Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP KELAS VIII DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL TEOREMA PYTHAGORAS Sudrajat Sudrajat
Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistika Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistik
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/lb.v3i1.112

Abstract

This research aims to describe the mathematical communication skills in writing of junior high school students in grade VIII in solving the problems of Theorem Pythagoras. The method used in this study is a qualitative descriptive method.   The subjects of this study numbered 31 students and were categorized in groups of very high, high, medium, low and very low female students. The results showed that students who had mathematical communication skills in a very high group were students who were very able to meet the four indicators tested with an average percentage of 83%. The mathematical communication skills of students in the high group are students who are able to meet the four indicators tested with an average total percentage of 70%. The mathematical communication skills of students in the moderate group are students who are sufficiently able to meet the four indicators tested with an average total percentage of 51%. The mathematical communication skills of students in the lower group were students who were less able to meet the four indicators tested with an average total percentage of 32%. The mathematical communication skills of students in the very low group were students who had not been able to meet the four indicators tested with an average total percentage of 17%.
PEMAHAMAN RELASIONAL DAN INSTRUMENTAL: BAGAIMANA PENGARUHNYA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DITINJAU DARI PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS? Sudrajat Sudrajat
ELIPS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 1 (2022): ELIPS, Maret 2022
Publisher : Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/elips.v3i1.393

Abstract

Dalam pembelajaran matematika pemecahan masalah merupakan aktivitas yang penting. Hal yang paling utama dalam memecahkan masalah adalah menemukan dan memahami apa saja yang telah diketahui. Siswa akan sangat mudah memecahkan suatu masalah matematis ketika pemahaman relasional tertanam pada diri siswa. Selain itu dalam pembelajaran matematika pemahaman instrumental juga dibutuhkan, karena pemahaman relasional dan pemahaman instrumental sangat berkaitan erat. Tujuan Penelitian ini untuk mengkaji bagaimana pengaruh pemahaman relasional dan instrumental dalam proses pembelajaran matematika ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah matematis. Jenis penelitian ini menggunakan literature review. Adapun langkah-langkah penelitian ini, yaitu merumuskan masalah, mengumpulkan data, mengevaluasi kelayakan data, menganalisis dan menginterprestasikan data yang relevan dan menyajikan hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh pemahaman relasional dan instrumental dalam pembelajaran matematika ditinjau dari pemecahan masalah matematis. Dalam pembelajaran matematika siswa yang berkemampuan pemecahan masalah matematis tinggi memiliki kemampuan pemahaman relasional dan instrumental yang baik, sedangkan siswa yang memiliki pemecahan masalah matematis pada kategori sedang dan rendah hanya memiliki kemampuan pemahaman instrumental.
PENGEMBANGAN LKPD BERORIENTASI HOTS UNTUK MEMFASILITASI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH NON-RUTIN SISWA Sudrajat Sudrajat; Ali Mahmudi; Arifah Indah Setyorini
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.672 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.6100

