Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ISOLASI MIKROBA PENGHASIL ENZIM GLUKOAMILASE PADA TANAH LIMBAH PENGGILINGGAN PADI DI DAERAH JATI MAUK TANGERANG Febri Hidayat; Ekadipta Ekadipta; Adinda Riskia Indriani Putri
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v3i2.5894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan mikroba potensial penghasil enzim glukoamilase. Enzim glukoamilase bekerja menghidrolisis amilum atau pati menjadi glukosa. Dalam industri glukoamilase dipakai pada proses produksi sirup glukosa dan sirup fruktosa. Dengan demikian, pengolahan hasil alam indonesia yang mengandung amilum atau pati misalnya beras, singkong, dll dapat dilakukan secara optimal. Adapun cara penapisan mikroba, dilakukan dengan cara membiakan mikroba yang terdapat pada tanah tumpukan limbah pada media Nutrien Agar (NA)-Pati dan Potato Dextrose Agar (PDA)-Pati. Pada meda yang ditumbuhi koloni diberi larutan lugol. Adanya daerah bening disekitar koloni menandakan bahwa koloni mikroba tersebut menghasilkan enzim amilase. Koloni kemudian diisolasi dan dimurnikan dengan cara goresan. Adanya glukosa pada media menandakan bahwa mikroba menghasilkan enzim glukoamilase. identifikasi glukosa pada media dilakukan dengan uji fehling dan metode Kromatografi lapis tipis.  Hasil menunjukkan bahwa Pada tanah limbah penggilinggan padi didaerah Jati Mauk Tangerang dengan menggunakan metode ini tidak ditemukan bakteri yang positif dapat menjadi mikroba penghasil enzim glukoamilase. Namun ditemukan dua jenis jamur yang potensial penghasil enzim glukoamilase.
Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Umbi Bit (Beta Vulgaris L.) Dengan Metode Bslt (Brine Shrimp Lethality Test) Fauzy Arif Budiman; Febri Hidayat
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 3 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i3.129

Abstract

Uji toksisitas merupakan suatu uji pendahuluan yang dilakukan untuk mengetahui efek toksik dan ambang batas penggunaan suatu tumbuhan sebagai obat. Umbi bit (Beta vulgaris L.) termasuk famili Chenopodiaceae. Umbi bit diketahui mengandung metabolit sekunder senyawa seperti flavonoid dan fenolik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi toksisitas akut ekstrak etanol umbi bit (Beta vulgaris L.) terhadap larva Artemia salina Leach dengan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) yang ditunjukkan dengan nilai LC50. Penelitian eksperimental ini menggunakan 180 ekor larva Artemia salina Leach yang dibagi menjadi 1 kontrol negatif dan 5 kelompok seri konsentrasi ekstrak, masing-masing terdiri dari 10 ekor larva dengan replikasi 3 kali untuk tiap perlakuan. Konsentrasi ekstrak berturut-turut adalah 1000, 500, 200, 100 dan 50 ppm. Hasil pengamatan adalah terhadap larva yang mati 24 jam setelah pemberian ekstrak. Hasil dari analisis probit menunjukkan nilai LC50 dari ekstrak etanol umbi bit (Beta vulgaris L.) adalah 239.82 ppm. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol umbi bit (Beta vulgaris L.) memiliki potensi toksisitas akut terhadap larva Artemia salina Leach menurut metode BSLT yang ditunjukkan dengan nilai LC50 < dari 1000 ppm.
Pengaruh Antara Pendidikan, Pekerjaan, dan Pengetahuan mengenai COVID-19 Terhadap Kepatuhan Penerapan PSBB dengan Menggunakan Metode Path Analysis di Wilayah JaBoDeTaBek Ekadipta Ekadipta; Febri Hidayat; Dede Komarudin; Priyonggo Artaji; Isngunaenah Isngunaenah; Mita Sukamdiyah
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 8, No 1 (2021): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v8i1.4390

