Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Integritas Akademik dalam Menghadapi Plagiarisme Era Artificial Intelligence Perspektif Fiqih Siyasah Moh Restu Hoeruman; Yesi Oktaviani; Resi Munawaroh; Fadhilah Fatihah; Tira Mulia; Nadila Afrilia; Najla Jusifa Path; Nadia Latifah; Devi Marwati; Adelya Luthfiani Dwi Pratiwi; Ayuni Sartika
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.731

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan memberikan kemudahan bagi mahasiswa dalam memperoleh informasi dan menyelesaikan tugas akademik. Namun, penggunaan AI yang tidak disertai tanggung jawab dapat memunculkan problematika plagiarisme dan mempengaruhi integritas akademik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan AI dalam kegiatan akademik mahasiswa, bentuk plagiarisme di era AI, dampaknya terhadap integritas akademik, upaya penguatan integritas akademik, serta perspektif fiqih siyasah terhadap penggunaan AI dalam dunia akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) yang dipadukan dengan pendekatan normatif perspektif fiqih siyasah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket dan wawancara terhadap mahasiswa serta dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Raden Fatah Palembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI membantu mahasiswa dalam mencari referensi, memahami materi, dan menyelesaikan tugas akademik secara lebih praktis. Namun, penggunaan AI secara berlebihan tanpa proses analisis dan parafrase dapat meningkatkan praktik plagiarisme, menurunkan kemampuan berpikir kritis, serta mempengaruhi integritas akademik mahasiswa. Upaya penguatan integritas akademik dapat dilakukan melalui pendidikan karakter, pengawasan penggunaan AI, penerapan aturan akademik, serta keteladanan dosen dalam proses pembelajaran. Perspektif fiqih siyasah memandang bahwa penggunaan AI diperbolehkan selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam, khususnya sifat siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah.
Kepemimpinan Khalifah Umar Bin Khattab dalam Perubahan Sosial dan Pengembangan Pendidikan Islam pada Masa Pemerintahannya Husnul Amaliyah; Ani Marlia; Nadila Afrilia; Rangga Apri Sandi; Lilis Permita Sari
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): April-Juni, Sosial Studies
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/hd1p5m87

Abstract

The governance of Caliph Umar ibn al-Khattab was crucial in the history of Islam, leading to considerable social reforms and advancements in Islamic education. As the second caliph, Umar was recognized for his innovative approaches that reinforced the social and educational foundations of the Muslim community. On the social front, he implemented welfare programs through the Bayt al-Mal, allocated zakat to assist those in need, and set minimum living standards to avert starvation. In terms of education, Umar sent scholars throughout Islamic regions to impart knowledge of the Qur'an and Islamic principles, and he founded mosques as hubs of learning. Instructional approaches like halaqah and talaqi were utilized, with educators receiving salaries from the Bayt al-Mal.  These initiatives demonstrate that Umar was committed not just to territorial growth but also to the intellectual and ethical upliftment of society. This research intends to examine the significant impact of Umar ibn al-Khattab on social change and the creation of a strong Islamic educational framework during the early days of the caliphate.