Wahyu Laraswati
Universitas Sulawesi Barat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembelajaran Deep Learning sebagai Strategi Penguatan Literasi Membaca Siswa Sekolah Dasar pada Era Kurikulum Merdeka Dedy Irawan; Adam Latuconsina; Wahyu Laraswati; Muslim Muslim
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.727

Abstract

Reading literacy is a fundamental competency that supports elementary school students in understanding information, developing critical thinking skills, and constructing knowledge meaningfully. However, reading instruction in elementary schools is still frequently oriented toward memorization and literal comprehension, resulting in limited higher-order thinking abilities among students. This study aims to analyze deep learning as a strategy for strengthening reading literacy among elementary school students in the era of the Merdeka Curriculum. The study employed a qualitative descriptive approach using the literature study method. Data sources were obtained from national and international scientific articles indexed in Google Scholar, ERIC, Scopus, and Garuda databases published between 2017–2026. From the initial search results, 18 relevant articles were selected and analyzed using content analysis techniques through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that deep learning contributes positively to the improvement of reading comprehension, critical thinking skills, reflective learning, and student engagement in literacy activities. The implementation of strategies such as Problem Based Learning (PBL), Higher Order Thinking Skills (HOTS)-based learning, contextual learning, reflective learning, and digital literacy integration supports more meaningful and student-centered literacy learning. Therefore, deep learning can be considered a relevant pedagogical strategy for strengthening reading literacy in elementary schools in accordance with the objectives of the Merdeka Curriculum
Penguatan Literasi Numerasi melalui Pembelajaran Mendalam dalam Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Muhammad Iqbal; Wahyu Laraswati; Eko Putra; Indra Puji Astuti; Rambang Muharramsyah
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.829

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguatan literasi numerasi melalui pembelajaran mendalam dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di kelas VI SD Negeri 12 Banda Sakti Kota Lhokseumawe dengan melibatkan satu guru dan 22 siswa sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña dengan menerapkan triangulasi sumber serta teknik untuk menjamin kredibilitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran mendalam melalui penggunaan masalah kontekstual, diskusi kelompok, dan keterlibatan aktif siswa mampu menciptakan pengalaman belajar yang bermakna. Kondisi tersebut berkontribusi terhadap penguatan literasi numerasi siswa, yang ditunjukkan melalui kemampuan memahami masalah, menggunakan informasi yang tersedia, serta menentukan strategi penyelesaian yang sesuai. Penguatan literasi numerasi juga mendorong berkembangnya kemampuan berpikir kritis siswa, terutama dalam menganalisis informasi, mengemukakan alasan, dan menarik kesimpulan secara logis. Dengan demikian, pembelajaran mendalam menjadi alternatif yang relevan untuk mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis melalui penguatan literasi numerasi pada siswa sekolah dasar.