Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Penyebab Kegagalan Pemberian Asi Eksklusif pada Bayi di RSUD Tgk. Chik Ditiro Kabupaten Pidie Idawati Idawati; Rita Mirdahni; Susi Andriani; Yuliana Yuliana
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol 7 No 4 (2021): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.8 KB) | DOI: 10.35326/pencerah.v7i4.1573

Abstract

Menyusui memegang peranan penting terhadap tumbuh kembang bayi, kegagalan untuk memberikan ASI eksklusif dapat menyebabkan tingginya angka kejadian penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kegagalan pemberian ASI Eksklusif pada bayi di RSUD Tgk. Chik Ditiro Kabupaten Pidie. Metode : jenis penelitian yaitu analitik dengan pendekatan crossectional, populasi adalah semua ibu bersalin dan menyusui yang berjumlah 85 orang. Hasil Penelitian : Hasil penelitian untuk variabel pengetahuan diperoleh nilai p= 0,000, variabel sikap diperoleh p= 0,000, variabel peran penolong persalinan diperoleh p= 0,000, variabel tradisi diperoleh p= 0,000 yang artinya variabel tersebut memiliki hubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi sedangkan variabel umur ibu diperoleh nilai p= 0,131, variabel pendidikan diperoleh p= 0,526, variabel pekerjaan diperoleh nilai p= 0,576, variabel pendapatan diperoleh p= 0,271, variabel paritas diperoleh p= 0,477, variabel usia bayi diperoleh nilai p= 0,560, variabel prilaku diperoleh nilai p= 0,402 yang artinya variabel tersebut tidak memiliki hubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi. Kesimpulan : variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap pemberian ASI eksklusif pada bayi yaitu variabel peran penolong persalinan.
The Role of Village Midwives in Reducing Stunting Rates in Children Under Two Years Old (BADUTA) Shinta Oktarina; Idawati Idawati; Yuliana Yuliana
Science Midwifery Vol 10 No 4 (2022): October: Science Midwifery
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v10i4.777

Abstract

On the empirical fact that Gampong Ara succeeded in reducing the stunting rate in badutanya, in 2017, there were 13 cases and decreased to 4 cases in 2019 and in 2020 there were no more. The purpose of the study was to determine the role of village midwives in reducing stunting rates in children under two years old (baduta) in Gampong Ara, Kembang Tanjong District, Pidie Regency. This research uses a qualitative type of research with a case study design. The sample informants were 6 people, namely the Midwife of Ara Village, the Village Head or Keuchik Gampong Ara, the Cadre of the Gampong Ara Posyandu, 2 beneficiary communities (1 person with a history of stunting children and 1 more person with the risk of stunting) plus the Head of the Kembang Tanjong Health Center. The research time was held in April 2022. The results showed that village midwives in Gampong Ara have carried out their role in reducing stunting rates, but there are several aspects that are still not met. The conclusion is that the village midwife has carried out her role as an executor, manager, educator and researcher in the stunting reduction program in Gampong Ara, but not all of them are like helping childbirth, because the village midwife does not live in place and holds 3 villages as her midwife. Advice to policymakers, can work on development for the residence of village midwives in Gampong Ara, so that village midwives can carry out their total roles such as helping childbirth and allocating other village midwives so that Gampong Ara village midwives no longer hold 3 villages as their midwives, so that they can focus more on carrying out their role as village midwives in Gampong Ara. The midwife of Gampong Ara village is expected to continue to increase her role as a midwife.
SOCIALIZATION OF SIX STEPS TO EFFECTIVE HAND HYGIENE Idawati Idawati; Yuliana Yuliana; Susi Andriani; Rita Mirdahni; Mirdha Rosalinda
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.15945