Abstract

AbstrakPembelajaran matematika di sekolah menuntut siswa untuk memiliki kemampuan pemecahan masalah non-rutin. Masalah-masalah non-rutin dapat menggalih dan mengembangkan aspek-aspek penting dalam HOTS, namun belum ada metode penyelesaiannya. Pemecahan masalah non-rutin penting diberikan kepada siswa agar siswa mampu berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan kreatif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mengembangakan LKPD berorientasi HOTS untuk memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah non-rutin siswa yang valid, praktis dan efektif. Model penelitian menggunakan tahapan pengembangan ADDIE (Analysis, design, development, implementation and evaluation). Subjek penelitian berjumlah 34 siswa SMP Negeri 7 Yogyakarta. Instrumen penelitian meliputi angket validasi ahli materi dan media, angket respon siswa dan tes kemampuan pemecahan masalah non-rutin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas LKPD dilihat dari aspek kevalidan masuk kriteria sangat baik dengan rata-rata skor 4,4 dari ahli materi dan rata-rata skor 4,79 dari ahli media. Hasil angket respon siswa terhadap LKPD dilihat dari aspek kepraktisan masuk kriteria sangat baik dengan rata-rata skor 4,46 pada ujicoba skala kecil dan rata-rata skor 4,5 pada ujicoba skala besar. Hasil analisis tes kemampuan pemecahan masalah non-rutin dilihat dari aspek keefektifan memperoleh rata-rata skor 87,75 dengan kriteria sangat baik. Sehingga disimpulkan LKPD berorientasi HOTS yang dikembangkan dapat memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah non-rutin siswa.AbstractLearning mathematics in schools requires students to have non-routine problem-solving abilities. Non-routine problems can overturn and develop important aspects of HOTS, but there is no method of solving them yet. Important non-routine problem solving is given to students so that students are able to think critically, logically, reflectively, metacognitively, and creatively. This research is a development research that aims to develop HOTS-oriented LKPD to facilitate students' valid, practical and effective non-routine problem solving skills. The research model uses the stages of ADDIE (Analysis, design, development, implementation and evaluation) development.  The subjects of the study were 34 students of SMP Negeri 7 Yogyakarta. Research instruments include material and media expert validation questionnaires, student response questionnaires and non-routine problem-solving ability tests. The results showed that the quality of LKPD was seen from the aspect of validity of entering the criteria very well with an average score of 4.4 from material experts and an average score of 4.79 from media experts. The results of the questionnaire of student responses to LKPD were seen from the aspect of practicality of entering the criteria very well with an average score of 4.46 in small-scale trials and an average score of 4.5 in large-scale trials. The results of the analysis of non-routine problem-solving ability tests seen from the aspect of effectiveness obtained an average score of 87.75 with excellent criteria. So it is concluded that the HOTS-oriented LKPD developed can facilitate students' non-routine problem-solving skills.
PENERAPAN FUZZY LOGIC MAMDANI UNTUK MENENTUKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP Sudrajat Sudrajat; Sherlia Agustiani
ELIPS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 No 2 (2023): ELIPS, September 2023
Publisher : Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/elips.v4i2.897

Abstract

ABSTRAK Pengukuran prestasi belajar matematika digunakan untuk menentukan tingkat keberhasilan siswa dalam belajar matematika dan mendiagnosis pemahaman siswa terhadap matematika serta membantu siswa agar mendapatkan hasil yang baik. Fuzzy logic salah satu solusi untuk mengukur prestasi belajar matematika siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prestasi belajar matematika siswa SMP dengan menerapkan fuzzy logic mamdani. Metode penelitian yang digunakan yaitu kajian pustaka dan pengumpulan data-data sekunder dari sekolah. Model Inferensi fuzzy yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode mamdani. Defuzifikasi pada penelitian ini menggunakan metode centroid. Analisis data menggunakan bantuan software Matlab R2015a. Variabel linguistik dalam penelitian ini terdiri dari variabel input dan variabel output. Variabel input yaitu ulangan harian, penilaian tengah semester, tugas-tugas harian dan penilaian akhir semester, sedangkan variabel output-nya adalah prestasi belajar matematika siswa SMP. Hasil penelitian diperoleh (1) Penerapan fuzzy logic mamdani dapat dilakukan untuk menentukan prestasi belajar matematika siswa SMP dengan input data ulangan harian, penilaian tengah semester, tugas-tugas individu dan penilaian akhir semester. (2) Berdasarkan nilai input data ulangan harian, penilaian tengah semester, tugas-tugas dan penilaian akhir semester memperoleh hasil sebesar 26% dengan kriteria prestasi belajar matematika siswa termasuk kedalam kriteria kurang. (3) Berdasarkan asumsi dari guru dan hasil uji menggunakan matlab R2015a dengan metode mamdani mendapatkan hasil yang sama bahwa prestasi belajar matematika siswa termasuk kedalam kategori kurang.
PENGEMBANGAN LKS BERBASIS PBL BERBANTUAN GEOGEBRA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KESADARAN METAKOGNITIF SISWA Nilatul Khoeriah; Ali Mahmudi; Sudrajat Sudrajat
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v13i1.8534

