I Wayan Dede Putra Wiguna
Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN DAN PELANGGARAN KESANTUNAN BERBAHASA WARGANET INSTAGRAM @brilionet PADA KASUS PERNIKAHAN BEDA AGAMA MAHALINI RIZKY FEBIAN Komang Danda Widya Anugrah; I Wayan Dede Putra Wiguna; Ni Made Paramita Widanti; Ni Nyoman Diaz Tripramesti; Ida Bagus Putrayasa
PRASI Vol. 21 No. 01 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i01.109464

Abstract

Pernikahan beda agama sering kali menjadi isu sensitif di media sosial yang memicu perdebatan dan berpotensi melahirkan pelanggaran kesantunan berbahasa di kalangan warganet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan dan pelanggaran kesantunan berbahasa warganet dalam menanggapi kasus pernikahan beda agama antara Mahalini Raharja dan Rizky Febian pada akun Instagram @brilionet. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa komentar warganet pada lima unggahan terkait pernikahan tersebut yang dipublikasikan pada periode 30 April hingga 11 Mei 2024. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi berdasarkan prinsip kesantunan berbahasa menurut teori Leech. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 60 data komentar yang dianalisis, sebanyak 40 komentar menerapkan prinsip kesantunan berbahasa dan 20 komentar melanggar prinsip kesantunan berbahasa. Penerapan kesantunan berbahasa didominasi oleh maksim pujian dan maksim simpati, sedangkan pelanggaran kesantunan berbahasa paling banyak ditemukan pada maksim simpati dan maksim kerendahan hati. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun isu pernikahan beda agama bersifat sensitif, warganet cenderung masih mempertahankan kesantunan berbahasa dalam berinteraksi di ruang publik digital. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam kajian pragmatik, khususnya terkait kesantunan berbahasa di media sosial pada konteks isu keagamaan.
DAYA PEMBEDA BUTIR SOAL DALAM ASESMEN BERBASIS PROYEK: STUDI ANALISIS NON-TES DAN TES TERPADU Ni Nyoman Diaz Tripramesti; Ni Made Paramita Widanti; I Wayan Dede Putra Wiguna; Komang Danda Widya Anugrah; Ida Bagus Putrayasa
PRASI Vol. 21 No. 01 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/prasi.v21i01.109479

Abstract

Asesmen berbasis proyek belum sepenuhnya didukung oleh instrumen penilaian yang mampu membedakan capaian belajar peserta didik secara optimal, khususnya dari segi daya pembeda pada instrumen tes dan non-tes. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya pembeda butir soal dalam asesmen berbasis proyek yang terintegrasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui tes tertulis dan rubrik penilaian proyek. Analisis data dilakukan dengan menghitung indeks daya pembeda berdasarkan perbedaan kelompok kemampuan tinggi dan rendah serta membandingkannya dengan hasil penilaian non-tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar butir soal memiliki daya pembeda pada kategori cukup hingga baik, sedangkan beberapa indikator non-tes memiliki daya pembeda rendah karena kriteria yang kurang operasional. Simpulan penelitian ini adalah bahwa instrumen tes memiliki kemampuan diskriminatif yang lebih baik dibandingkan instrumen non-tes. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan rubrik penilaian yang lebih rinci dan terukur untuk meningkatkan kualitas asesmen berbasis proyek.