p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL PERTAMBANGAN
Mahdyrianto, F.
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMODELAN PENGARUH KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL TERHADAP KONSUMSI BATUBARA DI INDONESIA Puspita, M.; Wibowo, A.P.; Mahdyrianto, F.
Jurnal Pertambangan Vol. 6 No. 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v6i3.1457

Abstract

Perjanjian kerjasama ekonomi internasional merupakan salah satu upaya untuk mendorong terwujudnya liberalisasi perdagangan dan investasi pada negara-negara partisipannya. Bagi negara berkembang, perdagangan bebas dapat mengarah pada defisitnya neraca perdagangan melalui peningkatan impor barang-barang konsumsi. Di sisi lain, investasi asing akan memicu pertumbuhan sektor-sektor usaha serta mendorong peningkatan aktivitas produksi. Kegiatan produksi tersebut membutuhkan bahan baku berupa energi yang sebagian besar bersumber dari batubara yang jumlahnya terbatas dan bersifat non-renewable. Untuk membuktikan hipotesis tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memodelkan pengaruh kerjasama ekonomi internasional terhadap konsumsi batubara di Indonesia. Variabel yang digunakan sebagai representatif kerjasama ekonomi internasional adalah dengan ekspor, impor, produk domestic bruto (PDB), dan penanaman modal asing (PMA). Selanjutnya dilakukan Uji Kausalitas Granger untuk memetakan hubungan kausalitas antar variabel dan pemodelan menggunakan ekonometrik untuk mengetahui pengaruh dari kerjasama ekonomi internasional terhadap konsumsi batubara di Indonesia. Berdasarkan hasil pengolahan data, terdapat hubungan kausalitas searah antara dari pertumbuhan ekonomi (Y) ke konsumsi batubara (CC) serta dari ekspor (X) ke konsumsi batubara (CC). Hal ini menunjukkan bahwa variabel Y dan X memiliki pengaruh yang signifikan terhadap konsumsi batubara di Indonesia. Hasil pemodelan pengaruh kerjasama ekonomi internasional terhadap konsumsi batubara menunjukkan bahwa peningkatan satu satuan PDB (Y) akan meningkatkan konsumsi batubara sebesar 0,7110977 sedangkan peningkatan satu satuan investasi asing (I) akan meningkatkan konsumsi batubara sebesar 0,1941997. Peningkatan satu satuan ekspor (X) akan meningkatkan konsumsi batubara sebesar 0,04469916 sedangkan peningkatan satu satuan impor (M) akan mengurangi konsumsi batubara sebesar 0,1007024.
PERFORMANCE AND OPERATIONAL COSTS OF STRIPPING OVERBURDEN AT PT BUMI SEKUNDANG ENIM ENERGY Puspita, M.; Wijaya, S.; Oktarinasari, E.; Mahdyrianto, F.; Erwedi
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i3.2930

Abstract

The plan for overburden stripping at PT Bumi Sekundang Enim Energy's Pit AB was 332,829.17 BCM/month, but the company was unable to achieve this target. This study aims to evaluate the performance of overburden stripping, identify obstacles that affect overburden stripping, and calculate the costs of overburden stripping before and after improvements are made to overcome these obstacles. This study uses a descriptive-analytical quantitative approach with a case study at PT Bumi Sekundang Enim Energy. The actual productivity of the transport equipment obtained is 20.5 BCM/hour, lower than the specified target of 22.37 BCM/hour. The failure to achieve this overburden stripping was due to obstacles that reduced effective working time and mechanical equipment efficiency. Improvements were made to delay time and idle time, successfully reducing total downtime by 40.64%. As a result, mechanical equipment efficiency increased to 77.82%. After the improvements were made, the productivity of the transport equipment increased to 25.67 BCM/hour and the overburden stripping target was achieved with a percentage of 114.76%. The operational costs of overburden stripping consist of excavation and transportation costs by mechanical equipment. The costs taken into account include fuel, lubricants and filters, tire and undercarriage replacement, ground engaging tools replacement, and operator wages. The operational cost of stripping overburden before the improvement was Rp 20,473/BCM, but after the improvement, the cost decreased by 20.14% to Rp 16,350/bcm.