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan LKS berbasis PBL berbantuan GeoGebra untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan kesadaran metakognitif siswa yang memenuhi aspek valid, praktis dan efektif. Model penelitian menggunakan model ADDIE, yaitu analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian berjumlah 32 siswa MTs Negeri 8 Ciamis. Instrumen penelitian meliputi angket penilaian kepraktisan guru dan siswa, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, tes kemampuan pemecahan masalah dan angket kesadaran metakognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) LKS berbasis PBL berbantuan GeoGebra yang dikembangkan memenuhi aspek valid dengan kriteria “Sangat Baik”, (2) LKS berbasis PBL berbantuan GeoGebra yang dikembangkan memenuhi aspek praktis dengan kriteria “Sangat Baik”, (3) LKS berbasis PBL berbantuan GeoGebra yang dikembangkan memenuhi aspek efektif dimana hasil tes kemampuan pemecahan masalah dianalisis menggunakan uji one sampel t-test. Pada tahap ini diperoleh nilai rata-rata angket siswa lebih dari 75 sehingga disimpulkan bahwa LKS berbasis PBL berbantuan GeoGebra efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan kesadaran metakognitif siswa. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa LKS berbasis PBL berbantuan GeoGebra yang dikembangkan memenuhi aspek kevalidan, kepraktisan dan keefektifan.GeoGebra-assisted PBL to improve students' problem-solving skills and metacognitive awareness that meet the valid, practical and effective aspects. The research model uses the ADDIE model, namely analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research subjects were 32 students of MTs Negeri 8 Ciamis. The research instruments included teacher and student practicality assessment questionnaires, learning implementation observation sheets, problem solving ability tests and metacognitive awareness questionnaires. The results showed that (1) the developed GeoGebra-assisted PBL-based LKS met the valid aspects with the criteria of "Very Good", (2) the developed GeoGebra-assisted PBL-based LKS met the practical aspects with the criteria of "Very Good", (3) PBL-based worksheets assisted by GeoGebra developed meet the effective aspects where the results of the problem solving ability test analyzed using the one sample t-test. At this stage, the student questionnaire was more than 75, so it is concluded that the PBL-based LKS assisted by GeoGebra is effective for improving students' problem solving skills and metacognitive awareness. Based on the results obtained, it can be concluded that the developed GeoGebra-assisted PBL-based worksheet meets the aspects of validity, practicality and effectiveness.
Ethnomathematics of Kalimantan Batik in field Geometry learning in elementary school Sudrajat, Sudrajat; Winarto, Andi; Wicaksono, Bintang
International Journal of Trends in Mathematics Education Research Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : SAINTIS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.959 KB) | DOI: 10.33122/ijtmer.v6i1.172

Abstract

This article examines the use of ethnomathematics in Kalimantan batik in learning geometry in elementary schools. The purpose of this paper is to explore mathematical concepts contained in the Kalimantan batik motifs that can be utilized in the process of learning geometry in elementary schools. This research uses exploratory research and an ethnographic approach. The research data were obtained from literature studies, observations, interviews, and documentation. Based on the results of the study this study obtained 6 types of Kalimantan batik motifs, namely Tidayu batik motif (West Kalimantan), spot yarn motif (Central Kalimantan), Empiek Batik motif (East Kalimantan), clouded motif batik motif (West Kalimantan), Sasirangan batik motif Hiris Pudak (South Kalimantan), Pating Muang batik motif (Central Kalimantan). Geometry concepts for elementary school children in Kalimantan batik motifs are rectangles, circles, triangles, points, lines, minimum and maximum curves, reflection, translation, and fraction numbers. The alternative steps of learning are as follows: (1). Students and teachers carry out learning with the question and answer methods related to Kalimantan batik motifs; (2). Students are asked to observe the Kalimantan batik motif; (3). Students are asked to analyze the shapes contained in the Kalimantan batik motif; (4) Students are asked to present their work.
ANALISIS KUALITAS INSTRUMEN TES UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP PADA MATERI GEOMETRI Sudrajat, Sudrajat
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v10i2.6246

