Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Hubungan Konsumsi Fast Food dan Soft Drink dengan Kejadian Obesitas pada Remaja Usia 15-17 Tahun Barokah, Falah Indriawati; Mudigdo, Ambar; Prayitno, Adi
Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi Pascasarjana Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Fast food dan soft drink keduanya banyak mengandung gula, terutama gula buatan. Gula buatan terbukti tidak baik untuk kesehatan karena dapat menyebabkan obesitas jika dikonsumsi terus menerus. Sehingga penulis tertarik untuk mengetahui hubungan konsumsi fast food dan soft drink dengan kejadian obesitas pada remaja umur 15-17 tahun.Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X dan XI SMA Muhammadiyah 3 Jakarta dengan jumlah sampel 105 siswa. Teknik pengumpulan data dengan food frequency questionnaire dan formulir food recall. Data yang terkumpul dianalisis dengan Regresi Linear Berganda.Hasil : Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi fast food dengan kejadian obesitas remaja (β = 0,111) dan (p = <0,001) dengan persamaan (Y = 0,1X). Terdapat hubungan yang signifikan antara selera konsumsi soft drink dengan kejadian obesitas remaja (β = 0,05) dan (p = 0,018) dengan persamaan (Y = 0,05X). Semakin banyak remaja mengkonsumsi soft drink, dan fast food maka semakin tinggi risiko kejadian obesitas pada remaja umur 15-17 tahun. Kadar kortisol rata-rata pada siswa obesitas (A) dan non obesitas (B) berbeda tidak signifikan (A:B = 9,47:9,76).Kesimpulan : Sehingga kesimpulan yang didapat pada penelitian ini adalah bahwa fast food dan soft drink keduanya banyak mengandung karbohidrat. Selanjutnya kelebihan karbohidrat akan diubah menjadi asam lemak oleh hormon kortisol yang ditandai dengan terjadinya obesitas. Keywords : Fast Food, Soft Drink, Obesitas
Pengaruh Media Puzzle Tumpeng Gizi Seimbang Terhadap Pengetahuan Gizi dan Pola Makan Anak Taman Kanak – Kanak Thamrin, Hermawati; Santoso, Santoso; Prayitno, Adi
Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi Pascasarjana Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Pendidikan gizi sangat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan gizi murid, membentuk sikap positif terhadap makanan bergizi dalam rangka membentuk kebiasaan makan yang baik. Kurang gizi pada anak TK umumnya disebabkan karena rendahnya pengetahuan gizi dan pola makan anak yang tidak teratur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  pengetahuan gizi dan pola makan anak TK sebelum dan sesudah dilaksanakan metode pendidikan gizi menggunakan media Tumpeng Gizi Seimbang, Untuk mengetahui apakah ada pengaruh dalam pelaksanaan metode pendidikan gizi menggunakan media Puzzle Tumpeng Gizi Seimbang terhadap peningkatan pengetahuan gizi dan pola makananak TK.Metode: penelitian ini menggunakan metode eksperimen, pendekatan cross sectionaldenganpre –eksperimental design bentuk one group pre –post. Populasi penelitian ini adalah semua murid TK Islam Bakti I Karanganyar tahun ajaran 2012/2013 dengan jumlah sampel 30 anak. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner pengetahuan gizi dan formulir food recall pola makan. Data yang terkumpul dianalisis dengan One Way Anova dan dilanjutkan Regresi Linier.Hasil: Penelitian pengetahuan gizi anak TK, One Way Anova menunjukkan adanya peningkatan secara signifikan dari kategori rendah (pvalue = 0.004) menjadi baik (pvalue = 0.000) dan hasil analisis Regresi menunjukkannilai pvalue = 0.002atau< 0.05.  Hasil penelitian pola makan dengan analisis One Way Anova menunjukkan adanya peningkatan secara signifikan(pvalue energi, protein dan vitamin C = 0.000) dan hasil analisis Regresi pola makan (energi nilai pvalue = 0.002, protein nilai pvalue = 0.044 dan vitamin C nilai pvalue = 0.010) atau nilai pvalue< 0.05. Sehingga ada pengaruh metode pendidikan gizi menggunakan media Puzzle Tumpeng Gizi Seimbang terhadap pengetahuan gizi dan pola makan anak TK.Kesimpulan: Pendidikan gizi dilaksanakan secara kontinyu dan berulang – ulang maka pengetahuan gizi dan pola makan (kecukupan zat gizi ; energi, protein, lemak dan vitamin C) anak TK akan semakin meningkat. Kata Kunci : Pendidikan Gizi, Pengetahuan Gizi, Pola Makan , Anak TK
