Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Gizi Berbasis Media Sosial Terhadap Literasi Dan Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja Di SMA Negeri 1 Berastagi Eka Mardiana Afrilia; Tria Puspita Sari; Halimatussakdiyah Lubis
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1058

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja dipengaruhi secara signifikan oleh status gizi. Di era digital, media sosial menjadi sarana potensial untuk menyebarkan informasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi gizi berbasis media sosial terhadap literasi dan perilaku kesehatan reproduksi remaja di Kota Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi-experimental (one-group pretest-posttest). Sampel penelitian berjumlah 100 remaja usia 15–18 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan selama 4 minggu melalui platform Instagram dan TikTok berupa infografis dan video pendek edukatif. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Paired T-Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada skor rata-rata literasi gizi dan kesehatan reproduksi dari 62,5 menjadi 84,2 (p < 0,001). Perilaku kesehatan reproduksi juga mengalami perbaikan skor dari 58,4 menjadi 79,6 (p < 0,001). Kesimpulan dari penelitian ini adalah edukasi gizi berbasis media sosial efektif dalam meningkatkan literasi dan mengubah perilaku kesehatan reproduksi remaja. Disarankan bagi institusi kesehatan dan pendidikan untuk mengoptimalkan media digital sebagai sarana promosi kesehatan yang adaptif bagi generasi muda.
Pelatihan Peduli Sejiwa Dalam Optimalisasi Peran Duta UKS dan Tenaga Pendidik MAN 2 Surakarta Tria Puspita Sari; Wiwik Puspita Dewi; Eko Nugroho; Kania Alfa Anggara; Muthi’ah Nurul Jannah; Ekka Nur Cahyaningrum
TEKIBA : Jurnal Teknologi dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): TEKIBA : Jurnal Teknologi dan Pengabdian Masyarakat (Januari)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/tekiba.v6i1.6273

Abstract

Adolescents face increasingly complex health problems, particularly related to mental health, thus systematic efforts are needed to help them think critically and address the issues they experience. One strategy to improve students’ health status is by optimizing the School Health Efforts (UKS) integrated with the role of accompanying teachers. Madrasah Aliyah 2 Surakarta (MAN 2 Surakarta) is a private Islamic-based school where a situational analysis revealed low access to mental health information and suboptimal management of guidance and counseling services. Data show that around 80–90 students sought counseling in the past year with various problems such as learning motivation, family conflicts, and peer conflicts that required referral to psychiatrists. Although a counseling room facility is available, access to mental health literacy remains limited. Most students have not yet received adequate information on mental health, and teacher training in managing adolescent mental health is also still very limited. The purpose of this community service is to enhance and optimize the roles of School Health Ambassadors (Duta UKS) and educators through the *PEDULI SEJIWA* Program (Center for Self-Education and Mental Literacy for Adolescents with a Healthy Mind and Body) as an effort to improve students’ mental health. This activity is carried out through training, development of educational modules, and improvement of counseling room facilities. The methods applied in this program include situational analysis, socialization, and PEDULI SEJIWA training. The training results showed a 9% increase in knowledge from before (pre-test 91%) to after (post-test 100%).