Wilda Simangunsong
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Community Based Prevention Strategies for Collective Trauma in Conflict Zones of the Middle East M. Agung Rahmadi; Luthfiah Mawar; Liza Adilia Pury; Naura Aqilah Rizal; Wilda Simangunsong; Helsa Nasution; Nurzahara Sihombing; Annisa Ardianti Br Tarigan
Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi Vol. 3 No. 4 (2025): November: Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/antigen.v3i4.926

Abstract

This meta-analysis provides an in-depth examination of the effectiveness of community-based interventions in alleviating collective trauma experienced by populations in conflict zones of the Middle East, compiling 47 empirical studies (N = 12,483) published between 2000 and 2023. The synthesis indicates a significant impact of community-based interventions on reducing PTSD symptoms, with a substantial effect size (d = 0.82, 95% CI [0.76, 0.88], p < .001) and moderate heterogeneity (I² = 68%), reflecting inter-study variation yet remaining within interpretable bounds. Among the strategies analysed, community psychosocial support programs demonstrated the most pronounced effectiveness (β = 0.74, p < .001), followed by collective narrative therapy (β = 0.68, p < .001) and family-based rehabilitation interventions (β = 0.59, p < .001), all underscoring the relevance of approaches rooted in social networks and interpersonal relations. Moderator analyses revealed that longer program duration, particularly interventions spanning at least 6 months (β = 0.71, p < .001), and active engagement of local leaders (β = 0.65, p < .001) were critical determinants of intervention success. Furthermore, meta-regression findings indicated a strong and consistent correlation between the intensity of community involvement and reductions in collective trauma symptoms (R² = 0.73, p < .001), highlighting that social participation is not merely complementary but constitutes the foundation of program efficacy. In the researchers' view, these findings extend the contributions of prior studies by Hassan et al. (2016) and Morrison & Marrison (2024) by affirming the central role of local wisdom in trauma recovery processes, while offering a conceptual contribution in the form of an integrative framework that merges psychosocial interventions with community cultural values. Consequently, these results provide not only an empirical basis for developing more effective trauma-healing programs in Middle Eastern conflict zones but also underscore the urgency of contextual adaptation to ensure that interventions meet the most essential needs of affected populations.
KONTRIBUSI NILAI-NILAI ISLAM TERHADAP PERILAKU GIZI SEIMBANG DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING: TINJAUAN LITERATUR TERHADAP IMPLEMENTASI PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG) Muhammad Zali; Lisa Maharani Rizki; Riska Wahyuni Hasibuan; Saschia Amanda; Sarah Atikah; Taufik Hidayat Hasibuan; Wilda Simangunsong
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan gizi serius di Indonesia, dengan prevalensi yang memerlukanintervensi multisektoral secara komprehensif. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagaspemerintah pada tahun 2025 merupakan salah satu upaya strategis dalam mengatasi stunting melaluipemenuhan gizi anak usia dini dan ibu hamil. Di sisi lain, nilai-nilai Islam memiliki potensi besar sebagailandasan normatif dalam membentuk perilaku gizi seimbang di kalangan masyarakat Muslim Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi nilai-nilai Islam terhadap pembentukan perilaku giziseimbang serta relevansinya dalam mendukung implementasi Program MBG sebagai upaya pencegahanstunting. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis terhadap 25 artikel ilmiah dari jurnalnasional terakreditasi SINTA dan repositori ilmiah terpercaya, yang diterbitkan antara tahun 2021 hingga2026. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa ajaran Islam tentang halalan thayyiban, kewajiban menjagakesehatan, dan prinsip keseimbangan (tawazun) secara substansial berkontribusi dalam membentuk polamakan sehat yang selaras dengan rekomendasi gizi modern. Nilai-nilai tersebut dapat diintegrasikan kedalam program MBG melalui pendekatan berbasis komunitas keagamaan dan edukasi gizi berperspektifIslam. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya kolaborasi antara lembaga keagamaan, tenagakesehatan, dan pemerintah dalam mengoptimalkan program MBG berbasis nilai-nilai kearifan lokal Islami.Kata Kunci: nilai-nilai Islam, gizi seimbang, stunting, Program Makan Bergizi Gratis, halalan thayyiban