Betty Saptiwi, Betty
Dental Nursing Department, Polytechnic Health Ministry of Semarang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Oral Hygiene Maintenance Behavior and Community Periodontal Index in Systemic Lupus Erythematosus Patients: A Correlational Study Saptiwi, Betty; Susanti, Widia; Pujiyati, Alfiyah; Cilmiaty, Risya; Prayitno, Adi; Widiastuti, Ignatia
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 9 No. 2 (2026): February 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v9i2.8662

Abstract

Introduction: Systemic Lupus Erythematosus (SLE) is an autoimmune disorder that commonly presents with oral manifestations, including xerostomia, mucosal ulcerations, dental caries, and periodontitis. Periodontitis, characterized by progressive destruction of tooth-supporting tissues, is frequently aggravated by inadequate oral hygiene practices. This study aimed to investigate the correlation between oral hygiene maintenance and periodontal health in patients diagnosed with SLE. Methods: This study employed a cross-sectional correlation design. It involved 100 participants, comprising 50 SLE patients and 50 healthy controls subjects, recruited through purposive sampling. Periodontal health was assessed using the Community Periodontal Index (CPI). Oral hygiene maintenance behavior was assessed using a self-administered structured questionnaire, adapted and modified from the Hiroshima University–Dental Behavioral Inventory (HU-DBI). Differences in community periodontal index between the SLE and control groups were analyzed using a Mann-Whitney test. The relationship between oral hygiene behaviors and CPI scores was examined using Spearman’s rank correlation test. Results: The results revealed that SLE patients exhibited poorer oral hygiene knowledge, attitudes, and practices compared to healthy controls subjects, along with significantly worse periodontal health (p < 0.05). Furthermore, Spearman’s rank correlation test showed significant negative correlations between oral hygiene maintenance behaviors and CPI scores in the SLE group (r = - 0.156, p < 0.05; r = - 0.148, p < 0.05; r = - 0.148, p < 0.05, respectively) indicating that patients who practiced better oral hygiene tended to have lower CPI scores and, consequently, healthier periodontal status. Conclusion: Improved oral hygiene practices are significantly correlated with enhanced periodontal health in patients with SLE. These findings underscore the importance of emphasizing effective oral hygiene measures as part of comprehensive periodontal management strategies for SLE patients.
PERBEDAAN BERBAGAI KONSENTRASI EKSTRAK GETAH DAUN TANAMAN JARAK PAGAR (JATROPHA CURCUS L.) TERHADAP DAYA HAMBAT BAKTERI STREPTOCOCCUS MUTANS Saptiwi, Betty
IDENTIFIKASI Vol 6 No 2 (2020): IDENTIFIKASI
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v6i2.128

Abstract

The purpose of this research is to utilize the potential of Indonesia's natural resources that have not been optimally processed and to produce an alternative toothache medicine that is cheap, easy to use and safe. The benefits are that it can add value to the potential of Indonesia's natural resources and can add to alternative toothache medicines from Indonesia's natural resources. The research consisted of two stages, namely the first stage was the standardization test of the extract of the jatropha leaves (Jatropha Curcus L) and the second stage was the measurement of bacterial inhibition using the first stage extract. The results showed that the extract of jatropha leaves (Jatropha Curcus L) did not show inhibition of the growth of Streptococcus mutans bacteria.
Upaya Percepatan Penurunan Kejadian Karies dan Plak Gigi melalui Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut pada Balita di Desa Kedungwaduk, Kabupaten Sragen Pujiyati, Alfiyah; Prayitno, Adi; Saptiwi, Betty; Arief, Risya Cilmiati R; Susanti, Widia; Ramadhani, Aulya Permata; Nadjib, Ilham Amirudin; Pratama, Rafi Mularoka; Prameswari, Ragil
Smart Society Empowerment Journal Vol 5, No 1 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v5i1.98494

Abstract

Pendahuluan: Salah satu komponen krusial tubuh merupakan kesehatan gigi dan mulut. Perawatan gigi dan mulut merupakan langkah yang penting untuk menjaga kesehatan mulut. Kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan gigi dan mulut dapat membuat seseorang tidak mengetahui penyebab dan cara pencegahan gigi berlubang. Sebanyak 90% anak-anak yang berusia 5 tahun di Indonesia mengalami karies gigi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menurunkan kejadian karies gigi di Desa Kedungwaduk.Metode: Metode yang digunakan adalah metode sosialisasi dan metode praktik. Metode sosialisasi dilakukan dengan memberikan penyuluhan mengenai kartu “SENYUM” untuk orangtua dan pelatihan cara mencuci tangan serta menggosok gigi yang benar untuk anak di taman kanak-kanak. Metode praktik dilakukan dengan pemeriksaan plak gigi, pengisian kartu "SENYUM” selama 21 hari, dan evaluasi kartu “SENYUM” setelah 21 hari.Hasil dan pembahasan: Hasil dari kegiatan penyuluhan mendapatkan antusiasme dari orangtua balita. Hasil pemeriksaan gigi menunjukkan 19 dari 20 balita yang hadir memiliki karies gigi. Orangtua juga dapat menerapkan metode kartu “SENYUM” dan dievaluasi di kemudian hari. Kegiatan pelatihan cuci tangan dan menggosok gigi yang benar diikuti serta dipraktikkan oleh siswa taman kanak-kanak di Desa Kedungwaduk.Kesimpulan: Banyak balita yang belum menjaga kesehatan gigi dengan benar. Sebanyak 95% balita yang mengikuti acara penyuluhan memiliki karies gigi. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan sudah cukup menyeluruh karena menjangkau orangtua dan balita.
Edukasi dan Deteksi Dini Anemia pada Remaja Awal Desa Kedungwaduk Pujiyati, Alfiyah; Prayitno, Adi; Saptiwi, Betty; Cilmiaty A.R., Risya; Susanti, Widia; Daffa, I Made Adi Palguna Rama; Avantara, Aurel Tesalonika; Maharani, Rakhel Putri; Soemijarto, Tirsa Angelina; Fadhila, Tsabita Nur
Smart Society Empowerment Journal Vol 4, No 3 (2024): November
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v4i3.93330

Abstract

Pendahuluan: Di Indonesia pada tahun 2023, prevalensi anemia di kalangan remaja berada di angka 22,6% yang sebelumnya telah mengalami penururnan yang kurang signifikan dari angka 25,1% pada tahun 2021. Remaja merupakan usia yang rentan terhadap kejadian anemia karena pada usia ini remaja mengalami pertumbuhan pesat yang memerlukan kecukupan nutrisi yang memadai. Faktor diet, keterbatasan akses layanan kesehatan, kurangnya fasilitas kesehatan dan pemeriksaan rutin, dan kurangnya edukasi kesehatan di komunitas menjadi faktor-faktor penyebab tingginya prevalensi anemia di kalangan remaja sehingga mahasiswa KKN di Desa Kedungwaduk menyelenggarakan kegiatan edukasi dan deteksi anemia pada remaja awal.Metode: Kegiatan ini diselenggarakan dari tanggal 22-26 Juli 2024 di SDN 1, 2, 3, dan 4 Kedungwaduk dengan menargetkan siswa/i kelas 4, 5, dan 6. Dilakukan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahun siswa/i terkait anemia yang kemudian dilanjutkan dengan edukasi anemia dan post-test. Setelahnya dilakukan deteksi anemia dengan melakukan pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar lengan atas, pengecekan hemoglobin, dan ditutup dengan pemberian tablet tambah darah.Hasil dan pembahasan: Diikuti total 167 siswa/i dengan 78 remaja putri dan 89 remaja putra. 80,3% siswa/i memiliki hasil yang rendah pada pre-test dengan rata-rata 45,55 yang mengalami peningkatan menjadi 74,37 pada post-test. Dari deteksi anemia ditemukan 21 dari 78 remaja putri peserta sosialisasi mengalami anemia.Kesimpulan: Pemberian edukasi pencegahan anemia dapat diterima dengan baik dibuktikan dengan antusiasnya peserta sosialisasi dan terjadinya peningkatan pengetahuan pada peserta sosialisasi. Peserta remaja putri juga meminum tablet tambah darah yang dibagikan dengan antusias.