Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Dukungan Komunikasi Puskomlekad Guna Mewujudkan Keberhasilan Tugas Pokok Satgas Pamtas RI-PNG Dimas Bagus Mudanton; Yermia Hendarwoto; Sri Murtiana
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8132

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi dukungan komunikasi Pusat Komunikasi dan Elektronika Angkatan Darat (Puskomlekad) dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas pokok Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia–Papua Nugini (Satgas Pamtas RI–PNG). Penelitian bertujuan mengidentifikasi kondisi sistem komunikasi yang ada, kemampuan personel dalam pengoperasian perangkat komunikasi, serta merumuskan strategi peningkatan dukungan komunikasi di wilayah perbatasan RI–PNG. Penelitian dilakukan pada satuan Puskomlekad dan Satgas Pamtas RI–PNG dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan observasi tidak langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem komunikasi telah berjalan namun belum optimal karena keterbatasan infrastruktur, rendahnya interoperabilitas peralatan, serta kesenjangan kompetensi personel. Oleh karena itu, diperlukan strategi berupa modernisasi teknologi, penguatan infrastruktur komunikasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan penguatan koordinasi kelembagaan untuk mendukung efektivitas operasi pengamanan perbatasan.
Optimalisasi Peran TNI Dalam Joint Operation Center pada Misi Perdamaian Dunia di United Nation Interm Force in Lebanon (UNIFIL) Tahun 2023-2024 Thopan Dollarisko; Yermia Hendarwoto; Sri Murtiana
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8737

Abstract

Konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah, khususnya antara Israel dan Lebanon, memerlukan intervensi internasional untuk menjaga stabilitas keamanan regional. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membentuk misi perdamaian UNIFIL melalui Joint Operation Center (JOC) sebagai pusat koordinasi dan kendali untuk mengintegrasikan operasi multinasional. Namun, JOC menghadapi tantangan signifikan berupa ketidakselarasan sistem komunikasi antar kontingen, perbedaan prosedur standar operasional dari berbagai negara, dan keterbatasan pemanfaatan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas JOC dalam mengoordinasikan operasi dan pengambilan keputusan, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kinerja JOC, serta menganalisis optimalisasi peran TNI. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini melalui studi kasus, wawancara mendalam tiga narasumber JOC UNIFIL (Shift Director, J7 Exercises, dan J7 Training), observasi partisipatif, dan studi dokumentasi serta model Miles, Huberman Saldana sebagai teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur organisasi JOC memiliki prosedur koordinasi jelas (SITREP rutin, Situational Awareness Tool (SAT), dan battle rhythm terstandar). Koordinasi multinasional 40 negara menjadi tantangan utama, karena perbedaan interpretasi SOP dan hambatan bahasa, namun diatasi melalui proses Integration and Orientation, pelatihan berkelanjutan, dan penyediaan terminologi operasional. TNI menerapkan strategi optimalisasi berbasis ends-means-ways melalui pengembangan SDM, peningkatan teknologi, dan inovasi berkelanjutan. Analisis SWOT mengidentifikasi kekuatan komitmen kepemimpinan dan disiplin tinggi prajurit, kelemahan pada penguasaan bahasa Inggris, peluang apresiasi PBB terhadap kontribusi TNI, dan ancaman kompleksitas keamanan siber. Kesimpulannya, TNI menunjukkan kontribusi signifikan dalam optimalisasi JOC melalui mekanisme koordinasi efektif, inovasi operasional berkelanjutan, dan komitmen stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah.