Bencana alam berdampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat, terutama pada kelompok rentan seperti ibu hamil dan menyusui. Keterbatasan akses layanan kesehatan, nutrisi, serta tekanan psikologis selama bencana meningkatkan risiko gangguan kesehatan ibu dan bayi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Desa Geunteng, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, dengan sasaran ibu hamil dan menyusui terdampak banjir. Metode kegiatan meliputi tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan meliputi identifikasi kebutuhan kesehatan dan koordinasi dengan tenaga kesehatan setempat. Tahap pelaksanaan mencakup skrining kesehatan, pemberian dukungan psikosisial berupa sharing session, dukungan kelompok, konseling ringan, serta distribusi bantuan logistik. Tahap evaluasi dilakukan melalui observasi perubahan perilaku dan kondisi psikologis peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki kondisi fisik yang relatif normal berdasarkan usia, status gizi, dan tekanan darah. Namun ditemukan kasus anemia pada ibu hamil yang dipengaruhi oleh faktor paritas dan keterbatasan akses nutrisi dan layanan kesehatan selama bencana. Intervensi dukungan psikososial terbukti memberikan dampak positif terhadap kondisi emosional ibu, ditandai dengan meningkatnya ketenangan, keterbuakaan, dan kepercayaan diri. Kesimpulannya, program ini efektif dalam mengidentifikasi masalah kesehatan dan memberikan intervensi awal bagi ibu hamil dan menyusui di wilayah terdampak. Namun, diperlukan upaya berkelanjutan dan terintegrasi untuk memenuhi kebutuhan kesehatan ibu secara optima