PENGARUH TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH DAN MALONDIALDEHID PADA TIKUS DIABETES MELITUS TIPE 2 Ulya, Lulu Fathnatul; Sugiarto, Sugiarto; Prayitno, Adi
Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi Pascasarjana Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Daun kelor dipercaya mampu mengobati diabetes mellitus. Diabetes Melitus (DM) tipe 2 adalah sindrom metabolik yang disebabkan oleh resistensi insulin dan defisiensi insulin. Hiperglikemia pada akan melemahkan kapasitas sekresi insulin dan menambah berat resistensi insulin. Keadaan hiperglikemia pada DM menyebabkan terjadinya stres oksidatif yang ditandai dengan penurunan antioksidan tubuh. Radikal bebas dapat dinetralisir menggunakan antioksidan. Daun kelor merupakan salah satu tanaman yang mengandung antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tepung daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kadar glukosa darah dan malondialdehid (MDA) pada tikus wistar diabetes tipe 2. Metode : Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratoris dengan rancangan pre and post randomized controlled group design. Sampel adalah tikus wistar jantan umur 8 - 9 minggu. Kontrol negatif (KN) tidak diinduksi streptozotocin (STZ), dan nikotinamid (NA). Kontrol positif (KP) diinduksi streptozotocin (STZ), nikotinamid (NA) tetapi tidak diberikan tepung daun kelor. Kelompok perlakuan (KP) diinduksi STZ dan NA serta diberikan tepung daun kelor (P1) 500 mg/KgBB/hari (P2) 1000 mg/KgBB/hari, (P3) 1500 mg/KgBB/hari diberikan selama 7 hari. Kadar glukosa darah dan MDA diukur sebelum dan sesudah perlakuan. Data dianalisis statistik dengan paired t-test dan pearson correlation serta bermakna jika p < 0,05. Hasil : Hasil pre and post treatment menunjukkan bahwa kadar glukosa darah mengalami kenaikan 0,67±0,84 mg/dl pada kelompok KN (p= 0,108) dan mengalami kenaikan 0,65±0,67mg/dl pada kelompok KP (p=0,052). Kadar glukosa mengalami penurunan 30,83±0,78 mg/dl kelompok P1 (p=0,001), 51,73±1,04 mg/dl kelompok P2 (P=0,001), dan 93±2,56 mg/dl kelompok P3 (p=0,001). Kadar MDA mengalami kenaikan 0,06±0,05 nmol/ml pada kelompok KN (p=0,091) dan 0,11±0,08 nmol/ml pada kelompok KP (p=0,018). Kadar MDA mengalami penurunan 0,74±0,28 pada kelompok P1 (p=0,001), 1,33±0,08 nmol/ml kelompok P2 (p=0,001), 2,37±0,13 nmol/mlkelompok P3 (p=0,001). Hasil koefisiensi uji pearson correlation untuk glukosa darah dan MDA adalah 0,988 dan 0,937 yang artinya memiliki pengaruh sangat kuat. Kesimpulan : tepung daun kelor dapat berpengaruh sangat kuat terhadap kadar glukosa darah dan MDA tikus diabetes mellitus tipe 2. Keywords : daun kelor, tikus diabetes tipe 2, glukosa darah, MDA
Pengaruh Penyuluhan Pola Asuh Terhadap Peningkatan Status Gizi Anak Balita Fadhialh, Tri Marta; Suparyatmo, JB.; Prayitno, Adi
Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi Pascasarjana Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Penyuluhan pola asuh merupakan suatu pendekatan edukatif yang dilakukan dengan cara memberikan perhatian, menyampaikan pesan, mengajak beraktifitas dan memberikan pemikiran/solusi. Kekurangan gizi pada anak usia dibawah lima tahun (balita) antara lain disebabkan oleh pola asuh yang jelek, sehingga terjadi penurunan status gizi anak tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penyuluhan pola asuh (pemberian makanan sehat, praktek kebersihan dan sanitasi lingkungan serta perawatan saat sakit) terhadap peningkatan status gizi balita.Metode: Jenis penelitian ini adalah Pre-experimental dengan rancangan One group pre-test and post-test desain. Sampel terdiri dari balita dengan usia hingga 60 bulan (5 tahun) dengan status gizi kurang yang tinggal di Desa Bangsri dan Karang, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar 1 April hingga Agustus 2013. Teknik pengumpulan data menggunakan kuestioner tentang pola asuh (pemberian makanan sehat, praktek kebersihan dan sanitasi lingkungan, perawatan saat sakit) dan pengukuran BB/TB. