Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PASCA-BENCANA: PROGRAM MITIGASI KEBENCANAAN, KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT, SEKOLAH DARURAT UNTUK KORBAN BANJIR DAN LONGSOR DI DESA DURIAN KECAMATAN RANTAU KABUPATEN ACEH TAMIANG Tappil Rambe; Hariadi; M. Taufik Rahmadi
PENDALAS: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): PENDALAS
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam dan Multikultural

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/pendalas.v6i2.788

Abstract

Kampung Durian, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, merupakan wilayah terdampak banjir dan longsor yang memerlukan penguatan kapasitas masyarakat dalam mitigasi kebencanaan, kesiapsiagaan, dan keberlanjutan layanan pendidikan anak pascabencana. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan dan hasil program pemberdayaan masyarakat pascabencana melalui penguatan organisasi pemuda, penyusunan prosedur evakuasi, pelatihan mitigasi, simulasi kesiapsiagaan, serta penyelenggaraan sekolah darurat. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis komunitas melalui tahapan identifikasi kebutuhan, koordinasi, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, evaluasi, dan penguatan keberlanjutan program. Mitra kegiatan terdiri atas Karang Taruna Kampung Durian sebanyak 30 anggota dan kelompok pendidikan anak usia dini sebanyak 22 anggota. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keberdayaan mitra pada aspek pengetahuan, keterampilan, partisipasi, dan manajemen kelembagaan. Pemahaman organisasi Karang Taruna meningkat dari 40% menjadi 85%, pengetahuan mitigasi bencana dari 40% menjadi 88%, dan kepemilikan prosedur evakuasi dari 0% menjadi 90%. Pada mitra pendidikan anak usia dini, ketersediaan sistem sekolah darurat meningkat dari 0% menjadi 85%, pemahaman guru tentang mitigasi dari 25% menjadi 80%, dan pengelolaan pembelajaran darurat dari 10% menjadi 80%. Program ini menghasilkan modul mitigasi bencana, modul sekolah darurat, prosedur evakuasi, media edukasi kebencanaan, dan tim siaga bencana berbasis masyarakat.
Explosive Arm Power, Hand Eye Coordination, and Volleyball Service Accuracy: Path Analysis Try Marta Br Tambunan; Amir Supriadi; Hariadi; Rahma Dewi; Sandra Arhesa
Journal Coaching Education Sports Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/qahwa231

Abstract

Background: Arm explosive power, hand eye coordination, and overhead-serve performance are related components of youth volleyball, but their cross-sectional associations require cautious interpretation. Objective: This study examined a prespecified pathway model linking arm explosive power and hand–eye coordination with two serve-test scores among junior high school extracurricular athletes. Method: Twenty students aged 13–15 years (9 boys and 11 girls) were purposively selected from 40 program members. Two regression submodels were estimated. Because all measures were collected in one fixed-order session and the two serve tests both used landing-zone scores, the analysis is descriptive and does not establish temporal or causal mediation. Results: Arm explosive power (β = .542, p = .004) and hand–eye coordination (β = .417, p = .019) were associated with the overhead-serve score. In the accuracy submodel, arm explosive power (β = .310, p = .019), hand–eye coordination (β = .334, p = .007), and the overhead-serve score (β = .476, p = .003) were associated with accuracy. Adjusted R² values were .557 and .856. Standardized indirect associations were .258 and .198. Sobel results were p = .016 and p = .038, respectively, but no bootstrap confidence intervals were available. Conclusion: The observed coefficients are consistent with the hypothesized pathway model in this selected sample, but small-sample instability, selection bias, unmeasured confounding, and operational overlap between the two serve tests limit inference and generalizability.