Abstract

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan agar warga khususnya yang berada di zona merah membatasi aktivitasnya, terlebih lagi ke luar kota untuk mencegah penyebaran COVID-19 lebih lanjut di wilayah lain (zona hijau). Penelitian ini bertujuan apakah terdapat pengaruh baik langsung maupun tidak langsung antara pendidikan dan pekerjaan melalui pengetahuan mengenai COVID-19 terhadap kepatuhan pelaksanaan penerapan PSBB di wilayah JaBoDeTaBek. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif dan instrument penelitian yang digunakan adalah kuisioner. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling yang bertujuan untuk membagi sampel kedalam wilayah JaBoDeTaBek. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berdomisili di wilayah JaBoDeTaBek sebanyak 27.957.194 jiwa dengan jumlah sampel yang diambil sebesar 400 responden. Penelitian ini menggunakan analisis  multivariate dengan metoda two equation path analysis model untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung. Hasil yang didapat adalah pendidikan memiliki pengaruh signifikan secara tidak langsung melalui pengetahuan mengenai COVID-19 terhadap kepatuhan penerapan PSBB (0,094). Sementara pekerjaan memiliki pengaruh signifikan secara tidak langsung melalui pengetahuan mengenai COVID-19 terhadap kepatuhan penerapan PSBB (-0,009). Sedangakan, pengetahuan mengenai COVID-19 mempunyai pengaruh langsung sebesar 0,566 terhadap kepatuhan penerapan PSBB.
Penyuluhan DAGUSIBU dan Penyuluhan Penyakit Degeneratif dalam Upaya Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Masyarakat di Pulau Panggang Riyadi, Fadhil Atthallah; Wirayuda, Gusti; Pujianto, Heru; Fauziyah, Mutoharoh; Yemima, Syanel; Patimah, Yuniar Siti; Hidayat, Febri
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): JIPPM - Juni 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.442

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh perguruan tinggi untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Dalam hal ini, Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal melaksanakan KKN di RPTRA Tanjong Timor dan Monumen Nasional (MONAS) dengan tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang), penyakit degeneratif, serta pemanfaatan rumput laut sebagai bahan pangan fungsional. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi penyuluhan, skrining pemeriksaan kesehatan, workshop pemanfaatan biota laut, dan uji fitokimia pada jajanan. Selama kegiatan, mahasiswa melakukan sosialisasi, penyampaian materi, diskusi, serta evaluasi terhadap pemahaman masyarakat. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat. Pada penyuluhan DAGUSIBU, disampaikan materi tentang cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar untuk meningkatkan keamanan dan efektivitas pengobatan. Skrining kesehatan seperti pengecekan gula darah, asam urat, dan kolesterol membantu mendeteksi risiko penyakit dini. Sementara workshop pemanfaatan rumput laut Gracilaria Verrucosca memberikan pengetahuan tentang mengolahnya sebagai bahan pangan fungsional untuk mengatasi hipertensi, kolesterol tinggi, dan penyakit kulit. Terakhir, uji fitokimia pada jajanan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bahan berbahaya seperti boraks dan formalin. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan dampak positif bagi masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan terkait dengan kesehatan, pemanfaatan sumber daya alam, serta keamanan pangan.
Penguatan PHBS melalui Penyuluhan Adab Batuk, Cuci Tangan, dan Pemanfaatan Bawang Putih Tunggal di Desa Banjarsari Ciawi-Bogor: Penelitian Syabania Nur Kayla; Sigi Aproditha S; Silva Bunga Renita; Benny; Febri Hidayat
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.1097

