Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Remaja Muslim dalam Membangun Pergaulan Sehat Perspektif Hukum Islam di SMAN 20 Surabaya chilyatun Nafis; Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi; Sirojuddin Abror; Mirza Elmy Safira; Eli Masnawati
ABDIMASY: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Juni
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/abdimasy.v5i1.4683

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah mengubah pola komunikasi serta interaksi sosial remaja. Kondisi tersebut memunculkan berbagai tantangan, seperti menurunnya etika komunikasi, lemahnya kontrol diri, dan kecenderungan perilaku sosial yang menjauh dari nilai-nilai keislaman. Oleh sebab itu, diperlukan pendampingan yang dapat meningkatkan pemahaman remaja mengenai pentingnya pergaulan sehat berdasarkan perspektif Hukum Islam. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memperkuat pemahaman dan kesadaran siswa terkait etika pergaulan Islami serta pentingnya menjaga perilaku sosial yang sesuai dengan ajaran Islam. Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 20 Surabaya pada 23–26 Februari 2026 dalam rangkaian Pondok Ramadan. Metode yang digunakan ialah Participatory Action Research (PAR) dengan pendekatan partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, analisis kasus, dan sesi tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mengikuti kegiatan dengan antusias dan partisipasi yang baik. Selain itu, siswa mengalami peningkatan pemahaman mengenai etika pergaulan, pentingnya memilih lingkungan pertemanan yang positif, serta penerapan prinsip Hukum Islam dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun media sosial. Kegiatan ini juga berkontribusi dalam mendorong terbentuknya perilaku sosial remaja yang lebih positif dan harmonis.
PEMBINAAN SANTRI DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN PEMAHAMAN ILMU TAJWID DI RTQ BIDAYATUN NASYIIN WARU SIDOARJO Mirza Elmy Safira; Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi; Chilyatun Nafis
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat dan Inovasi Vol 4 No 3 (2025)
Publisher : STKIP PGRI SITUBONDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/join.v4i3.2162

Abstract

Santri development in Qur’anic learning, particularly in mastering tajwid, is essential to ensure accurate and proper recitation in accordance with the principles of tartil. However, many santri are able to read the Qur’an fluently without having sufficient understanding of tajwid rules. This Community Service Program (Pengabdian kepada Masyarakat/PKM) aimed to improve santri’s knowledge and understanding of tajwid at Rumah Tahfidz Al-Qur’an (RTQ) Bidayatun Nasyi’in, Waru, Sidoarjo. The program employed the Participatory Action Research (PAR) approach, which involved planning, action, and evaluation stages conducted collaboratively. The activities were carried out for 14 days, from December 9 to December 22, 2025, through strengthening tajwid theory, practicing Qur’anic recitation with tartil, direct mentoring by teachers, and routine evaluations. The results indicated an improvement in santri’s understanding of makharijul huruf and recitation rules, as well as their ability to apply tajwid principles correctly in reading the Qur’an. Furthermore, the program enhanced active participation, learning discipline, and reinforced social and religious values within the RTQ environment. Therefore, santri development based on the PAR approach proved to be effective and transformative in improving the quality of Qur’anic recitation and tajwid comprehension in a sustainable manner.