Keluarga Muslim di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) menghadapi tantangan transformasi peran gender yang memicu ketegangan antara tuntutan profesional dan kehidupan domestik. Penelitian ini bertujuan mengungkap dimensi etis Hadis Mālik ibn al-Huwayrith melalui pendekatan hermeneutika fungsional untuk mendukung praktik ko-parenting yang selaras dengan nilai Aswaja An-Nahdliyah. Metode yang digunakan adalah kualitatif berbasis studi pustaka dengan analisis interpretatif terhadap matan dan syarah hadis melalui lensa fungsionalisme sosial. Hasil penelitian merumuskan tiga prinsip utama: Tanggung Jawab Kolektif (Ta’awun), Fleksibilitas Peran (Tawassuth), dan Keseimbangan Fungsional (Tawazun). Temuan menegaskan bahwa pendidikan dan pengasuhan anak merupakan tanggung jawab kolektif tanpa sekat gender yang kaku demi menjaga stabilitas keluarga (hifz al-usrah). Simpulannya, integrasi nilai Aswaja dalam ko-parenting memberikan kerangka etis yang adaptif bagi keluarga NU untuk mencapai kemaslahatan di era modern sesuai tujuan syariat.
Copyrights © 2025