p-Index From 2021 - 2026
0.947
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL PERTAMBANGAN
Mahdyrianto, F.
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PEMODELAN PENGARUH KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL TERHADAP KONSUMSI BATUBARA DI INDONESIA Puspita, M.; Wibowo, A.P.; Mahdyrianto, F.
Jurnal Pertambangan Vol. 6 No. 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v6i3.1457

Abstract

Perjanjian kerjasama ekonomi internasional merupakan salah satu upaya untuk mendorong terwujudnya liberalisasi perdagangan dan investasi pada negara-negara partisipannya. Bagi negara berkembang, perdagangan bebas dapat mengarah pada defisitnya neraca perdagangan melalui peningkatan impor barang-barang konsumsi. Di sisi lain, investasi asing akan memicu pertumbuhan sektor-sektor usaha serta mendorong peningkatan aktivitas produksi. Kegiatan produksi tersebut membutuhkan bahan baku berupa energi yang sebagian besar bersumber dari batubara yang jumlahnya terbatas dan bersifat non-renewable. Untuk membuktikan hipotesis tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memodelkan pengaruh kerjasama ekonomi internasional terhadap konsumsi batubara di Indonesia. Variabel yang digunakan sebagai representatif kerjasama ekonomi internasional adalah dengan ekspor, impor, produk domestic bruto (PDB), dan penanaman modal asing (PMA). Selanjutnya dilakukan Uji Kausalitas Granger untuk memetakan hubungan kausalitas antar variabel dan pemodelan menggunakan ekonometrik untuk mengetahui pengaruh dari kerjasama ekonomi internasional terhadap konsumsi batubara di Indonesia. Berdasarkan hasil pengolahan data, terdapat hubungan kausalitas searah antara dari pertumbuhan ekonomi (Y) ke konsumsi batubara (CC) serta dari ekspor (X) ke konsumsi batubara (CC). Hal ini menunjukkan bahwa variabel Y dan X memiliki pengaruh yang signifikan terhadap konsumsi batubara di Indonesia. Hasil pemodelan pengaruh kerjasama ekonomi internasional terhadap konsumsi batubara menunjukkan bahwa peningkatan satu satuan PDB (Y) akan meningkatkan konsumsi batubara sebesar 0,7110977 sedangkan peningkatan satu satuan investasi asing (I) akan meningkatkan konsumsi batubara sebesar 0,1941997. Peningkatan satu satuan ekspor (X) akan meningkatkan konsumsi batubara sebesar 0,04469916 sedangkan peningkatan satu satuan impor (M) akan mengurangi konsumsi batubara sebesar 0,1007024.
PERFORMANCE AND OPERATIONAL COSTS OF STRIPPING OVERBURDEN AT PT BUMI SEKUNDANG ENIM ENERGY Puspita, M.; Wijaya, S.; Oktarinasari, E.; Mahdyrianto, F.; Erwedi
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i3.2930

Abstract

The plan for overburden stripping at PT Bumi Sekundang Enim Energy's Pit AB was 332,829.17 BCM/month, but the company was unable to achieve this target. This study aims to evaluate the performance of overburden stripping, identify obstacles that affect overburden stripping, and calculate the costs of overburden stripping before and after improvements are made to overcome these obstacles. This study uses a descriptive-analytical quantitative approach with a case study at PT Bumi Sekundang Enim Energy. The actual productivity of the transport equipment obtained is 20.5 BCM/hour, lower than the specified target of 22.37 BCM/hour. The failure to achieve this overburden stripping was due to obstacles that reduced effective working time and mechanical equipment efficiency. Improvements were made to delay time and idle time, successfully reducing total downtime by 40.64%. As a result, mechanical equipment efficiency increased to 77.82%. After the improvements were made, the productivity of the transport equipment increased to 25.67 BCM/hour and the overburden stripping target was achieved with a percentage of 114.76%. The operational costs of overburden stripping consist of excavation and transportation costs by mechanical equipment. The costs taken into account include fuel, lubricants and filters, tire and undercarriage replacement, ground engaging tools replacement, and operator wages. The operational cost of stripping overburden before the improvement was Rp 20,473/BCM, but after the improvement, the cost decreased by 20.14% to Rp 16,350/bcm.
KONTRIBUSI SEKTOR PERTAMBANGAN BATUBARA TERHADAP PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN: ANALISIS DATA PANEL REGIONAL SUMATERA SELATAN Mahdyrianto, F.; Puspita, M.; Fajri, R.; Purwadi, I.
Jurnal Pertambangan Vol. 10 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v10i1.3253

