Penelitian ini mengkaji bentuk-bentuk konstruksi trauma dan proses healing yang dialami Ale, tokoh utama dalam novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra Sigmund Freud. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pengalaman traumatis membentuk kondisi psikologis tokoh serta bagaimana proses pemulihan dirinya berlangsung secara bertahap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Sumber data berupa kutipan-kutipan dalam novel yang menunjukkan pengalaman trauma dan proses healing tokoh Ale. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, sedangkan analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi bentuk konstruksi trauma dan proses healing berdasarkan teori psikoanalisis Freud, khususnya konsep represi, kecemasan, dan alam bawah sadar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trauma Ale terbentuk akibat tekanan keluarga, kekerasan verbal, penolakan sosial, serta pengkhianatan dari lingkungan sekitarnya. Pengalaman tersebut direpresi ke alam bawah sadar dan memunculkan depresi, kecemasan, rasa rendah diri, serta kesulitan menjalin hubungan interpersonal yang sehat. Selain itu, penelitian ini juga menemukan adanya proses healing yang dialami Ale melalui pertemuan dengan tokoh seperti Murad, Juleha, Mami Luisse, Bu Murni, Pak Uju, dan Pak Jipren. Pertemuan tersebut membantu Ale menghadapi trauma masa lalu, mengurangi konflik batin, serta membangun kembali rasa percaya terhadap dirinya sendiri maupun orang lain.