Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Maneki Neko dalam Sejarah dan Budaya Tionghoa Evolusi dan Pengaruhnya dalam Masyarakat Ahmad Fajri; Imran Abdoel Gani; Radiatul Adawiyah
Jambura History and Culture Journal Vol 8, No 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jhcj.v8i2.38175

Abstract

Maneki Neko is a cultural symbol originating from Japanese tradition that has been adopted and integrated into Chinese culture and diaspora communities. This study aims to explain the historical origins of Maneki Neko, its reception in Chinese culture, and its influence on economic and spiritual practices. The research method used is descriptive qualitative with a literature review approach, examining various historical, cultural, and contemporary sources. The results show that this symbol originated in Japan during the Edo period and spread to Chinese culture through. trade and migration. Maneki Neko functions as a symbol of attracting fortune and customers in the economy, as well as a spiritual symbol bringing optimism and protection. Maneki Neko demonstrates the close relationship between economics, spirituality, and cultural identity in modern society, becoming a cross-cultural symbol that unites these elements.
History Of Spice Trade And Chinese Brokers In Aceh Ahmad Fajri; Radiatul Adawiyah
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Pendidikan Vol 13 No 1 (2026): JURNAL SEUNEUBOK LADA (In Progress)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jsnbl.v13i1.13441

Abstract

In the 16th to 18th centuries, the Acehnese spice trade played an important role in the provincial economy. It connects it with international trade routes through the Straits of Malacca. As intermediaries in the spice trade, Chinese brokers play an important role in connecting Aceh with global markets, including China, India, and Europe. This study explores the role of Chinese brokers in the dynamics of the spice trade and how this interaction affects Aceh's position in international trade In this study uses the Historical method, involving the analysis of historical events through a systematic series of actions. It begins by gathering secondary historical sources, including Books and Articles in Journals. After that, source criticism is done to ensure that the information obtained is genuine and credible. The study found that Chinese brokers helped accelerate spice trade routes and strengthen Aceh's economic ties with other countries, strengthening Aceh's position in the global trade network.
TRAUMA HEALING MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL BERBASIS BUDAYA LOKAL BAGI SISWA TERDAMPAK BENCANA ALAM DI SMK NEGERI 1 IDI RAYEUK Syahri Ramadhan; Ahmad Fajri; Nadra Akbar Manalu; Melly Tria Utari; Rika Wirandi; Wita Dwi Payana; Melda Munawarah; Ine Salvani Renggali SY; Rizka Ayunda
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Inpress Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.57583

Abstract

Bulan November tahun 2025, terjadi bencana alam pada beberapa wilayah di Pulau Sumatera, salah satu wilayah yang terdampak bencana yaitu Aceh Timur di kecamatan Idi Rayeuk yang terkena banjir bandang. Banjir ini menimbulkan kerusakan cukup parah dari infrastruktur, ekonomi, hingga pendidikan. Upaya pemulihan berkala dari pemerintah, relawan, dan masyarakat sekitar seperti distribusi makanan, perbaikan infrastruktur, membersihkan lumpur yang tersisa sudah dilakukan. Namun, pemulihan psikologis pada anak sering luput dari perhatian karena terbatasnya tenaga medis untuk mengatasi trauma healing. Masalah psikologis jika tidak segera diatasi akan menimbulkan gangguan mental jangka panjang seperti depresi, kecemasan, stres, hingga kesulitan bersosialisasi. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode yang terdiri dari tahapan-tahapan berikut ini: 1) tahapan persiapan dan sosialisasi, meliputi kegiatan survei awal serta koordinasi dengan mitra, 2) tahapan pelaksanaan dan penerapan, yaitu penerapan pendampingan trauma healing melalui permainan tradisional kepada siswa, dan 3) tahapan pendampingan dan evaluasi, difokuskan pada penilaian dampak kegiatan terhadap kondisi psikososial siswa. Pengabdian ini diharapkan dapat memberikan solusi terhadap pemulihan pascabencana, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan remaja, karena jika tidak segera diatasi akan berdampak panjang pada aspek psikososial anak. Upaya pemulihan dilakukan melalui media permainan tradisional berbasis budaya lokal. Aktivitas bermain memungkinkan anak mengekspresikan emosi secara nonverbal, mengalihkan fokus dari pengalaman traumatis, dan kemampuan kontrol diri. Selain hiburan, permainan tradisional juga dapat menjadi wadah untuk melestarikan budaya lokal.
NAGARI SILANTAI, SUMPUR KUDUS, KABUPATEN SIJUNJUNG: SAKSI SEJARAH PERJUANGAN PEMBENTUKAN PEMERINTAHAN DARURAT REPUBLIK INDONESIA (PDRI) Ahmad Fajri
NAPAK TILAS: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sejarah Vol. 1 No. 1 (2025): JURNAL NAPAK TILAS (DECEMBER)
Publisher : NAPAK TILAS: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas perjalanan pembentukan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang dipimpin oleh Syafruddin Prawiranegara di Silantai, Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat pada tahun 1949. Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran Sumpur Kudus sebagai lokasi penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, terutama setelah Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda. Syafruddin Prawiranegara, yang diberi mandat untuk membentuk pemerintahan sementara, memimpin perjalanan menuju Sumpur Kudus yang penuh tantangan, melintasi jalur darat dan sungai yang sulit dijangkau. Menggunakan metode kualitatif dengan wawancara dan observasi langsung, penelitian ini mengungkapkan bahwa Sumpur Kudus bukan hanya tempat persinggahan, tetapi juga lokasi sidang kabinet PDRI yang membahas masa depan Republik Indonesia. Sidang ini memperlihatkan komitmen para pejuang untuk melanjutkan perjuangan kemerdekaan. Kesimpulannya, Sumpur Kudus memiliki peran vital dalam mempertahankan eksistensi Indonesia dan menjadi simbol semangat perjuangan bangsa yang perlu dilestarikan dalam sejarah Indonesia.