Abstract

Sektor pertambangan batubara merupakan kontributor utama Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Sumatera Selatan, namun kontribusi ekonomi tersebut belum tentu sejalan dengan peningkatan kualitas pembangunan berkelanjutan daerah. Ketimpangan antara pertumbuhan ekonomi dan capaian sosial-lingkungan menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas sektor ekstraktif dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh sektor pertambangan batubara terhadap pembangunan berkelanjutan kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel 14 kabupaten/kota periode 2015–2025. Variabel dependen adalah Indeks Pembangunan Berkelanjutan (IPB) yang dikonstruksi dari indikator ekonomi, sosial, dan lingkungan, sedangkan variabel independen utama adalah PDRB subsektor pertambangan batubara. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM) berdasarkan hasil uji Chow dan Hausman. Hasil estimasi menunjukkan bahwa sektor pertambangan batubara tidak berpengaruh signifikan terhadap IPB (p-value 0,8201) dengan koefisien negatif sebesar -0,185. Temuan ini mengindikasikan bahwa besarnya kontribusi ekonomi batubara belum mampu mendorong peningkatan kualitas pembangunan berkelanjutan secara signifikan di tingkat daerah. Dengan demikian, diperlukan penguatan tata kelola dan optimalisasi pemanfaatan pendapatan sektor pertambangan untuk mendukung pembangunan jangka panjang yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
OPTIMALISASI CADANGAN BATUBARA MELALUI DIVERSI SUNGAI LENGKUPI STUDI KASUS PIT GAB 02 PT BUMI MERAPI ENERGI Hibaturrahman, R. B.; Ibrahim, E.; Sutriyono, E.; Toha, T.; Mahdyrianto, F.
Jurnal Pertambangan Vol. 10 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v10i2.3280

Abstract

Diversi sungai pada wilayah tambang terbuka tidak hanya berfungsi sebagai upaya pengendalian lingkungan, tetapi juga berpotensi menjadi strategi teknis untuk meningkatkan pemanfaatan cadangan batubara. Penelitian ini mengkaji secara komprehensif pengaruh diversi Sungai Lengkupi terhadap peningkatan cadangan batubara serta implikasinya terhadap kelayakan ekonomi penambangan di Pit GAB 02 PT Bumi Merapi Energi. Pendekatan penelitian dilakukan melalui integrasi analisis geologi, pemodelan sumber daya, desain pit optimasi, serta penerapan faktor pengubah sesuai SNI 5015:2019. Estimasi cadangan dilakukan dengan membandingkan kondisi eksisting sebelum dan sesudah penerapan desain diversi sungai, dengan mempertimbangkan batas pit ekonomis dan parameter teknis penambangan. Selanjutnya, evaluasi keekonomian dilakukan menggunakan metode Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PBP) untuk menilai dampak finansial dari skenario diversi sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan diversi Sungai Lengkupi secara signifikan meningkatkan luas area tertambang dan volume cadangan batubara yang dapat diekstraksi secara ekonomis. Perubahan batas pit akibat eliminasi kendala alur sungai lama menghasilkan penurunan rasio kupas marginal serta peningkatan nilai NPV dan IRR proyek, disertai dengan percepatan periode pengembalian modal. Temuan ini mengindikasikan bahwa perencanaan diversi sungai yang terintegrasi dengan optimasi pit dapat berfungsi sebagai instrumen strategis dalam peningkatan nilai proyek tambang, tanpa mengabaikan aspek teknis dan lingkungan.
MECHANICAL EQUIPMENT INVESTMENT ANALYSIS TO MEET PRODUCTION TARGETS AT PT ABC, NORTH BENGKULU Fajri.B, R.; Mahdyrianto, F.; Puspita, M.
Jurnal Pertambangan Vol. 10 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v10i2.3304

Abstract

The reallocation of production equipment to a subsidiary in 2025 significantly reduced fleet availability at PT ABC, preventing the company from meeting its annual coal production target of 617,000 tons. This decline in productivity necessitates immediate and meticulous investment planning for additional mechanical units to ensure long-term operational continuity. This study aims to analyze the requirements for loading and hauling equipment, calculate investment cost components, and determine the most efficient procurement scheme among cash purchase, leasing, and rental. Utilizing the Discounted Cash Flow (DCF) method, the research evaluates investment criteria such as Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), and Payback Period (PBP), while conducting a sensitivity analysis on coal price fluctuations and operational costs. The results indicate that the leasing scheme is the most profitable alternative, yielding the highest NPV of IDR 12,877.68 million, an IRR of 27.45%, and a payback period of 3.45 years. Sensitivity analysis reveals that a 5-10% decrease in coal prices exerts a more significant impact on declining profitability compared to an equivalent increase in operational costs. Consequently, the leasing scheme is recommended as the primary strategic choice due to its superior initial cash flow flexibility and market risk resilience.