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji Paired T-test dan uji Bivariate Correlation.Hasil: Ada 80 balita dikumpulkan. Sebelum konseling tercatat bahwa pemberian makanan sehat dengan 52,40 poin dan sesudah konseling dengan 89,8 poin. Praktek kebersihan dan sanitasi lingkungan dengan 62,73 poin (sebelum) dan 85.42 poin (sesudah). Perawatan saat sakit dengan 55.27 poin (sebelum) dan 82,84 poin (sesudah). Dan nilai BB / TB dengan 1,30 poin (sebelum) dan 0,43 poin (sesudah). Ada perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah penyuluhan tentang pemberian makanan sehat, praktek kebersihan dan sanitasi lingkungan, serta perawatan saat sakit (p = 0,001). Ada pengaruh yang signifikan antara penyuluhan pola asuh (pemberian makanan sehat, praktek kebersihan dan sanitasi lingkungan, serta perawatan saat sakit) dengan peningkatan status gizi balita (p = 0.008).Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah semakin sering dilakukan penyuluhan pola asuh (pola pemberian makanan sehat, praktek kebersihan dan sanitasi lingkungan, dan perawatan saat sakit) semakin meningkat status gizi balita. Kata Kunci : Penyuluhan, Pola Asuh, Status Gizi, Balita
Uji Coba Pemberian Snack Bars Berbahan Dasar Tape Ketan Hitam sebagai Sumber Serat terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Puasa Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Billah, Muhammad Muayyad; Wiboworini, Budiyanti; Prayitno, Adi
Jurnal Penyakit Dalam Indonesia Vol. 10, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction. Managing dietary pattern, including snack schedule, is one of the most important factors in maintaining blood glucose levels in patients with type 2 diabetes mellitus (T2DM). Black glutinous rice tape is one of the foods that contains bioactive nutrient and fiber beneficial to health. This study aimed to determine the effect of snack bars made from black glutinous rice tape on fasting blood glucose levels in T2DM patients. Methods. The study employed a quasi-experimental pre and post-test design with a control group which was conducted among T2DM patients undergoing treatment at Bhayangkara Tk. II Sartika Asih Hospital, Bandung. The study was conducted from October 2022 to January 2023 and involved a total of 22 subjects divided into two groups (treatment and control), selected through the accidental sampling method. The treatment group received a daily intake of 3 x 30 grams sticky rice tape snack bar for 7 days along with nutritional counseling, while the control group did not received the snack bar but received nutritional counseling. Fasting blood glucose (FBG) levels were measured both before and after treatment, then analyzed using a paired sample T-test. The difference in the treatment’s impact between the two groups was assessed using the Wilcoxon test. Results. Statistical analysis showed a reduction in the mean levels of FBG in the control group by 21.36 mg/dL (p=0.111) and in the treatment group by 61.46 mg/dL (p=0.021). There was an impact of consuming black glutinous rice tape snack bars on the reduction of FBG levels in DMT2 patients, with a difference in FBG reduction between the control and treatment groups of 40.10 mg/dL (p=0.018). Conclusion. Administering 3 x 30 grams of black sticky rice tape snack bars for 7 days was effective in reducing the FBG levels in T2DM patients.
