Puspitasari, Aldayanti
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Relationship Between Stress and Eating Habits and the Occurence of GERD in Medical Students Puspitasari, Aldayanti; Sukmagautama, Coana; Sari, Amelya Augusthina Ayu; Hermawati, Berty Denny
Smart Medical Journal Vol 7, No 2 (2024): August
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/smj.v7i2.85024

Abstract

Introduction: Gastro Esophageal Reflux Disease (GERD)is a disorder when food that has entered the stomach, goes back up into the esophagus or reflux, from several literature that has been read, in Indonesia many people experience this due to excessive stress, researchers develop existing research using the object and focus of research different. Research was conducted to determine the relationship between stress and eating patterns consisting of regular eating, consumption of spicy food, and consumption of fatty foods in UNS medical faculty students.Method: The research carried out was quantitative research with an observational analytical design and a cross-sectional approach. The research was conducted at the Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret with a sample of 102 students, namely students from the Faculty of Medicine class 2020-2022. In collecting data, researchers used the GERD-Q questionnaire, the meal pattern questionnaire, FFQ and PSS. Followed by analyzing the data through editing, coding, scoring, tabulating, univariate, bivariate and multivariate analysis.Results: (1) There is a significant relationship between stressful conditions and the incidence of Gastroedophageal Reflux Disease (GERD) in UNS medical students; (2) there is a significant relationship between eating habits consisting of regular eating, consuming spicy food, consuming oily food and the incidence of Gastroedophageal Reflux Disease (GERD) in UNS medical students; (3) Based on a multivariate test, it was found that the most significant independent variable in the incidence of Gastroedophageal Reflux Disease (GERD) in UNS medical students was the habit of consuming oily/fatty foods which was 2 times faster in triggering the occurrence of GERD.Conclusion: From the discussion presented, it can be concluded that there is a significant relationship between stress and eating habits and the occurrence of GERD.
Pemanfaatan Sumber Daya Alam Lokal Sebagai Makanan Pendamping ASI di Desa Ngleses, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali Puspitasari, Aldayanti; Gutomo, Arthur Marc; Malika, Aulia; Febriyanti, Dinari; Adila, Henti; Pratomo, Joseph Levy; Supoyo, Nadhifa Mulia Anugerah; Fathahillah, Rajasa; Miftchuljannah, Regita Ayu; Andriani, T. Amelia Carolin Peggy; Pamungkasari, Eti Poncorini
Smart Society Empowerment Journal Vol 4, No 2 (2024): Juli
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v4i2.78574

Abstract

Pendahuluan: Permasalahan kesehatan yang hingga kini masih dialami oleh masyarakat Desa Ngleses justru banyak terjadi di balita yakni kejadian stunting. Stunting merupakan kondisi ketika anak mengalami gangguan pertumbuhan fisik dan perkembangan otak serta kecerdasan di mana tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya akibat masalah gizi kronis yang ditandai dengan z-score menurut TB/U kurang dari -2 SD. Faktor risiko terjadinya stunting salah satunya adalah kurang terpenuhinya kebutuhan gizi. Pemberian MPASI yang terlambat mengakibatkan kurangnya makanan ekstra yang dibutuhkan anak untuk mengisi kesenjangan energi dan nutrisinya. Oleh sebab itu, Workshop MPASI ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu-ibu mengenai MPASIMetode: Metode yang dilakukan adalah melakukan pemberian edukasi mengenai MPASI dengan memanfaatkan sumber daya lokal dan demonstrasi pembuatan beberapa resep MPASI ke ibu hamil dan ibu dengan balita. Sasaran dari program ini adalah 20 orang ibu dari balita di Desa Ngleses. Media yang digunakan adalah berupa Power Point dan juga demo memasak dengan peralatan masak seperti kompor, gas, wajan, dan sudip. Prosedur pelaksanaan kegiatan adalah persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan analisis. Evaluasi dilakukan dengan instrumen berupa soal ujian pre-test dan post-test yang diberikan sebelum dan sesudah pemaparan materi.Hasil dan pembahasan: Dalam proses pelaksanaan, 20 ibu-ibu Desa Ngleses yang hadir menunjukkan atensi dan antusias yang baik dalam mengikuti pemaparan materi dan demonstrasi masak. Tingkat pemahaman peserta juga meningkat yang dilihat dengan cara membandingkan nilai post-test dengan nilai pre-test peserta. Rata-rata nilai pre-test adalah 50 dan rata-rata nilai post-test adalah 79 sehingga terjadi peningkatan nilai sebanyak 29 poin. Selain itu, dari program ini dihasilkan 6 resep makanan pendamping ASI disertai dengan harga pokok penjualan yang dikompilasi membentuk buku resep. Nantinya buku tersebut akan dibagikan kepada ibu-ibu kader sebagai salah satu luaran program ini.Kesimpulan: Workshop pemanfaatan sumber daya alam lokal sebagai pendamping ASI efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita.