Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

THE CORRELATION BETWEEN IRON DEFICIENCY ANEMIA AND NUTRITIONAL STATUS IN TODDLERS AT UNS HOSPITAL Albashiry, Muhammad Iqbal; Sari, Maria Galuh Kamenyangan; Munawaroh, Siti; Landiasari, Debby Andina
Placentum: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Aplikasinya Vol 12, No 2 (2024): August
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/placentum.v12i2.84382

Abstract

Background: Anemia occurs in 1 in 3 toddlers in Indonesia. Iron deficiency anemia (IDA) is one of the most common causes of anemia in toddlers. Iron deficiency affects the synthesis of DNA, neurotransmitters, and mitochondrial cytochrome. Lacking nutrition can cause health problems in toddlers. This is characterized by the nutritional status of toddlers classified as short or underweight. This study aims to determine the correlation between IDA and nutritional status in toddlers.Method: This research is an analytical observational study with a cross sectional approach. The population for this study were toddlers who had been treated at UNS Hospital from 2021 to 2023. The samples in this study were taken using purposive sampling, totaling 115 toddlers. The independent variable is IDA and the dependent variable is the toddler's nutritional status. Data analysis used the Spearman test with SPSS version 25.Result: This study showed 75 IDA toddlers and 40 others had normal hemoglobin. The toddlers were tested with 2 z-score indicators. The highest number of test results with the Weight/Length indicator was -2SD to 2SD (good nutrition) with a total of 87 toddlers and the Length/Age indicator was -2SD to 2SD (normal) with a total of 67 toddlers. It was analyzed using the Spearman test and a significant value of 0.235 for the Weight/Length indicator and 0.140 for the Length/Age indicator. Both indicators show results of more than 0.05 (p > 0.05).Conclusion: There is no significant correlation between iron deficiency anemia and nutritional status in toddlers at UNS Hospital.
Pelatihan Manajemen Stunting pada Anak Baduta dan Peranan Pangan Kebutuhan Medis Khusus (PKMK) bagi Perawat Kamenyangan Sari, Maria Galuh; Indriani, Astri Tantri; Landiasari, Debby Andina; Dyanneza, Frieska; Novitasari, Ririn Kartika; Kadafi, Muamar; Riyansari, Septina
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 12, No 2 (2023): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v12i2.67782

Abstract

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang berakibat gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah dari standar usianya. Kondisi tubuh anak yang pendek seringkali dikaitkan sebagai faktor keturunan (genetik) dari kedua orang tuanya, sehingga masyarakat banyak yang hanya menerima tanpa berbuat apa-apa untuk mencegahnya.Pencegahan stunting merupakan salah satu fokus pemerintah yang bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal dan menjadi generasi masa depan yang berkualitas. Perawat merupakan salah satu komponen tenaga kesehatan yang mempunyai peranan penting dalam hal pencegahan stunting, baik mengenai pengkajian risiko penyebab stunting maupun tatalaksananya. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan manajemen stunting bagi anak usia dibawah 2 tahun bagi perawat. Pengabdian ini kami wujudkan dalam bentuk pelatihan dengan susunan materi yang berkaitan dengan manajemen stunting dan peran PKMK dalam mengatasi stunting. Mitra kegiatan pengabdian ini adalah PPNI RS UNS.Subjek kegiatan pengabdian ini adalah 65 perawat Rumah Sakit UNS. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran para perawat terkait pentingnya stunting dan penatalaksanaannya pada anak sebelum 2 tahun dibandingkan sebelum penyuluhan.  Secara bertahap akan kami selenggarakan pelatihan bagi Dokter Umum Rumah Sakit UNS, Dokter Umum dan Perawat-perawat di Puskesmas maupun Klinik Pratama yang berada di sekitar RS UNS, juga nantinya kami berharap akan menyentuh masyarakat awan di lingkungan Sukoharjo pada khususnya dan masyarakat luas di luar lingkungan Kabupaten Sukoharjo.  Semua usaha tersebut kami lakukan sebagai wujud komitmen besar Rumah Sakit UNS untuk memberantas stunting dan menjadi bagian dari pencetak generasi penerus yang lebih baik.
Telusur Infeksi Tuberkulosis Laten pada Populasi Berisiko dan Investigasi Kontak pada Lingkup Puskesmas Gajahan Surakarta Apriningsih, Hendrastutik; Hapsari, Brigitta Devi Anindita; Siregar, Sihsusetyaningtyas Tiominar; Prabowo, Nurhasan Agung; Putri, Desy Puspa; Landiasari, Debby Andina; Mirshanti, Farahdila; ., Yunita; Fahmiati, Cahyani
Smart Society Empowerment Journal Vol 5, No 3 (2025): November
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v5i3.105855