Komposisi Media Tanam terhadap Peningkatan Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi (Brassica Juncea L) Merismon, Merismon; Prayitno, Adi; Holidi, Holidi; Bahri, Samsul; Ansiska, Paisal
Inovasi Pembangunan : Jurnal Kelitbangan Vol 6 No 03 (2018): December 2018
Publisher : Balitbangda Provinsi Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35450/jip.v12i01.509

Abstract

Sawi adalah salah satu sayuran penting dengan kandungan nutrisi tinggi yang populer di Indonesia. Budidaya sawi membutuhkan media tanam yang tepat untuk mendukung pertumbuhannya dalam waktu singkat. Penelitian menunjukkan bahwa pemberian sekam bakar pada media tanam meningkatkan hasil panen sawi. Sekam bakar, khususnya dari sekam padi, memiliki sifat yang menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman. Penggunaannya dalam campuran media tanam meningkatkan retensi air, struktur tanah, serta ketersediaan unsur hara. Dengan demikian, memanfaatkan sekam bakar dalam budidaya sawi dapat meningkatkan produktivitas tanaman dan memberikan solusi berkelanjutan dalam pertanian. Penelitian dilakukan di Kelurahan Air Kuti, Kota Lubuklinggau, dari Januari hingga Februari 2017. Bahan-bahan termasuk benih sawi, papan merek, sekam bakar, polybag, pupuk NPK, dan tanah Ultisol. Metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial digunakan dengan 6 level perlakuan dan 4 ulangan. Parameter yang diamati termasuk tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, jumlah polong, berat basah tanaman, berat akar, dan indeks panen. Analisis sidik ragam (ANOVA) dan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) digunakan untuk menganalisis data. Perlakuan menggunakan sekam bakar berdampak signifikan pada pertumbuhan tanaman sawi. Sekam bakar sangat memengaruhi berat basah berangkasan, jumlah dan lebar daun, tetapi tidak signifikan pada tinggi tanaman, berat akar, dan indeks panen. Hasil terbaik terjadi pada perlakuan S4 dengan perbandingan 4:4, di mana tinggi tanaman 37,98 cm, jumlah daun 9,38 helai, lebar daun 14,08 cm, berat basah berangkasan 70,81 g, dan berat akar 3,00 g.
