Shafa Alistiana Irbathy
Universitas Muhammadiyah Klaten, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Integrasi Nilai Aswaja An-Nahdliyah dalam Transformasi Peran Gender: Analisis Fungsional Hadis Mālik Ibn Al-Huwayrith untuk Ko-Parenting di Lingkungan Nahdlatul Ulama Shafa Alistiana Irbathy; Moh. Amiril Mukminin; Suadi Suadi
Ashlach : Journal of Islamic Education Vol. 3 No. 2 (2025): Ashlach: Journal of Islamic Education (Oktober)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/ashlach.v3i2.1088

Abstract

Keluarga Muslim di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) menghadapi tantangan transformasi peran gender yang memicu ketegangan antara tuntutan profesional dan kehidupan domestik. Penelitian ini bertujuan mengungkap dimensi etis Hadis Mālik ibn al-Huwayrith melalui pendekatan hermeneutika fungsional untuk mendukung praktik ko-parenting yang selaras dengan nilai Aswaja An-Nahdliyah. Metode yang digunakan adalah kualitatif berbasis studi pustaka dengan analisis interpretatif terhadap matan dan syarah hadis melalui lensa fungsionalisme sosial. Hasil penelitian merumuskan tiga prinsip utama: Tanggung Jawab Kolektif (Ta’awun), Fleksibilitas Peran (Tawassuth), dan Keseimbangan Fungsional (Tawazun). Temuan menegaskan bahwa pendidikan dan pengasuhan anak merupakan tanggung jawab kolektif tanpa sekat gender yang kaku demi menjaga stabilitas keluarga (hifz al-usrah). Simpulannya, integrasi nilai Aswaja dalam ko-parenting memberikan kerangka etis yang adaptif bagi keluarga NU untuk mencapai kemaslahatan di era modern sesuai tujuan syariat.
Penguatan Karakter Peserta Didik melalui Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Literasi Digital Anak SD Arifah Cahyo Andini Suparmun; Shafa Alistiana Irbathy; Rabi'ah Ayu Fitria; Faatikhah Arrum Nur Hidayah; Risalatul Mu'awanah; Riva Ferdiana Nasywa Az Zahra
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jcpaud.v7i2.2216

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam praktik pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Teknologi digital membuka peluang inovasi pembelajaran dan pengayaan sumber belajar, namun berpotensi melemahkan internalisasi nilai-nilai karakter apabila tidak diintegrasikan secara tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran media pembelajaran PAI berbasis literasi digital dalam penguatan karakter peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka melalui analisis deskriptif terhadap jurnal nasional dan internasional bereputasi, buku akademik, serta dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI berbasis literasi digital berkontribusi signifikan dalam memperkuat karakter religius, tanggung jawab, kejujuran, disiplin, serta sikap moderat dan toleran peserta didik. Pemanfaatan media digital seperti video pembelajaran Islami, platform e-learning, aplikasi interaktif, dan media sosial edukatif mendukung internalisasi nilai-nilai Islam secara kontekstual dan reflektif. Selain itu, literasi digital berperan dalam membentuk sikap kritis, etis, serta kemandirian belajar peserta didik di ruang digital. Penelitian ini menegaskan pentingnya kompetensi literasi digital guru PAI dan pengembangan media pembelajaran digital yang berorientasi nilai sebagai strategi pendidikan Islam di era digital.
PENGABDIAN TENTANG POLA ASUH ORANG TUA DALAM PEMBENTUKAN PERILAKU ANAK DI SD NEGERI 2 SABRANGLOR Shafa Alistiana Irbathy; Moh. Amiril Mukminin; Naomi Fahma
Jurnal Difusi Ipteks Legowo Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Difusi Ipteks Legowo
Publisher : Perkumpulan Legowo Cerdas Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62242/jdil.v2i2.32

Abstract

Pola asuh orang tua berpengaruh signifikan terhadap pembentukan perilaku anak, terutama pada usia sekolah dasar yang merupakan masa kritis dalam pembentukan karakter. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Sabranglor, Klaten, dengan tujuan meningkatkan pemahaman orang tua terhadap pengaruh gaya pengasuhan terhadap perilaku anak. Metode pelaksanaan meliputi seminar, diskusi partisipatif, dan simulasi studi kasus pengasuhan yang melibatkan lebih dari 80% orang tua siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap pola asuh otoritatif sebagai pendekatan yang ideal, yang menggabungkan kasih sayang dan kedisiplinan. Evaluasi pre dan post seminar memperlihatkan perubahan positif dalam sikap dan niat orang tua untuk menerapkan pola asuh yang lebih responsif dan komunikatif. Kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam menciptakan lingkungan pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang anak. Pengabdian membentuk komunitas orang tua yang lebih sadar pola asuh.
Reconstructing Pesantren Pedagogy: Integrating Social-Emotional Learning (SEL) and Sayyidah ‘Ā’ishah’s Intellectual Rigor to Enhance Student Agency Shafa Alistiana Irbathy; Naomi Fahma
Assyfa Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2025): Assyfa Journal of Islamic Studies (June)
Publisher : CV. Bimbingan Belajar Assyfa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61650/ajis.v3i1.688

Abstract

In today's era of digital disruption, critical literacy skills and emotional intelligence are essential competencies for students to navigate complex information. Dialogic and reflective teaching are seen as creative strategies to enhance these skills in Islamic educational environments. This research is motivated by the dominance of traditional teaching patterns in Islamic boarding schools (pesantren), which often emphasize absolute obedience (ta'dzim), thus risking inhibiting students' critical reasoning and psychomotor independence. While previous research has primarily evaluated the purely cognitive aspects of hadith transmission, this study evaluates the impact of integrating prophetic values ​​on the development of students' affective and social behavior. The main objective of this research is to construct a new pedagogical model that synergizes the Social-Emotional Learning (SEL) framework with the intellectual legacy of Sayyidah 'Ā'ishah r.a. Using a qualitative library research design with content analysis techniques, this study maps 'Ā'ishah's pedagogical behavior into the five core CASEL competencies through documentation tools of classical texts and contemporary literature. The results of the study indicate that this integration has a positive impact on improving students' self-efficacy and relational skills through scaffolding mechanisms based on tabayyun (clarification) and baḥth al-‘ilm (scientific inquiry). The findings confirm that an empathetic approach does not diminish intellectual rigor, but rather strengthens the courage to express opinions without eroding moral values. In conclusion, the "‘Ā’ishah-SEL" model offers a pragmatic solution for reconstructing Islamic boarding school syllabi that are more inclusive and responsive to the challenges of the times.