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini dilaksanakan di SDN Banjarsari 01, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya etika batuk dan bersin serta mencuci tangan yang baik dan benar. Edukasi dilakukan melalui penyuluhan interaktif dan evaluasi pretest-posttest yang menunjukkan peningkatan pemahaman siswa dari 43% menjadi 80%. Selain itu, dilakukan juga kegiatan skrining kesehatan dan workshop pembuatan minuman herbal dari bawang putih tunggal untuk warga setempat. Hasil pemeriksaan menunjukkan masih banyak warga dengan kadar kolesterol dan asam urat yang tinggi. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi kesehatan secara langsung dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta memberikan solusi praktis dalam menjaga kesehatan melalui pemanfaatan bahan alami
Pemeriksaan Asam Urat Kolesterol dan Gula Darah pada Masyarakat Pengunjung yang Berada di Kawasan Monumen Nasional Jakarta Fajar, In Rahmi Fatria; Fitri, Dewi Rahma; Hidayat, Febri; Komarudin, Dede
Journal of Community Development and Empowerment Vol. 1 No. 4 (2025): Journal of Community Development and Empowerment, July 2025
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/jocdem.v1i4.226

Abstract

Improving public health is a key priority in health development in Indonesia. Health education and health check-ups are interrelated activities and play a crucial role in both promotive and preventive efforts. Health education aims to increase public knowledge, awareness, and healthy living behaviors, while health check-ups serve as early disease detection and risk factor identification. This study aims to improve health in an integrated manner by increasing knowledge and early disease detection among the public in the Jakarta area, especially those visiting the National Monument. The methods used were experimental and lecture methods. Data were collected through pre-test and post-test questionnaires on counseling participants and the results of mass health check-ups. The examination results showed that the majority of visitors suffered from gout and hypertension. Health education for visitors went smoothly. In conclusion, this community service activity went smoothly and was well received by the community.
Uji Aktivitas Antiplatelet Sediaan Infus Kombinasi Bawang Putih (Allium sativum var. solo) Tunggal Pada Mencit Jantan (Mus musculus) In Rahmi Fatria Fajar; Yulis Adriana; Dede Komarudin; Febri Hidayat; Pra Panca Bayu Chandra
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agregasi trombosit yang berlebihan merupakan salah satu faktor utama penyebab gangguan kardiovaskular seperti trombosis dan stroke. Meskipun aspirin dan warfarin secara luas digunakan sebagai agen antiplatelet, penggunaannya dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antiplatelet dari sediaan infusan herbal yang terdiri atas bawang putih tunggal, sari jahe, sari lemon, cuka apel, dan madu, dibandingkan dengan aspirin dan warfarin pada mencit jantan (Mus musculus). Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group dengan jumlah sampel sebanyak 15 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi lima kelompok (n = 3), yaitu kelompok aspirin, warfarin, Na-CMC 0,5% sebagai kontrol negatif, infusan herbal 1 sendok, dan infusan herbal 2 sendok. Perlakuan diberikan secara oral selama 8 hari berturut-turut, kemudian dilakukan pengukuran waktu pembekuan darah pada hari ke-0 dan hari ke-9. Analisis statistik dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed- Rank untuk mengetahui perubahan dalam kelompok, serta uji Kruskal-Wallis untuk membandingkan perbedaan antar kelompok, karena data tidak terdistribusi normal dan tidak homogen (p < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua kelompok mengalami peningkatan waktu pembekuan darah yang signifikan (p < 0,001), yang mengindikasikan adanya aktivitas antiplatelet. Namun, tidak ditemukan perbedaan yang signifikan secara statistik antar kelompok perlakuan (p = 0,766), meskipun kelompok infusan herbal 2 sendok menunjukkan peningkatan nilai perubahan tertinggi secara numerik. Temuan ini menunjukkan bahwa sediaan infusan herbal memiliki potensi sebagai agen antiplatelet alami yang sebanding dengan aspirin dan warfarin, namun diperlukan penelitian lanjutan dengan jumlah sampel yang lebih besar untuk memverifikasi efek tersebut.
Peningkatan Pengetahuan Melalui Edukasi Dagusibu pada Ibu Kader Tentang Dexametason di RW 02 Semanan, Kalideres, Jakarta Barat Mutawalli Sjahid Latief; Febri Hidayat; Eka Dipta; Dede Komarudin; Dewi Rahma Fitri; In Rahmi Fatria Fajar; Yulis Adriana; Jessica Rusli
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 10 No 1 (2026): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v10i1.7341

