Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Agro-Ecoliteracy dalam Pembelajaran Kontekstual: Integrasi Calistung dan Literasi Finansial di SD Inpres Senayu Kabupaten Merauke Mohamad Ilham; Fredy Fredy; Many Yusuf; Wa Ode Siti Hamsinah Day; Rizki Adri Yohanes; Hafsemi Rapsanjani; My Ismail
Lebah Vol. 19 No. 5 (2026): May: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) serta literasi finansial siswa. Pendekatan yang digunakan adalah pembelajaran berbasis lingkungan melalui pemanfaatan kebun sekolah dan kandang ternak mini. Permasalahan yang dihadapi adalah rendahnya kemampuan calistung dan literasi finansial siswa serta terbatasnya pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar kontekstual. Program ini melibatkan sebanyak 44 peserta yang terdiri dari siswa dan guru SD Inpres Senayu dengan pendekatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berbasis partisipatif. Program dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan dan sosialisasi, pelatihan guru, pengembangan kebun sekolah dan kandang ternak mini, implementasi pembelajaran terpadu, serta evaluasi dan monitoring. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, pendampingan, praktik langsung, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kemampuan calistung dan literasi finansial siswa, dengan rata-rata peningkatan sebesar 31,1%. Selain itu, kompetensi guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran terpadu juga mengalami peningkatan yang ditunjukkan melalui hasil pretest dan posttest pelatihan guru. Pemanfaatan kebun sekolah dan kandang ternak mini terbukti efektif sebagai media pembelajaran kontekstual yang mampu meningkatkan partisipasi, motivasi, dan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Luaran kegiatan ini adalah model agro-ecoliteracy berbasis lingkungan yang terintegrasi dengan pembelajaran calistung dan literasi finansial. Dapat disimpulkan bahwa integrasi calistung dan literasi finansial melalui pembelajaran berbasis lingkungan merupakan pendekatan yang efektif dan inovatif, tidak hanya meningkatkan hasil belajar siswa, tetapi juga memperkuat kompetensi guru serta menciptakan pembelajaran yang bermakna dan berkelanjutan. 
Persepsi Wajib Pajak Terhadap Layanan Coretax: Studi Kasus pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Merauke Mohamad Ilham; Mensy Otelyo Kastanya; Caecilia Henny Setya Wati
Papsel Economic Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Maret-Juni
Publisher : Papsel Riset dan Konsultan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63185/pej.v3i2.299

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi wajib pajak UMKM terhadap layanan Coretax di Kabupaten Merauke. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih secara purposive, yaitu pelaku UMKM yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan telah menggunakan Coretax dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis temuan mengacu pada Technology Acceptance Model (TAM) serta Model Keberhasilan Sistem Informasi DeLone dan McLean. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku UMKM memiliki persepsi positif terhadap Coretax karena dinilai membantu proses perhitungan, pembayaran, dan pelaporan pajak secara lebih efisien. Meskipun demikian, masih terdapat kendala yang memengaruhi pengalaman pengguna, seperti kesulitan memahami fitur dan istilah perpajakan, gangguan server, lambatnya akses sistem, serta tampilan antarmuka yang kurang nyaman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa persepsi wajib pajak terhadap layanan Coretax dipengaruhi oleh manfaat yang dirasakan, kemudahan penggunaan, kualitas sistem, dan kualitas informasi yang tersedia. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kualitas layanan, penyederhanaan antarmuka, serta penyajian informasi yang lebih mudah dipahami guna mendukung keberhasilan implementasi Coretax pada sektor UMKM.