Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kinerja Panel Surya Akibat Akumulasi Debu pada Permukaan Modul Fotovoltaik Putri Hidayah Ilra; Ahmad Faisal; Reza Juliangga
Jurnal Komputer Teknologi Informasi Sistem Komputer (JUKTISI) Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juktisi.v5i1.897

Abstract

Akumulasi debu pada permukaan panel surya merupakan salah satu faktor lingkungan yang berpengaruh signifikan terhadap kinerja sistem fotovoltaik, terutama di wilayah beriklim tropis seperti Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh massa, ketebalan debu, serta suhu permukaan panel terhadap efisiensi dan penurunan daya keluaran panel surya. Pengujian dilakukan menggunakan modul fotovoltaik polycrystalline 10 Wp dengan tiga kondisi permukaan, yaitu panel bersih, panel dengan debu 60 gram (massa 729 g/m²; ketebalan rata-rata 1,82 mm), dan panel dengan debu 120 gram (massa 1459 g/m²; ketebalan rata-rata 4,86 mm). Pengambilan data dilakukan selama tiga hari berturut-turut pada kondisi lapangan (outdoor) dengan parameter pengukuran meliputi tegangan, arus, daya, intensitas cahaya, dan suhu permukaan panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan massa dan ketebalan debu tidak hanya menghambat transmisi radiasi matahari ke permukaan sel, tetapi juga meningkatkan suhu kerja panel. Kenaikan suhu ini berpengaruh terhadap penurunan tegangan keluaran akibat karakteristik koefisien suhu negatif pada modul fotovoltaik. Panel bersih menghasilkan efisiensi rata-rata tertinggi sebesar 25–29%, sedangkan panel dengan debu 60 gram dan 120 gram hanya menghasilkan efisiensi di bawah 1%. Penurunan daya pada panel berdebu mencapai lebih dari 98% dibandingkan kondisi panel bersih. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi pengaruh optik (penghalang cahaya) dan termal (kenaikan suhu) akibat debu secara signifikan menurunkan kinerja panel surya.
Analisis Potensi dan Perancangan Sistem Hybrid PV/Wind Untuk Motor Board di Perlis, Malaysia Reza Juliangga; Muhammad Ikhwan Fahmi; Syofyan Anwar Syahputra; Muhammad Fadlan Siregar
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i3.1214

Abstract

Penelitian ini menganalisis potensi iradiasi matahari, temperatur, dan kecepatan angin sebagai sumber energi untuk sistem hybrid photovoltaic (PV)/wind powered motor board di Perlis, Malaysia. Data dikumpulkan selama periode Agustus hingga Desember 2018 di Centre of Excellence for Renewable Energy (CERE), Universiti Malaysia Perlis. Hasil menunjukkan bahwa iradiasi matahari rata-rata harian adalah 371,97 W/m² dengan temperatur rata-rata 28,06°C, mengindikasikan potensi yang baik untuk pembangkit PV. Namun, kecepatan angin rata-rata hanya 1,05 m/s yang tergolong sangat rendah. Simulasi menggunakan PSpice untuk modul PV 12V 3W menghasilkan error dibawah 10% dibandingkan datasheet. Perancangan optimal sistem menggunakan 17 modul PV, 1 turbin angin, charge controller 6,38A, dan 17 baterai 12V 1,2Ah untuk mensuplai beban motor DC 10W yang beroperasi 24 jam. Prototype sistem berhasil dibuat dengan monitoring berbasis mikrokontroler ATmega8535. Hasil pengujian menunjukkan output tegangan PV berkisar 13,42-19,61V dengan arus 0,05-0,4A pada iradiasi 107,5-893,6 W/m².   This study analyzes the potential of solar irradiation, temperature, and wind speed as energy sources for a hybrid photovoltaic (PV)/wind powered motor board system in Perlis, Malaysia. Data were collected during the period from August to December 2018 at the Centre of Excellence for Renewable Energy (CERE), Universiti Malaysia Perlis. The results show that the average daily solar irradiation was 371.97 W/m² with an average temperature of 28.06°C, indicating good potential for PV generation. However, the average wind speed was only 1.05 m/s, which is classified as very low. Simulation using PSpice for a 12V 3W PV module produced an error of less than 10% compared to the datasheet. The optimal system design utilizes 17 PV modules, 1 wind turbine, a 6.38A charge controller, and 17 12V 1.2Ah batteries to supply a 10W DC motor load operating 24 hours. A prototype system was successfully built with monitoring based on an ATmega8535 microcontroller. Test results showed that the PV output voltage ranged from 13.42-19.61V with a current of 0.05-0.4A at irradiation levels of 107.5-893.6 W/m².