Perubahan kurikulum merupakan bagian dari dinamika kebijakan pendidikan, termasuk dalam konteks pendidikan Islam di madrasah. Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) hadir sebagai pendekatan yang menekankan pendidikan humanis, berlandaskan kasih sayang, dan penguatan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses transisi penerapan KBC di MAN 4 Bantul, dengan fokus pada keputusan madrasah, pola kepemimpinan, serta mekanisme pengawalan kebijakan selama masa transisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, observasi terbatas, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MAN 4 Bantul berada pada fase transisi menuju penerapan KBC secara formal yang direncanakan mulai semester berikutnya. Meskipun KBC belum diterapkan dalam bentuk perangkat sinkronisasi baku, nilai-nilai yang menjadi inti KBC telah lama hidup dalam budaya pendidikan madrasah. Keputusan madrasah untuk menerapkan KBC secara bertahap mencerminkan kebijakan pengelolaan yang kontekstual dan strategis. Pola kepemimpinan yang diterapkan bersifat transformatif dan demokratis, dengan penekanan komunikasi, musyawarah, dan penguatan budaya pendidikan berbasis kasih sayang. Implementasi pengawalan KBC dilakukan melalui pendekatan kultural dan pedagogis, meskipun belum didukung oleh petunjuk teknis tertulis yang formal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan penerapan KBC sangat ditentukan oleh dinamika kebijakan dan kepemimpinan pendidikan Islam di tingkat madrasah, serta kesiapan budaya lembaga dalam menginternalisasi nilai-nilai cinta secara berkelanjutan.