Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Pembelajaran PAI Berbasis Ekoteologi Sebagai Upaya Penguatan Keterampilan Abad 21 Di Sekolah Dasar R. Nurhayati; Prima Mytra; Indah Sari; Siti Fatimahtu Sahra; Nur Vadilla
Prosiding Seminar Nasional Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIM Sinjai Vol 5 (2026): Volume 5 Tahun 2026
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/sentikjar.v5i0.4581

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) pada tingkat Sekolah Dasar memiliki peranan penting dalam membangun karakter religius dan kepedulian sosial siswa. Di era globalisasi dan revolusi industri 4.0, penguatan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kemampuan bekerja sama, kreativitas, dan kesadaran lingkungan menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pembelajaran PAI berbasis ekoteologi sebagai upaya penguatan keterampilan abad ke-21 di Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dengan menganalisis buku referensi, artikel jurnal ilmiah, serta dokumen akademik yang relevan dengan konsep ekoteologi, Pendidikan Agama Islam, dan keterampilan abad ke-21. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai ekoteologi dalam pembelajaran PAI melalui strategi pembelajaran kontekstual, pembelajaran berbasis proyek, diskusi pemecahan masalah, dan refleksi spiritual berpotensi meningkatkan kesadaran ekologis siswa serta mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis, kolaboratif, dan kreatif. Selain itu, pendekatan ini memperkuat pemahaman ajaran Islam secara holistik dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, strategi pembelajaran PAI berbasis ekoteologi dapat menjadi alternatif pedagogis yang inovatif dan relevan dalam menjawab tantangan pendidikan abad ke-21 di tingkat Sekolah Dasar.
Pendekatan Deep Learning sebagai Inovasi Pembelajaran PAI di Sekolah Menengah Atas (SMA) R. Nurhayati; Siti Fatimahtu Sahra; Irwin Hidayat; Selfianugrah
Prosiding Seminar Nasional Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIM Sinjai Vol 4 (2025): Volume 4 Tahun 2025
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/sentikjar.v4i0.4105

Abstract

Dalam pendidikan modern, penerapan deep learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMA menghadirkan pendekatan inovatif yang lebih reflektif dan kontekstual. Metode ini membuka peluang bagi pengalaman belajar yang lebih bermakna, interaktif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep dasar deep learning, penerapannya dalam pembelajaran PAI, serta efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman konseptual dan pembentukan karakter siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk menggali secara mendalam berbagai teori, konsep, dan temuan empiris yang relevan dengan topik penelitian, khususnya yang berkaitan dengan deep learning dan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini mengkaji berbagai sumber literatur, seperti buku ilmiah, artikel jurnal terakreditasi, prosiding seminar, serta hasil penelitian terdahulu yang memiliki keterkaitan substansial dengan fokus kajian. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan deep learning dapat meningkatkan antusiasme dan partisipasi aktif siswa, memperkuat pemahaman materi secara mendalam, serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan reflektif. Integrasi teknologi serta peran guru yang kompeten menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi pendekatan ini. Secara keseluruhan, pendekatan deep learning menunjukkan hasil yang efektif dalam membentuk karakter dan kesadaran spiritual yang aplikatif, sehingga mempersiapkan siswa menghadapi tantangan kehidupan di era modern secara lebih baik dan relevan.
Decolonising the curriculum through multicultural education as an effort to develop critical awareness among the younger generation Sudirman P; Andi Muh. Taqiyuddin BN; Saifuddin Amin; Fitriani Fitriani; Siti Fatimahtu Sahra
Referensi Islamika: Jurnal Studi Islam Vol. 4 No. 4 (2026): August
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66053/ri.v4i4.465

Abstract

This study aims to critically analyse curriculum decolonisation through multicultural education as a strategy for developing critical awareness among the younger generation amid the continued dominance of hegemonic perspectives in educational knowledge, narratives, and practices. This study employs a literature review approach through a critical analysis of academic literature, previous research findings, and theoretical perspectives on curriculum decolonisation, multicultural education, and critical awareness. The data were analysed through critical interpretative analysis to identify forms of epistemological dominance within the curriculum and opportunities for transformation through a multicultural perspective. The findings indicate that curriculum decolonisation is highly relevant to developing critical awareness among the younger generation, with its success largely determined by the ability of education to shift the paradigm from the reproduction of knowledge towards the production of knowledge. Curriculum decolonisation does not mean being anti-Western knowledge; rather, it entails building a fair, dialogical, pluralistic, and critical knowledge ecosystem. This study emphasises the need for curriculum reconstruction that is more inclusive, dialogical, contextual, and reflective, accompanied by strengthening teachers’ capacity as agents of epistemological and pedagogical transformation. The originality of this study lies in the integration of curriculum decolonisation, multicultural education, and the development of critical awareness among the younger generation within a single analytical framework that not only questions what is taught, but also examines who holds the power to determine knowledge and whose perspectives are legitimised.