Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Cuka Nanas Sebagai Materi Pengayaan Bioteknologi Bagi Guru Biologi SMA di Kota Makassar Hamka L.; Muhammad Junda; Syamsiah; Sri Ayu Anggita; Andi Asmawati Azis
MAMMIRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/mammiri.v3i2.5230

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru biologi SMA dalam memahami serta menerapkan konsep bioteknologi konvensional melalui pelatihan pembuatan cuka nanas. Kegiatan dilaksanakan dengan metode sosialisasi, praktik langsung, dan evaluasi. Peserta kegiatan terdiri dari sepuluh guru biologi SMA yang tergabung dalam EDUNESIA Makassar. Materi yang diberikan meliputi konsep dasar bioteknologi konvensional, prinsip fermentasi, peran mikroorganisme dalam pembuatan cuka, serta prosedur pembuatan cuka nanas. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui lembar angket untuk mengukur tingkat pemahaman dan respon peserta terhadap pelatihan yang diberikan. Dari total 140 jawaban yang terkumpul, sebanyak 129 jawaban (92,14%) menyatakan setuju (Ya), dan 8 indikator memperoleh tingkat persetujuan 100% dari seluruh peserta. Hasil ini menunjukkan bahwa materi, demonstrasi, dan praktik pembuatan cuka nanas dinilai mudah dipahami, menarik untuk diterapkan, serta berpotensi digunakan sebagai alternatif praktikum bioteknologi konvensional di sekolah. Kegiatan ini juga berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai proses fermentasi dan pemanfaatan mikroorganisme dalam pengolahan pangan. Dengan demikian, pelatihan pembuatan cuka nanas dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran bioteknologi konvensional yang kontekstual, sederhana, dan mudah diterapkan dalam kegiatan pembelajaran biologi di sekolah.
Abundance of Endophytic Bacteria in Sauropus androgynus and Evaluation of Chitinolytic Activity Sri Ayu Anggita
Hayyan Journal Vol. 2 No. 2 (2025): June
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/hayyan.v2i2.3175

Abstract

This study aimed to isolate and evaluate the biological safety and potential of endophytic bacteria from Sauropus androgynus (katuk) and their Chitinolytic activity for use as biological agents. A total of 14 endophytic bacterial isolates were obtained from different plant parts: 5 from the roots (T1, T2, T3, T4, P14), 5 from the stems (T7, T8, T9, T10, T11), and 4 from the leaves (T5, P6, KB12, T13). The safety of these isolates was assessed through hypersensitivity (HR) and hemolysis (HL) tests. In the HR test, none of the isolates induced necrotic symptoms in tobacco leaves, indicating they are not pathogenic to plants. In the HL test, two bacterial which were T4 from roots and T5 from leaves, isolates were found to produce clear zones on blood agar, indicating α-hemolysin production. However, the other isolates did not form hemolysis zones, suggesting they are safe for mammals. Antibacterial activity against the plant pathogen Ralstonia solanacearum was evaluated using spot inoculation methods. The results showed that none of the isolates were able to inhibit the growth of R. solanacearum. Further testing revealed that one bacterial isolate which was T8 obtained from the stem produced chitinase, as evidenced by the formation of a clear zone around the bacterial colony on chitin-containing media.