Arief, Risya Cilmiati R
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Upaya Percepatan Penurunan Kejadian Karies dan Plak Gigi melalui Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut pada Balita di Desa Kedungwaduk, Kabupaten Sragen Pujiyati, Alfiyah; Prayitno, Adi; Saptiwi, Betty; Arief, Risya Cilmiati R; Susanti, Widia; Ramadhani, Aulya Permata; Nadjib, Ilham Amirudin; Pratama, Rafi Mularoka; Prameswari, Ragil
Smart Society Empowerment Journal Vol 5, No 1 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v5i1.98494

Abstract

Pendahuluan: Salah satu komponen krusial tubuh merupakan kesehatan gigi dan mulut. Perawatan gigi dan mulut merupakan langkah yang penting untuk menjaga kesehatan mulut. Kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan gigi dan mulut dapat membuat seseorang tidak mengetahui penyebab dan cara pencegahan gigi berlubang. Sebanyak 90% anak-anak yang berusia 5 tahun di Indonesia mengalami karies gigi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menurunkan kejadian karies gigi di Desa Kedungwaduk.Metode: Metode yang digunakan adalah metode sosialisasi dan metode praktik. Metode sosialisasi dilakukan dengan memberikan penyuluhan mengenai kartu “SENYUM” untuk orangtua dan pelatihan cara mencuci tangan serta menggosok gigi yang benar untuk anak di taman kanak-kanak. Metode praktik dilakukan dengan pemeriksaan plak gigi, pengisian kartu "SENYUM” selama 21 hari, dan evaluasi kartu “SENYUM” setelah 21 hari.Hasil dan pembahasan: Hasil dari kegiatan penyuluhan mendapatkan antusiasme dari orangtua balita. Hasil pemeriksaan gigi menunjukkan 19 dari 20 balita yang hadir memiliki karies gigi. Orangtua juga dapat menerapkan metode kartu “SENYUM” dan dievaluasi di kemudian hari. Kegiatan pelatihan cuci tangan dan menggosok gigi yang benar diikuti serta dipraktikkan oleh siswa taman kanak-kanak di Desa Kedungwaduk.Kesimpulan: Banyak balita yang belum menjaga kesehatan gigi dengan benar. Sebanyak 95% balita yang mengikuti acara penyuluhan memiliki karies gigi. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan sudah cukup menyeluruh karena menjangkau orangtua dan balita.