Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Desain Interior Sanitasi Umum Berbasis Estetika dan Aksesibilitas di Pantai Bali Selatan Ni Kadek Meisa Rahayu Arnadwika; Dion Eko Prihandono; I Putu Gede Suyoga
Waca Cipta Ruang Vol. 12 No. 1 (2026): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v12i1.19999

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi desain interior sanitasi umum di kawasan pesisir Bali Selatan yang didasari oleh aspek estetika dan aksesibilitas. Penelitian menggunakan metode mixed methods dengan pendekatan deskriptif-evaluatif melalui observasi lapangan, dokumentasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner. Lokasi penelitian meliputi kawasan wisata Sanur, Kuta, dan Jimbaran dengan total 14 titik sanitasi umum. Analisis dilakukan berdasarkan prinsip estetika interior, Desain universal, ASEAN Public Toilet Standard (APTS), serta Permen PUPR No.14/PRT/M/2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sanitasi umum masih berada pada kategori sedang dan belum sepenuhnya memenuhi standar dari aspek estetika maupun aksesibilitas pada fasilitas publik. Permasalahan utama yang ditemukan berupa pencahayaan ruang yang kurang optimal, media visual yang digunakan untuk menyampaikan informasi  kurang jelas, keterbatasan fasilitas untuk disabilitas , tidak tersedianya ramp, serta minimnya penerapan identitas lokal Bali pada desain interior. Selain itu, tingginya intensitas penggunaan fasilitas dan kurang optimalnya sistem pemeliharaan menyebabkan beberapa sanitari mengalami kerusakan dan penurunan kualitas kebersihan. Kawasan Sanur menunjukkan kualitas estetika yang relatif lebih baik dibandingkan dengan Kuta dan Jimbaran. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan desain sanitasi umum yang lebih inklusif, estetis, kontekstual, dan berkelanjutan melalui penerapan Desain universal serta integrasi identitas budaya lokal Bali.   Kata Kunci: Aksesibilitas, Desain interior, Estetika, Kawasan wisata, Sanitasi umum
Desain inklusif untuk ruang komunitas: peran partisipasi masyarakat dalam perancangan interior dan identitas visual gedung pertemuan di Kantor Desa Angkah Ni Made Emmi Nutrisia Dewi; Ni Putu Eka Trisnasari Subrata; I Putu Gede Suyoga; I Kadek Pranajaya; Ni Wayan Nandaryani; Reandini Syu’ara Dewi; Ni Kadek Dewi Sacia Paramitha
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39280

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan merancang interior dan identitas visual Gedung Pertemuan di Kantor Desa Angkah dengan pendekatan desain inklusif yang selaras dengan kebutuhan dan karakter masyarakat setempat. Pendekatan ini mengutamakan partisipasi aktif warga dalam seluruh tahapan perancangan, mulai dari identifikasi kebutuhan, diskusi desain, hingga evaluasi hasil. Melalui metode participatory design, aspirasi masyarakat dikompilasi menjadi konsep ruang yang fungsional, mudah diakses, dan mampu mengakomodasi berbagai kegiatan komunal. Gaya desain minimalis dipilih untuk menghadirkan suasana ruang yang sederhana, efisien, dan hemat sumber daya, sekaligus memudahkan perawatan jangka panjang. Material lokal dan warna netral digunakan untuk menciptakan kesan hangat, terbuka, serta ramah bagi semua kalangan, termasuk lansia dan penyandang disabilitas. Identitas visual gedung dirancang untuk memperkuat citra desa sebagai ruang bersama yang modern namun tetap berakar pada budaya lokal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kolaborasi antara tim perancang dan masyarakat dapat menghasilkan solusi desain yang tidak hanya estetis dan fungsional, tetapi juga memiliki nilai kebersamaan yang tinggi. Pendekatan ini diharapkan menjadi model perancangan ruang publik yang berkelanjutan, adaptif, dan mampu membangun rasa memiliki masyarakat terhadap fasilitas yang digunakan bersama. Kata kunci: pengabdian; desain; gedung pertemuan; identitas visual; partisipasi masyarakat. Abstract This community service project aims to design the interior and visual identity of the Meeting Hall at the Angkah Village Office using an inclusive design approach that aligns with the needs and character of the local community. This approach prioritizes the active participation of residents in all stages of the design process, from identifying needs and design discussions to evaluating the results. Through participatory design methods, community aspirations were compiled into a spatial concept that is functional, easily accessible, and capable of accommodating various communal activities. A minimalist design style was chosen to create a simple, efficient, and resource-efficient atmosphere, while also facilitating long-term maintenance. Local materials and neutral colors were used to create a warm, open, and welcoming environment for all groups, including the elderly and people with disabilities. The building’s visual identity was designed to reinforce the village’s image as a modern shared space that remains rooted in local culture. The results of the project demonstrate that collaboration between the design team and the community can produce design solutions that are not only aesthetically pleasing and functional but also embody a strong sense of community. This approach is expected to serve as a model for the design of sustainable, adaptive public spaces that foster a sense of ownership among community members toward the shared facilities. Keywords: community service; design; community center; visual identity; community participation