Asesmen berbasis proyek belum sepenuhnya didukung oleh instrumen penilaian yang mampu membedakan capaian belajar peserta didik secara optimal, khususnya dari segi daya pembeda pada instrumen tes dan non-tes. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya pembeda butir soal dalam asesmen berbasis proyek yang terintegrasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui tes tertulis dan rubrik penilaian proyek. Analisis data dilakukan dengan menghitung indeks daya pembeda berdasarkan perbedaan kelompok kemampuan tinggi dan rendah serta membandingkannya dengan hasil penilaian non-tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar butir soal memiliki daya pembeda pada kategori cukup hingga baik, sedangkan beberapa indikator non-tes memiliki daya pembeda rendah karena kriteria yang kurang operasional. Simpulan penelitian ini adalah bahwa instrumen tes memiliki kemampuan diskriminatif yang lebih baik dibandingkan instrumen non-tes. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan rubrik penilaian yang lebih rinci dan terukur untuk meningkatkan kualitas asesmen berbasis proyek.
Copyrights © 2026