Abstract

Kebersihan tangan merupakan salah satu masalah yang sampai saat ini memerlukan perhatian khusus terutama dalam kalangan masyarakat. Kurangnya praktek perilaku cuci tangan tidak hanya terjadi di Negara-negara berkembang saja, tetapi ternyata di negara-negara maju pun kebanyakan masyarakatnya masih lupa untuk melakukan perilaku cuci tangan. Menjaga kebersihan tangan dengan cara mencuci tangan dapat mengurangi bakteri sampai 90%. Mencuci tangan dengan air saja dapat mengurangi keberadaan bakteri sampai tersisa 23% bakteri pada tangan, sedangkan dengan sabun dan air dapat mengurangi keberadaan bakteri sampai tersisa hanya 8% bakteri. Di beberapa tempat, seperti Desa Gajah Ayee Dusun Barat Provinsi Aceh Indonesia masih banyak yang kurang peduli tentang kebersihan tangan, mereka hanya melakukan cuci tangan saat tangan mereka jelas kelihatan kotor dan cara mencuci tangan dilakukan sekedar membersihkan kotoran dimana kadang-kadang tidak menggunakan sabun cuci tangan. Oleh karena itu, Dosen dan mahasiswa STIKes Medika Nurul Islam mencoba untuk mensosialisasikan serta melakukan langsung praktik cuci tangan yang benar. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dilakukan menggunakan pendekatan persuasif melalui sosialisasi dan praktik langsung. Kegiatan tersebut diikuti dengan antusias oleh masyarakat dan kegiatan ini berjalan dengan lancar serta mampu memberikan pemahaman dan motivasi masyarakat untuk melakukan cuci tangan dengan benar.
BABY MASSAGE AS AN EFFORT TO INCREASE BONDING ATTACMENT IN POSTPARTUM MOTHERS Yuliana Yuliana; Idawati Idawati; Nova Arami; Aqrisa Aqrisa
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.16211

Abstract

Masa bayi merupakan masa emas untuk pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus. Salah satu faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang bayi adalah tidur dan istirahat. Pijat bayi merupakan salah satu bentuk rangsang raba. Rangsang raba adalah yang paling penting dalam perkembangan. Sensasi sentuhan merupakan sensori yang paling berkembang saat lahir. Berdasarkan Badan Statistik Amerika Serikat jumlah penduduk dunia pada Januari 2018 mencapai 7,53 miliar jiwa. Dari jumlah tersebut, terbanyak merupakan anak berusia 0-4 tahun, yakni mencapai 662 juta jiwa atau sekitar 8,7% dari total populasi. Di beberapa tempat, seperti Dusun Kuta Madek Masjid Bungie Simpang Tiga Provinsi Aceh Indonesia masih banyak ibu-ib nifas mengeluh bahwa bayinya mengalami masalah ketika tidur, bayinya sering terbangun ketika tidur dimalam hari, dan menangis saat terbangun dan ibu mengatakan tahu atau pernah dengar tentang pijat bayi tetapi belum pernah melakukannya baik difasilitas kesehatan atau dukun dikarenakan takut salah dalam pemijatan dan tidak mengetahui teknik pemijatan yang baik dan benar. Oleh karena itu Dosen dan mahasiswa STIKes Medika Nurul Islam mencoba untuk mensosialisasikan serta melakukan langsung praktik pijat bayi yang benar. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dilakukan menggunakan pendekatan persuasif melalui sosialisasi dan praktik langsung. Kegiatan tersebut diikuti dengan antusias oleh masyarakat dan kegiatan ini berjalan dengan lancar serta mampu memberikan pemahaman dan motivasi masyarakat khususnya ibu nifas untuk melakukan pijat pada bayi dengan benar.
Integrating Family-Based Science Education to Support Patient Resilience: A Study on Hemodialysis Patients in Pidie Regency Kartika Kartika; Idawati Idawati; Yuliana Yuliana; Ismuntania Ismuntania; Fakhryan Rakhman
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 5 (2025): May
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i5.11020