Determination of Total Flavonoid Content and Antioxidant Activity Test of Kelakai Stem and Leaf Extract (Stenochlaena palustris (Burm. F) Bedd) Prayitno, Adi; Muthmainah; Simamora, Helmi Susanti
Nusantara Science and Technology Proceedings The 1st International Conference Muhammadiyah Yogyakarta – Hospital & Healthcare Management
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2024.4211

Abstract

Kelakai plants belong to the Polypodiaceae family and originate from Central Kalimantan. The increasing prevalence of diseases related to oxidative stress has led people to consume natural antioxidants derived from plants. Kelakai plants exhibit antioxidants, anti-inflammatory, and anti-hyperlipidemia activities. Based on these factors, researchers aim to examine the total flavonoid content and determine the antioxidant activity of ethanol extract from the stems and leaves of the kelakai plant (Stenochlaena palustris (Burm. F) Bedd). It is hoped that this study can be an important part of exploring antioxidant compounds obtained from natural materials around us. This study aims to determine the total flavonoid content and understand the antioxidant activity of ethanol extract of Kelakai stems and leaves (Stenochlaena palustris (Burm. F) Bedd). The total flavonoid content was tested using the UV-Vis spectrophotometer method with quercetin standard and expressed in ppm. Meanwhile, the antioxidant activity was determined using the DPPH method, with results expressed in Inhibition Concentration 50% (IC50). The results of the total flavonoid content of ethanol extract were 76.727±0.497 ppm, and the antioxidant activity of ethanol extract of kelakai stems and leaves (Stenochlaena palustris (Burm. F) Bedd) had an IC50 value of 78.787±0.103 ppm, indicating strong intensity and potential
The Effect of Red Dragon Fruit (Hylocereus polyrhizus) on ROS Plasma of Overweight Sprague Dawley Rats Solehah, Novia Zuriatun; Prayitno, Adi; Pamungkasari, Eti Poncorini
Media Gizi Indonesia Vol. 17 No. 2 (2022): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v17i2.144-150

Abstract

Red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) contains antioxidants, namely vitamin C, flavonoids, phenols, and betacyanins that can reduce or inhibit oxidative stress in the body. Excess body weight condition is associated with an increase in oxidative stress due to a decrease in antioxidants. This study was aimed to analyze the effects of red dragon fruit on the level of ROS (MDA) of overweight Sprague-Dawley rats. It used experimental analysis by using pre- and-posttest design with control group. A total sample of 30 male white Sprague-Dawley rats aged 8-12 weeks old with 150-200g of body weight were divided into 6 groups, namely: normal, negative control (KN), positive control (KP), red dragon fruit juice 3.5 g/200gBW (P1), overweight + dragon fruit juice 7 g/200gBW (P2), overweight + dragon fruit juice 10.5g/200gBW (P3) and were observed for 14 days. ROS levels were measured in the beginning and at the end of the intervention by using MDA markers with TBARs method. The results of MDA level measurements were 3.83 ± 0.13 in the KP group, 7.18 ± 0.27 in the P1 group, 5.30 ± 0.30 in the P2 group, and 4.35 ± 0.42 in the P3 group. The results of one-way ANOVA test showed a significant difference in MDA levels in all intervention groups compared to those of the normal and KN groups (p = 0.05). In conclusion, red dragon fruit intake can reduce ROS levels in overweight Sprague-Dawley rats.
Daya Tarik Selebriti Dalam Politik: Studi Kasus Rekrutmen Caleg Artis Oleh Partai NasDem Pada Pemilu 2019 Prayitno, Adi; Putra, Ade Tamara
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 13, No 3 (2024): December
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v13i3.3111

Abstract

This research discusses the political recruitment process of the NasDem Party with a study of the nomination of celebrities by the NasDem Party in the 2019 legislative elections. The purpose of this study is to explain the factors behind the NasDem Party choosing to nominate many celebrity figures in the 2019 elections. This study used a qualitative method through descriptive analysis to explain the recruitment mechanism carried out by the NasDem Party in the process of nominating legislative candidates. The data collection technique used was through interviews as primary data and literature study as secondary data. The theoretical framework used in this study is the theory of political parties from Larry Diamond and Richard Gunter and the theory of political recruitment by Pippa Norris. The NasDem Party is the party that recruits and nominates the most celebrities in the 2019 legislative elections. The NasDem Party chooses to nominate celebrities based on several factors and is one of the NasDem Party strategies to raise party votes in the 2019 elections. celebrities in the 2019 elections, including: first, the popularity of celebrities. Second, there is a phenomenon of idol celebrities in several electoral districts. Third, the celebrity factor that is able to become a vote getter.Penelitian ini membahas proses rekrutmen politik Partai NasDem dengan studi pencalonan selebriti oleh Partai NasDem pada pemilu legislatif 2019. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan faktor-faktor di balik Partai NasDem memilih untuk mencalonkan banyak tokoh selebriti pada Pemilu 2019. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui analisis deskriptif untuk menjelaskan mekanisme rekrutmen yang dilakukan oleh Partai NasDem dalam proses pencalonan calon legislatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui wawancara sebagai data primer dan studi pustaka sebagai data sekunder. Kerangka teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori partai politik dari Larry Diamond dan Richard Gunter dan teori rekrutmen politik oleh Pippa Norris. Partai NasDem adalah partai yang merekrut dan mencalonkan selebriti terbanyak dalam pemilihan legislatif 2019. Partai NasDem memilih untuk mencalonkan selebriti berdasarkan beberapa faktor dan merupakan salah satu strategi Partai NasDem untuk mengumpulkan suara partai pada Pemilu 2019. Selebriti di Pemilu 2019, termasuk: pertama, popularitas selebriti. Kedua, ada fenomena selebriti idola di beberapa daerah pemilihan. Ketiga, faktor selebriti yang mampu menjadi vote getter.
