Termometer merupakan instrumen fundamental dalam pengukuran suhu yang digunakan di berbagai bidang sains, teknologi, industri, dan kesehatan. Kajian ini bertujuan mengevaluasi kinerja berbagai jenis termometer, menganalisis faktor-faktor interferensi pengukuran suhu, serta menegaskan peran kritis emisivitas (?) sebagai parameter yang bersifat lintas teknologi dalam mempengaruhi akurasi instrumen, khususnya termometer inframerah. Metode yang digunakan adalah tinjauan sistematis terhadap 22 artikel ilmiah terindeks internasional (2021–2025) menggunakan protokol PRISMA dengan sintaks Boolean search pada basis data PubMed, Scopus, Frontiers, MDPI, dan arXiv. Hasil kajian menunjukkan termometer bekerja berdasarkan empat prinsip fisika: pemuaian termal, perubahan hambatan listrik, efek termoelektrik, dan radiasi inframerah. Faktor interferensi dikelompokkan menjadi: (1) faktor lingkungan, (2) faktor instrumental, (3) faktor teknis penggunaan, dan (4) faktor karakteristik objek ukur, di mana emisivitas permukaan menjadi variabel dominan yang menghubungkan keempat kelompok faktor tersebut. Kajian menegaskan tidak ada jenis termometer yang unggul di semua kondisi; pemilihan instrumen harus mempertimbangkan karakteristik emisivitas objek, kondisi lingkungan, dan akurasi yang dipersyaratkan secara simultan. Matriks rekomendasi dan kerangka kompensasi emisivitas yang dihasilkan diharapkan berkontribusi sebagai panduan praktis dalam perancangan sistem sensor suhu cerdas berbasis IoT.
Copyrights © 2026