Abstract

Chronic kidney disease is one of the health problems that has been widespread and reaches 5-10% of the human population. According to data from the Basic Health Research (Riskesdas) in 2018, the prevalence of chronic kidney disease in Indonesia is around 0.2%, with the highest prevalence in Central Sulawesi at around 0.5%. The treatment procedure for kidney failure is a kidney transplant or hemodialysis therapy. However, due to the difficulty of finding a kidney donor, hemodialysis therapy is an option. This therapy is a dialysis therapy that is done twice a week. This makes patients have psychological disorders such as stress, depression, anxiety disorders, and even suicidal thoughts. This disorder will certainly affect the patient's level of resilience, so it is necessary to have science education provided by the families in the form of health literacy, treatment knowledge, and emotional support to increase the patient's self-resilience. The research method used is a quantitative method by using cross sectional, namely data observation is carried out at one time. The research data were obtained through a questionnaire consisting of a family science education questionnaire and patient resilience. The results showed that the existence of science education provided by families in the form of health literacy, treatment knowledge, and emotional support plays a critical role in enhancing patients’ resilience during hemodialysis. A good level of resilience in patients can improve the quality of life and physical activity of patients
Analisis Faktor-faktor Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Riska Fauza; Lisna Rahayu; Lia Fadliah; Yuliana Yuliana
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 3 (2025): Journal of Language and Health: September 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i3.429

Abstract

Anemia kondisi ketika jumlah sel darah merah dalam tubuh rendah dan tidak berfungsi dengan baik. Kondisi ini membuat tubuh tidak mendapat cukup oksigen sehingga kulit akan terlihat lebih pucat dan tubuh terasa mudah lelah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Ujong Rimba Kabupaten Pidie. Metode penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 30 ibu hamil yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Ujong Rimba Kabupaten Pidie. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling yaitu 30 orang ibu hamil. Hasil dalam penelitian ini yaitu ada hubungan umur dengan kejadian anemia pada ibu hamil dengan nilai p-value (0.027<0.05), ada hubungan status ekonomi dengan kejadian anemia pada ibu hamil dengan nilai p-value (0.000<0.05), ada hubungan pendidikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil dengan nilai p-value (0.000<0.05), ada hubungan pengetahuan dengan kejadian anemia pada ibu hamil dengan nilai p-value (0,00<0.05). kesimpulan dari ini penelitian ini yaitu ada hubungan umur, status ekonomi, pendidikan, pengetahuan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Ujong Rimba Kabupaten Pidie.
Pengaruh Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Kadar Protein Tempe Kedelai (Glycine max L) dengan Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-Vis Lia Fadliah; Riska Fauza; Yuliana Yuliana; Kasrawati Kasrawati
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 3 (2025): Journal of Language and Health: September 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i3.430

Abstract

Tepung daun kelor (Moringa olefera) merupakan bahan pangan yang tinggi kandungan gizi dan protein. Terdapatnya kandungan tersebut baik digunakan  sebagai  bahan  tambahan  pembuatan  tempe  kedelai  untuk meningkatkan kadar ptotein. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kadar protein pada tempe kedelai (Glycine max L.) dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Metode dalam penelitian yaitu eksperimental laboratorium dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dan menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil   kadar protein yang didapatkan dalam penambahan tepung daun kelor  K0  (0 g) kadar proteinya yaitu (0,32%),  K1 (4 g) kadar proteinya yaitu (0,33 %), K2 (10 g) kadar proteinya yaitu (0,34%)  dan  K3 (20 g) kadar proteinya yaitu (0,35%), hasil uji one way Anova didapatkan nilai p- value yaitu 0.000<0.05 jadi Ho ditolak dan Ha  diterima sehingga ada pegaruh secara nyata penambahan tepung daun kelor (moringa oleifera) terhadap kadar protein tempe kedelai (Glycine Max L.) dengan menggunakan metode Spektrofotometri Uv-Vis.