Abstract

AbstrakKemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan yang harus dikembangkan dalam diri setiap siswa. Salah satu caranya yaitu memfasilitasi siswa dengan instrumen yang berkualitas maka tujuan penelitian ini untuk menganalisis kualitas instrumen tes untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa SMP pada materi geometri ditinjau dari validitas, reliabilitas, daya pembeda dan indeks kesukaran menggunakan bantuan software SPSS 29 dan Microsoft excel. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Subjek penelitian ini yaitu siswa SMP kelas VIII. Sampel dipilih menggunakan teknik purpose sampling. Hasil tes disimpulkan bahwa: yaitu (1) kualitas instrumen tes kemampuan berpikir kritis memenuhi 100% valid, (2) Reliabilitas instrument tes kemampuan berpikir kritis sebesar 0,12 masuk kedalam kategori sangat tinggi, (3) Hasil analisis daya pembeda soal menunjukkan bahwa soal nomor 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 memiliki kriteria baik, (4) hasil analisis indeks kesukaran menunjukkan bahwa soal nomor 1, 2, 4 dan 5 memiliki interprestasi sedang, sedangkan soal nomor 3 dan 6 memiliki interprestasi mudah. Abstract Critical thinking skills are one of the abilities that must be developed in every student. One way is to facilitate students with quality instruments, so the purpose of this study is to analyze the quality of test instruments to measure the critical thinking skills of junior high school students on geometry material in terms of validity, reliability, distinguishing power and difficulty index using the help of SPSS 29 software and Microsoft excel. This type of research is descriptive quantitative research. The subjects of this study were junior high school students in grade VIII. The sample was selected using purpose sampling technique. The test results concluded that: (1) the quality of the critical thinking ability test instrument meets 100% valid, (2) the reliability of the critical thinking ability test instrument of 0.12 is in the very high category, (3) the results of the analysis of the distinguishing power of the question show that question numbers 1, 2, 3, 4, 5, and 6 have good criteria, (4) the results of the difficulty index analysis show that question numbers 1, 2, 4 and 5 have moderate interpretation, while question numbers 3 and 6 have easy interpretation.
ANALISIS KUALITAS INSTRUMEN TES UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA SMP Sudrajat, Sudrajat
ELIPS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 2 (2024): ELIPS, September 2024
Publisher : Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/elips.v5i2.1398

Abstract

Kemampuan komunikasi matematika merupakan kemampuan yang harus dikembangkan dalam pembelajaran. Salah satu strategi untuk mengembangkan kemampuan tersebut dibutuhkan suatu instrumen yang berkualitas maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas instrumen tes kemampuan komunikasi matematis siswa SMP ditinjau dari validitas, reliabilitas, indeks kesuakran dan daya pembeda menggunakan bantuan software SPSS versi 21 dan Microsoft excel. Metode penelitian ini, menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Subjek penelitian ini yaitu Siswa kelas VIII di SMP Negeri 7 Yogyakarta. Sampel dipilih menggunakan teknik purpose sampling. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan, bahwa: (1) Kualitas instrumen tes kemampuan komunikasi matematis memenuhi 100% valid, (2) Reliabilitas instrumen tes kemampuan komunikasi matematis sebesar 0,870 dengan kategori tinggi, (3) Hasil analisis daya pembeda soal menunjukkan bahwa soal nomor 1, 2 dan 5 memiliki kriteria cukup, sedangkan soal nomor 3 dan 4 memiliki kriteria baik, (4) Hasil analisis indeks kesukaran menunjukan bahwa soal nomor 1, 3 dan 4 memiliki interprestasi sedang, sedangkan soal nomor 2 dan 5 memiliki interprestasi mudah.
PENGEMBANGAN SOAL THREE-TIER MULTIPLE CHOICE BERBASIS ETNOMATEMATIKA UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA SISWA Sudrajat, Sudrajat
ELIPS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 1 (2025): ELIPS, Maret 2025
Publisher : Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/elips.v6i1.1758