Abstract

Pengelolaan obat yang tepat di rumah tangga sangat penting untuk menjamin keamanan dan efektivitas terapi. Namun, pengetahuan dan kesiapan ibu kader dalam mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat secara benar masih rendah, sehingga penggunaan obat yang rasional menjadi terhambat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapan ibu kader di RW 02 Kelurahan Semanan, Kalideres, Jakarta Barat melalui edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat secara tepat) menggunakan presentasi dan leaflet, dengan fokus khusus pada penggunaan Dexametason. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif pretest-posttest satu kelompok dengan 72 responden. Hasil pre-test menunjukkan kategori “baik” sebesar 38,9%, yang meningkat menjadi 76,4% pada post-test setelah edukasi. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik (p=0,000; p<0,05). Edukasi DAGUSIBU terbukti efektif meningkatkan pemahaman ibu kader tentang Dexametason dan pengelolaan obat secara umum, sehingga diharapkan mendorong penggunaan obat yang lebih aman, tepat, dan ramah lingkungan di masyarakat.
Analisis Kadar Cemaran Logam Berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) Pada Air Tanah Di Perumahan Perumnas Bekasi Dede Komarudin; Febri Hidayat; Dwi Kurniayu Putri
IONTech Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62702/ion.v2i1.32

Abstract

Abstrak Air sumur dapat tercemar oleh limbah rumah tangga, seperti baterai dan cat. Baterai dan cat termasuk limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) karena mengandung berbagai macam logam berat seperti timbal dan kadmium. Baterai dan cat yang dibuang sembarangan kandungan logam berat dapat mencemari air tanah penduduk. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kadar logam kadmium (Cd) dan timbal (Pb). Sampel air tanah telah diambil dari 9 titik pada perumahan Perumnas I, Perumnas II, dan Perumnas III. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan April 2018, diukur parameter logam di Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi Balai Laboratorium Kesehatan Yogyakarta menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Hasilnya adalah kadar Cd pada titik IA 0,0028 mg/L, IB 0,0047 mg/L, IC 0,0051 mg/L, IIA 0,0056 mg/L, IIB 0,0035 mg/L, IIC 0,0055 mg/L, IIIA 0,0061 mg/L, IIIB 0,0051 mg/L, dan titik IIIC 0,0027 mg/L. Kadar Pb pada titik IA 0,0264 mg/L, IB 0,0443 mg/L, IC 0,0509 mg/L, IIA 0,0453 mg/L, IIB 0,0362 mg/L, IIC 0,0457 mg/L, IIIA 0,0061 mg/L, IIIB 0,0051 mg/L, dan titik IIIC 0,0027 mg/L. Kadar logam Cd yang melebihi ambang batas berdasarkan Permenkes RI No 32 Tahun 2017 terdapat pada titik IC, titik IIA, titik IIC, titik IIIA dan titik IIIB. Kadar logam Pb yang melebihi ambang batas berdasarkan Permenkes RI No 32 Tahun 2017 terdapat pada titik IC dan titik IIIA. Abstract Dug Well is a ground water source used by local people and might to contaminated by local housewaste like chemical batery and wall liquid paint. Liquid paint and chemical batery are dangerous material and poisonous. Those material contains dangerous metal like cadmium and plumbum. Groundwater might be contaminated liquid paint and chemical battery, if not processed correctly. The aims study was identification and determination levels Plumbum (Pb) and Cadmium (Cd), Sample taken from 9 different places (Perumnas 1, perumnas 2, perumnas 3) at April 2018, Samples tested in Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi BalaiLaboratoriumKesehatan Yogyakarta with method was Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). The result was Cadmium levels at point IA 0.0028 mg/L, IB 0.0047 mg/L, IC 0.0051 mg/L, IIA 0.0056 mg/L, IIB 0.0035 mg/L, IIC 0.0055 mg/L, IIIA 0.0061 mg/L, IIIB 0.0051 mg/L, and point IIIC 0.0027 mg/L. Plumbum levels at point IA 0.0264 mg/L, IB 0.0443 mg/L, IC 0.0509 mg/L, IIA 0.0453 mg/L, IIB 0.0362 mg/L, IIC 0.0457 mg/L, IIIA 0.0061 mg/L, IIIB 0.0051 mg/L, and point IIIC 0.0027 mg/L. Contains Cadmium metal in dangerous level based on Permenkes RI no 32 2017. First samples IC, IIA, IIC, IIIA and IIIB. Based on the samples, sample number IC and IIIA have the most highPlumbum (Pb) contamination level.
FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN SAMPO DARI LENDIR BEKICOT (Achatina fulica) Febri Hidayat; Iin Hardiyati; Kiki Indah Noviati
IONTech Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62702/ion.v2i1.36