Abstract

Pendahuluan: Indonesia merupakan salah satu dari negara dengan beban Tuberkulosis (TB) tertinggi di dunia. Penemuan Infeksi TB laten (ITBL) dan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) merupakan salah satu strategi dalam upaya menurunkan beban TB nasional. Program Penanggulangan TB merubah strategi penemuan pasien TB aktif secara intensif dan masif berbasis keluarga dan Masyarakat. Pelacakan populasi berisiko dan investigasi kontak memiliki peran penting pada strategi ini. Diagnosis ITBL saat ini menggunakan Tuberculin Skin Test (TST) atau Interferon Gamma-Release Assay (IGRA). Metode: Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk memberikan penyuluham mengenai ITBL dan pemberian TPT, serta peningkatan penemuan kasus ITBL pada investigasi kontak dan populasi berisiko yaitu pasien Diabetes Melitus (DM) di lingkup Puskesmas Gajahan Surakarta. Dilakukan pre-test dan post-test untuk evaluasi kegiatan penyuluhan tersebut.Hasil dan pembahasan: Pemeriksaan tes tuberkulin pada 26 responden IK didapatkan 11 responden dengan hasil positif (42,3%) dan 25 responden dengan penyakit komorbid DM didapatkan 10 responden (40,0%) hasil positif.Kesimpulan: Kegiatan telusur ITBL pada investigasi kontak dan populasi DM sangat diperlukan untuk membantu penurunan angka kejadian TB aktif.
Peningkatan Pengetahuan Tenaga Medis PPK 1 Area Rumah Sakit UNS dalam Deteksi Dini dan Tata Laksana Glaukoma Tandiyo, Desy Kurniawati; Eliza, Dyah Ayu; Landiasari, Debby Andina; Noviastuti, Kartika; Prasetiyono, Heru
Smart Society Empowerment Journal Vol 4, No 3 (2024): November
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v4i3.84610

Abstract

Pendahuluan: Glaukoma adalah penyebab kebutaan permanen nomor dua setelah katarak di Indonesia yang sering tidak disadari oleh penderita.  World Health Organization (WHO) memprediksi jumlah penderita Glaukoma di dunia mencapai sekitar 60,7 juta orang di tahun 2010 dan akan menjadi 79,4 juta di tahun 2020.  Kegiatan Pengabdian berupa seminar  kesehatan sebagai sarana edukasi   bagi tenaga kesehatan di PPK 1 terkait deteksi dini pada pasien dengan glaukoma sehingga bisa cepat dapat dilakukan tatalaksana dan menghindarkan pada perburukan yang bisa menyebabkan hilangnya penglihatan.Metode: Langkah pengabdian meliputi perencanaan, pengumpulan bahan  dan materi, kegiatan edukasi terkait deteksi dini dan tatalaksana glaukoma, dan pemberian kuisioner pretest dan posttest sebagai bahan evaluasi kegiatan bagi  tenaga kesehatan di PPK1 di area sekitar Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret.Hasil dan Pembahasan: Terdapat perbedaan yang signifikan pada subyek terkait pengetahuan dan tatalaksana dini glaukoma sebelum dan sesudah seminar berdasarkan hasil kuisioner pretest dan posttest yang diberikan ke 23 peserta seminar yang terdiri dari tenaga Kesehatan yang mayoritasnya merupakan tenaga medisKesimpulan: Pengabdian berjalan dengan baik, peserta mengalami peningkatan pengetahuan terkait cara untuk deteksi dini dan penatalaksanaan glaukoma.