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan soal three-tier multiple choice berbasis etnomatematika untuk mengukur kemampuan literasi matematika siswa. Jenis penelitian ini menggunakan design research tipe development study. Penelitian ini mengembangkan seperangkat soal matematika tipe three-tier multiple choice sebanyak 12 soal, dengan tahap preliminary dan prototyping yang kemudian dilihat dari aspek kevalidan, kepraktisan, keefektifan dan kualitas butir soal. Subjek penelitian ini sebanyak 30 siswa, kelas X SMA PIRI 1 Yogyakarta. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi, lembar kepraktisan dan soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Soal yang telah dikembangkan memenuhi aspek valid sebesar 4,83 dengan kriteria “Sangat Baik”, (2) Soal yang telah dikembangkan memenuhi aspek praktis sebesar 4,8 dengan kriteria “Sangat Baik”, (3) Soal yang telah dikembangkan memenuhi aspek efektif sebesar 85,75 dengan kriteria “Sangat Baik”, (4) Kualitas butir soal yang dikembangkan valid dan reliabel; Hasil perhitungan tingkat kesukaran memperoleh hasil bahwa terdapat 8 soal termasuk kedalam kategori sukar, 3 soal termasuk kedalam kategori sedang dan 1 soal termasuk kedalam kategori mudah; Hasil perhitungan daya pembeda memperoleh hasil bahwa terdapat 10 soal termasuk kedalam kriteria sangat baik dan 2 soal termasuk kedalam kriteria baik. Berdasarkan hasil yang diperoleh disimpulkan bahwa pengembangan soal three-tier multiple choice berbasis etnomatematika yang telah dikembangkan memenuhi aspek, yaitu valid, praktis, efektif dan kualitas butir soalnya teruji.
Analisis Kemampuan Literasi Matematika Mahasiswa Dalam Menyelesaikan Soal UAS Mata Kuliah Matematika Sekolah SMA/ SMK Sudrajat, Sudrajat
Galois: Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Vol 4 No 2 (2025): Galois : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Tadris Matematika Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/gjppm.v4i2.18470

Abstract

Mathematical literacy is an essential competency for students in the Mathematics Education study program, particularly in understanding and solving mathematics problems at the high school/vocational school level. Mathematical literacy encompasses not only the ability to perform calculations, but also the ability to formulate, apply, and interpret mathematical concepts in the context of real problems. This study aims to describe students' mathematical literacy skills in solving Final Semester Exam (UAS) questions for the Mathematics course in high school/vocational school. The type of research used is descriptive with a qualitative approach. The study population was fifth-semester Mathematics Education study program students, with three subjects representing high, medium, and low ability levels, selected by random sampling and having taken the UAS for the related course. The research instruments included test questions and interview guidelines, while data collection techniques included test results, interviews, and documentation. Data analysis was carried out through triangulation with three stages: reduction, presentation, and drawing conclusions. The results showed that the average mathematical literacy ability of students was at a moderate level (average score of 67). High-ability students mastered the aspects of formulate, employ, and interpret, medium-ability students only mastered employ and interpret, while low-ability students had not mastered all three aspects adequately. This finding emphasizes the need for learning strategies that focus more on strengthening the formulating aspect, so that all students are able to understand, formulate, and interpret mathematical concepts comprehensively.