Abstract

Abstrak Lendir bekicot mengandung enzim-enzim yang berfungsi untuk mengembalikan kondisi kulit dan rambut yang rusak. Rambut juga berfungsi sebagai pengatur suhu, pendorong penguapan keringat, dan sebagai indera peraba yang sensitif. Salah satu sediaan perawatan rambut yaitu sampo. Sampo merupakan sediaan kosmetik yang digunakan sebagai pembersih rambut dan kulit kepala dari segala kotoran di antaranya minyak, debu, sel-sel yang sudah mati dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah lendir bekicot dan formulasi sediaan sampo pada formula 1 (3%), formula 2 (4%), dan formula 3 (5%) memiliki efektivitas untuk menumbuhkan rambut pada kelinci. Hasil penelitian telah terbukti bahwa lendir bekicot dapat diformulasikan sebagai sediaan sampo penumbuh rambut yang memenuhi persyaratan seperti organoleptik, pH, viskositas dan tinggi busa. Sampo dari lendir bekicot berwarna bening kecoklatan dengan rentang pH 4,73-5,7; viskositas 11.820-25.030 cps, tinggi busa 5,06-6,05 cm. Sampo penumbuh rambut dari lendir bekicot dengan konsentrasi 5% (F3) mempunyai efektivitas pertumbuhan rambut paling baik dibandingkan dengan konsentrasi 3% (F1) dan 4% (F2). Dengan hasil pertumbuhan rambut kelinci selama 15 hari pada konsentrasi 5% (F3) mencapai 0,7 cm, 4% mencapai 0,3 cm dan 3% mencapai 0,01 cm. Abstract Snail mucus contained enzymes that function to restored damaged skin and hair. Hair also functions as a temperature regulator, drove sweat evaporation, and as a sensitive sense of touched. One of the hair care preparation is shampoo. Shampoo is a cosmetic prepared that is used as a cleanser of hair and scalp from all dirt include oil, dust, dead cells and so on. This study aims to determined whether snail mucus and formulation of shampoo prepared in formula 1 (3%), formula 2 (4%), and formula 3 (5%) have the effectiveness to grow hair in rabbits. The results of the study have proven that snail mucus can be formulated as a preparation for hair growth shampoo that met requirements such as organoleptic, pH, viscosity and high foam. Shampoo from snail mucus is brownish cleared with a pH range of 4.73-5.7; viscosity of 11.820-25,030 cps, foam height 5.06-6.05 cm. Hair growth shampoo from snail mucus with a concentration of 5% (F3) has the best hair growth effectiveness compared to concentrations of 3% (F1) and 4% (F2). With rabbits hair growth results for 15 days at a concentration of 5% (F3) reached 0.7 cm, 4% reached 0.3 cm and 3% reached 0.01 cm.