Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Uji Aktivitas Antiplatelet Sediaan Infus Kombinasi Bawang Putih (Allium sativum var. solo) Tunggal Pada Mencit Jantan (Mus musculus) In Rahmi Fatria Fajar; Yulis Adriana; Dede Komarudin; Febri Hidayat; Pra Panca Bayu Chandra
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agregasi trombosit yang berlebihan merupakan salah satu faktor utama penyebab gangguan kardiovaskular seperti trombosis dan stroke. Meskipun aspirin dan warfarin secara luas digunakan sebagai agen antiplatelet, penggunaannya dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antiplatelet dari sediaan infusan herbal yang terdiri atas bawang putih tunggal, sari jahe, sari lemon, cuka apel, dan madu, dibandingkan dengan aspirin dan warfarin pada mencit jantan (Mus musculus). Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group dengan jumlah sampel sebanyak 15 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi lima kelompok (n = 3), yaitu kelompok aspirin, warfarin, Na-CMC 0,5% sebagai kontrol negatif, infusan herbal 1 sendok, dan infusan herbal 2 sendok. Perlakuan diberikan secara oral selama 8 hari berturut-turut, kemudian dilakukan pengukuran waktu pembekuan darah pada hari ke-0 dan hari ke-9. Analisis statistik dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed- Rank untuk mengetahui perubahan dalam kelompok, serta uji Kruskal-Wallis untuk membandingkan perbedaan antar kelompok, karena data tidak terdistribusi normal dan tidak homogen (p < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua kelompok mengalami peningkatan waktu pembekuan darah yang signifikan (p < 0,001), yang mengindikasikan adanya aktivitas antiplatelet. Namun, tidak ditemukan perbedaan yang signifikan secara statistik antar kelompok perlakuan (p = 0,766), meskipun kelompok infusan herbal 2 sendok menunjukkan peningkatan nilai perubahan tertinggi secara numerik. Temuan ini menunjukkan bahwa sediaan infusan herbal memiliki potensi sebagai agen antiplatelet alami yang sebanding dengan aspirin dan warfarin, namun diperlukan penelitian lanjutan dengan jumlah sampel yang lebih besar untuk memverifikasi efek tersebut.
Peningkatan Pengetahuan Melalui Edukasi Dagusibu pada Ibu Kader Tentang Dexametason di RW 02 Semanan, Kalideres, Jakarta Barat Mutawalli Sjahid Latief; Febri Hidayat; Eka Dipta; Dede Komarudin; Dewi Rahma Fitri; In Rahmi Fatria Fajar; Yulis Adriana; Jessica Rusli
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 10 No 1 (2026): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v10i1.7341

Abstract

Pengelolaan obat yang tepat di rumah tangga sangat penting untuk menjamin keamanan dan efektivitas terapi. Namun, pengetahuan dan kesiapan ibu kader dalam mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat secara benar masih rendah, sehingga penggunaan obat yang rasional menjadi terhambat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapan ibu kader di RW 02 Kelurahan Semanan, Kalideres, Jakarta Barat melalui edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat secara tepat) menggunakan presentasi dan leaflet, dengan fokus khusus pada penggunaan Dexametason. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif pretest-posttest satu kelompok dengan 72 responden. Hasil pre-test menunjukkan kategori “baik” sebesar 38,9%, yang meningkat menjadi 76,4% pada post-test setelah edukasi. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik (p=0,000; p<0,05). Edukasi DAGUSIBU terbukti efektif meningkatkan pemahaman ibu kader tentang Dexametason dan pengelolaan obat secara umum, sehingga diharapkan mendorong penggunaan obat yang lebih aman, tepat, dan ramah lingkungan di masyarakat.
FORMULASI DAN EVALUASI SOLID PARFUMEDENGAN BASIS KARAGENANAN MENGGUNAKAN ESSENSIAL OIL CITRUS (Citrus sinensis), JASMINE (Jasminum sambac) DAN VANILA (Vanila planifolia) Iin Hardiyati; In Rahmi Fatria Fajar; Nia Novitasari
IONTech Journal Vol. 1 No. 1 (2020): Agustus 2020
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62702/ion.v1i1.22

