, particularly in guiding and motivating students to read. However, limited literacy facilities at school remain a barrier to developing students' reading literacy culture. Based on the results of this study, more targeted efforts are needed from schools, teachers, and parents to improve students' reading literacy culture by providing adequate literacy facilities and implementing more structured literacy programs.
PEMANFAATAN BOARD GAME DIGITAL DALAM PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA INDONESIA SISWA KELAS RENDAH Mersty E. Rindengan; Ridwain Stepi Buniahe; Susan Wanda Ticoalu; Trinny Meifira Kalalo; Aurike Aneke Novita Korua; Elfin Lahiang
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4422

Abstract

Pembelajaran kosakata merupakan fondasi penting dalam pemerolehan bahasa pada siswa sekolah dasar, khususnya pada kelas rendah yang berada pada tahap perkembangan literasi awal. Namun, hasil observasi di SD Inpres Tataaran 1 menunjukkan bahwa siswa kelas III masih mengalami kesulitan mengenali, memahami, dan menggunakan kosakata dalam kalimat sederhana akibat dominasi metode konvensional yang kurang interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa Indonesia melalui pemanfaatan board game digital Wordwall. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, observasi aktivitas siswa, angket/wawancara, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan penguasaan kosakata siswa dari pra-siklus, siklus I, hingga siklus II, disertai peningkatan aktivitas, motivasi, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Pada siklus II, lebih dari 75% siswa mencapai KKM, sehingga indikator keberhasilan terpenuhi. Respon siswa terhadap Wordwall sangat positif; mereka merasa pembelajaran lebih menyenangkan, interaktif, dan mudah dipahami. Dengan demikian, Wordwall terbukti efektif sebagai media pembelajaran kosakata Bahasa Indonesia bagi siswa sekolah dasar dan layak diintegrasikan secara lebih luas dalam pembelajaran.