Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan konsumsi zat besi dan pola menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMAN 1 Glumpang Tiga Kabupaten Pidie Jeny Riska Vatica; Desi Murdiatama; Kasrawati Kasrawati
Journal of Health and Therapy Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Health and Therapy
Publisher : Nur Science Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53088/jht.v5i1.2334

Abstract

Adolescent girls are estimated to have a tenfold higher risk of anemia than adolescent boys. This is largely because they experience monthly menstruation and are in a growth period, which increases their iron requirements. This study aimed to examine the associations among iron consumption, menstrual patterns, and the incidence of anemia among adolescent girls at SMAN 1 Glumpang Tiga, Pidie Regency. An analytical cross-sectional design was used, and data were collected from July 22–24, 2025. A total of 63 adolescent girls were selected using random sampling. Data were gathered through questionnaires and analysed using the chi-square test. The findings indicated that iron consumption and menstrual patterns were significantly associated with anemia among adolescent girls. Therefore, adolescent girls are encouraged to seek early health screening when signs and symptoms of anemia are identified, so that healthcare professionals can provide appropriate management.
Pengaruh Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Kadar Protein Tempe Kedelai (Glycine max L) dengan Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-Vis Lia Fadliah; Riska Fauza; Yuliana Yuliana; Kasrawati Kasrawati
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 3 (2025): Journal of Language and Health: September 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i3.430

Abstract

Tepung daun kelor (Moringa olefera) merupakan bahan pangan yang tinggi kandungan gizi dan protein. Terdapatnya kandungan tersebut baik digunakan  sebagai  bahan  tambahan  pembuatan  tempe  kedelai  untuk meningkatkan kadar ptotein. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kadar protein pada tempe kedelai (Glycine max L.) dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Metode dalam penelitian yaitu eksperimental laboratorium dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dan menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil   kadar protein yang didapatkan dalam penambahan tepung daun kelor  K0  (0 g) kadar proteinya yaitu (0,32%),  K1 (4 g) kadar proteinya yaitu (0,33 %), K2 (10 g) kadar proteinya yaitu (0,34%)  dan  K3 (20 g) kadar proteinya yaitu (0,35%), hasil uji one way Anova didapatkan nilai p- value yaitu 0.000<0.05 jadi Ho ditolak dan Ha  diterima sehingga ada pegaruh secara nyata penambahan tepung daun kelor (moringa oleifera) terhadap kadar protein tempe kedelai (Glycine Max L.) dengan menggunakan metode Spektrofotometri Uv-Vis.