Abstract

Abstrak Parfum merupakan produk yang tidak asing lagi digunakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai suatu kebutuhan untuk tampil percaya diri. Parfum merupakan campuran senyawa aromatik, minyak essensial, fixatif, dan pelarut yang digunakan untuk memberikan keharuman dan dapat dikembangkan sebagi produk aplikasi minyak atsiri dalam bentuk solid parfum. Solid parfume adalah parfum padat yang umumnya terbuat dari campuran fume oil dan wax. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimental yang terdiri dari 6 tahapan diantaranya preformulasi, pemilihan bahan, pembuatan, hasil, evaluasi dan produk jadi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi solid parfume dengan basis karagenanan dengan menggunakan essesial oil citrus, Jasmine dan vanila. Evaluasi yang dilakukan pada sediaan solid parfume dengan menggunakan beberapa metode diantaranya dengan uji hedonik, uji sensori, uji scoring, uji gravimetri dan uji stabilitas. Dan dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan konsentrasi terbaik dari karagenanan sebagai basis adalah karagenanan 2,5% dan nilam 2% sebagai fixatif. Dari hasil tes uji hedonik essensial oil yang paling banyak disukai dari ketiga formula adalah formula dengan essensial oil citrus. Sedangkan solid parfume dengan vanila memiliki ketahanan wangi yang lebih awet dibandingkan dengan citrus dan jasmine. Dari hasil evaluasi stabilitas ketiga formula didapatkan hasil sediaan solid parfume yang stabil. Abstract Green perfume is a familiar product used in everyday life as a need to appear confident. Perfume is amixture of aromatic compounds, essential oils, fixatives, and solvents used to provide fragrance. Solidparfume is a solid perfume that is generally made of a mixture of fume oil and wax. The method usedin this study is an experimental method consisting of 6 stages including material selection,preformulation, manufacture, yield, evaluation and finished products. This research aims to makesolid perfume formulation with karagenanan base by using essesial oil citrus, Jasmine and vanilla. Theevaluation was performed on solid solid parfume by using several methods such as hedonic test,sensory test. scoring test, garvimetry test and stability test. And from research conducted can beconcluded the best concentration of carrageenan as base is carrageenan 2,5% and patchouli 2% as fixative. From the test results of the most preferred hedonic essential oil test of the three formulas is a formula with citrus oil essensial. While solid perfume with vanilla has a more durable fragrant resistance compared with citrus and jasmine. From the result of stability evaluation of the three formulas we get solid stable parfume dosage result.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN SAWO MANILA (Manilkara zapota L) SEBAGAI ANTIDIARE TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus) In Rahmi Fatria Fajar; Hanggoro Dwi Cahyo
IONTech Journal Vol. 1 No. 1 (2020): Agustus 2020
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62702/ion.v1i1.24

Abstract

Abstrak Daun sawo diketahui mengandung alkaloid, saponin, tanin, fenolik, flavonoid, steroid, triterpenoid dan glikosida.Salah satu kandungan yang terdapat didalam daun sawo adalah senyawa tanin.Tanin mempunyai sifat adstringen yang diperuntukkan untuk mengatasi disentri dan diare. Diare adalah keadaan buang air besar lembek atau cair, dapat bercampur darah atau lendir, dengan frekuensi 3 kali atau lebih dalam waktu 24 jam dan disertai dengan muntah, demam, rasa tidak enak di perut dan menurunnya nafsu makan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antidiare ekstrak etanol daun sawo pada mencitputih jantan (mus musculus).Metode penelitian pembuatan ekstrak dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70 %. Dosis ekstrak yang digunakan adalah 150 mg/22gBB, 300 mg/22gBB dan 600 mg/22gBB, Na CMC sebagai kontrol negatif dan loperamid sebagai kontrol positif.Pengujian aktivitas antidiare ekstak etanol daun sawo menggunakan metode defekasi dengan pengamatan beberapa parameter seperti pengamatan awal terjadi diare, frekuensi diare, berat fases dan lama terjadi diare setiap 30 menit selama 4 jam.Hasil penelitian menunjukkan Aktivitas antidiare dengan metode defekasi diketahui bahwa ekstrak etanol daun sawo dosis 300 mg/22gBB dan 600 mg/22gBB tidak berbeda signifikan dengan kontrol positif sedangkan Pemberian Na CMC 0,5% dan dosis 150 mg/22gBB berbeda signifikan dengan kontrol positif. Hasil analisa data menggunakan one way ANOVA, kemudian dilanjutkan dengan uji HSD.Kesimpulan ekstrak etanol daun sawo dengan analisauji statistik anova (p<0,05) yang mempunyai aktivitas antidiare pada mencit jantan dengan metode defekasi yang diinduksi dengan minyak jarak adalah dosis 600 mg/22gBB dan 600 mg/22gBB. Abstract Sapodilla leaves are known to contain alkaloids, saponins, tannins, phenolics, flavonoids, steroids, triterpenoids and glycosides. One of the ingredients contained in sapodilla leaves is the tannins compound. Tannins has astringent properties intended to treat dysentery and diarrhea. Diarrhea, which is soft or liquid bowel movements, can be mixed with blood or mucus, with a frequency of 3 times or more within 24 hours and is accompanied by vomiting, fever, discomfort in the stomach and decreased appetite. The purpose of this study was to determine the antidiarrheal activity of ethanol extract of sapodilla leaves in mice(mus musculus). Extracts were made by maceration using 70% ethanol solvent. The extract dosage used was 150 mg / 22gBB, 300 mg / 22gBB and 600 mg / 22g BB, Na CMC as a negative control and loperamide as a positive control. Examination of the ethanol antithrare activity of sapodilla leaf using defecation method by observing several parameters such as the initial occurrence of diarrhea, frequency of diarrhea, weight of fases and duration of diarrhea every 30 minutes for 4 hours.The results showed antidiarrheal activity with defecation method is known that ethanol extract of sapodilla leaves with dose of 300 mg/22g BB and 600 mg/22gBB did not differ significantly with positive control whereas administration of 0.5% CMC Na and dose of 150 mg/22gBB were significantly different from positive control. The results of data analysis using one way ANOVA, then proceed with the HSD test. Conclusion ethanol extract of sapodilla leaves with anova statistical test analysis (p <0.05) which has antidiarrheal activity in male mice with defecation method induced with castor oil is a dose of 600 mg / 22g BW and 600 mg / 22g BW.