Pengaruh Fenol dan Saponin pada Madu Hutan Apis Dorsata dan molekul docking pada penanda preeklampsia yusari; Soetrisno; Prayitno, Adi; Wasita, Brian
Journal of Advanced Technology and Multidiscipline Vol. 3 No. 2 (2024): Journal of Advanced Technology and Multidiscipline
Publisher : Faculty of Advanced Technology and Multidiscipline Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jatm.v3i2.60655

Abstract

Molecular docking is an important computational method for drug design. It can be used to predict receptor binding interactions with ligans. In addition, phenol-derived compounds and Saponins are also reported to have various activities such as anti-hypertensive, anti-inflammatory and anti-apoptosis agents. The purpose of this study is to predict whether the Phenol and Saponin compounds are active as anti-inflammatory agents and also to ensure that the binding interactions are stable before and after the docking calculations. The protocol is carried out in accordance with the standards set by the LPPT-UGM Testing Laboratory. The tools, programs, and applications used in this study were Lenovo IdeaPad Flex 5 Processor, AMD Ryzen 5000 Series 5, AutoDock Tools (v1.5.6), Biovia Discovery Studio, AutodockVina, Swiss ADME, VegaZZ, Pubchem, and the and the pkCSM web server (http://biosig.unimelb.edu.au/pkcsm/). Trans-ADFH three-dimensional structure, as a test compound, and Prednisolone, as a standard compound, were downloaded from https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/. The phytochemical analysis of ADFH includes phenol and saponin. Structure of PlGF 3D (IRV6) and VEGF (4KZN). Identification of ligands and proteins prepared using Pubchem results of molecular docking between preeclampsia through examination of PlGF and VEGF with phenols and saponins Identification of protein ligands using Pubchem, i.e., PlGF (IRV6) with phenol produced 2 interactions and 2 amino acid residues, while saponins produced 2 interactions and 6 residues. pharmacokinetics and toxicity using Swiss ADME, i.e., phenol and saponins are non-mutagenic to bacteria; the maximum safe dose for humans is 0.54 log mg/kg/day; it does not cause toxicity to the heart; the estimated dose for animals is 2.471 mol/kg; it does not cause allergies; it does not cause liver damage; a dose of 0.288 logμ/L can inhibit the growth of 50% of the protozoa T. Pyformis. The content of phenols and saponins in Apis Dorsata forest honey has a high docking score from the original ligand. Molecular docking on phenols and saponins identified PlGF with scores of -2.85, -2.85, and -2.85 kcal/mol, while saponins have +2.84, +2.29, and +2.29 kcal/mol values, which are stated to be better results than the original ligands. This means that phenol has a role as a standard drug that can have an effect on lowering PlGF levels for people with preeclampsia. Molecular docking on VEGF identified phenol with scores of -2.88, -2.88, and -2.88 kcal/mol, and saponins have +1.36, +3.46, and +1.36 kcal/mol values, which are stated to have better results than the original ligands. This means that saponins have a role as a standard drug that can have an effect on increasing VEGF levels for people with preeclampsia.