Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Rasio Likuiditas dan Leverage terhadap Return Saham Miratul Husna Neris; Siti Atikah
Jurnal Minfo Polgan Vol. 14 No. 1 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v14i1.14872

Abstract

Investasi didefinisikan sebagai aktivitas penempatan dana dalam jangka waktu tertentu dengan tujuan memperoleh imbal hasil pada periode yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh rasio likuiditas, yang terdiri atas current ratio dan quick ratio, serta rasio leverage, yang meliputi debt to equity ratio dan debt to asset ratio, terhadap return saham. Pendekatan penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif dengan metode analisis panel least squares, serta diolah menggunakan perangkat lunak EViews 13. Data diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (IDX) dan situs resmi masing-masing perusahaan yang tergabung dalam indeks LQ45, dengan total sampel sebanyak 36 perusahaan selama periode 2021 hingga 2023. Hasil analisis secara parsial menunjukkan bahwa baik rasio likuiditas maupun rasio leverage tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap return saham. Temuan ini tidak mendukung asumsi dasar dalam teori sinyal, yang menyatakan bahwa informasi keuangan dapat berfungsi sebagai sinyal positif bagi investor dalam proses pengambilan keputusan investasi. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk memasukkan variabel-variabel lain guna memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai determinan return saham.
DIGITAL FINANCIAL TRANSACTION MANAGEMENT EDUCATION TO IMPROVE THE EFFICIENCY OF MICRO-ENTERPRISES IN THE TOURISM AREA TETEBATU, SIKUR, EAST LOMBOK Afrida Nur Chasanah; Baiq Herdina Septika; Miratul Husna Neris; Ridho Rafqi Ilhamalimy; Menik Aryani
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.11321

Abstract

ABSTRACT The growing use of digital transactions in the tourism sector has encouraged business actors to adapt their services to increasingly cashless payment systems. However, this shift has not been fully embraced by micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in South Tetebatu Tourism Village, where limited digital financial literacy, dependence on cash transactions, and inadequately documented transaction management remain prevalent challenges. In response to these conditions, this community service program was designed to strengthen MSME capacity in utilizing digital financial services while promoting the implementation of the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) as a more efficient transaction method. A Participatory Action Research (PAR) approach was employed through a series of activities, including partner needs assessment, digital financial literacy education, QRIS registration and installation assistance, and hands-on practice in the use of digital transactions within business settings. The program demonstrated that MSME actors responded positively to cashless payment systems and were able to operate QRIS in their daily business activities. The assistance provided not only facilitated the creation of digital wallet accounts and the implementation of QRIS but also enhanced the use of transaction histories as part of a more structured business management process. These findings indicate that the adoption of digital payment technology becomes more effective when literacy enhancement, technical assistance, and practical experience are developed in an integrated manner. The integration of these three components contributes to strengthening financial inclusion, improving digital transformation readiness, and developing an MSME empowerment model that supports the competitiveness of community-based tourism destinations. ABSTRAK Perkembangan transaksi digital di sektor pariwisata mendorong pelaku usaha untuk menyesuaikan pola layanan yang semakin mengarah pada sistem pembayaran nontunai. Kondisi tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Wisata Tetebatu Selatan yang masih menghadapi keterbatasan literasi keuangan digital, dominasi transaksi tunai, serta pengelolaan transaksi yang belum terdokumentasi secara optimal. Berangkat dari kebutuhan tersebut, kegiatan pengabdian ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM dalam memanfaatkan layanan keuangan digital sekaligus mendorong penerapan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai sarana transaksi yang lebih efisien. Pendekatan Participatory Action Research (PAR) digunakan melalui rangkaian kegiatan yang meliputi identifikasi kebutuhan mitra, edukasi literasi keuangan digital, pendampingan registrasi dan pemasangan QRIS, serta praktik langsung penggunaan transaksi digital pada lingkungan usaha. Pelaksanaan program menunjukkan bahwa pelaku UMKM memberikan respons positif terhadap penggunaan sistem pembayaran nontunai dan mampu mengoperasikan QRIS dalam aktivitas usaha sehari-hari. Pendampingan yang dilakukan tidak hanya memfasilitasi pembuatan akun dompet digital dan implementasi QRIS, tetapi juga meningkatkan pemanfaatan riwayat transaksi sebagai bagian dari pengelolaan usaha yang lebih terstruktur. Temuan ini mengindikasikan bahwa adopsi teknologi pembayaran digital menjadi lebih efektif ketika peningkatan literasi, pendampingan teknis, dan pengalaman praktik dikembangkan secara terpadu. Integrasi ketiga aspek tersebut berkontribusi pada penguatan inklusi keuangan, peningkatan kesiapan transformasi digital, serta pengembangan model pemberdayaan UMKM yang relevan untuk mendukung daya saing kawasan wisata berbasis masyarakat.
Peningkatan Literasi Pengelolaan Keuangan pada Generasi Z melalui Pelatihan Aplikasi Fintech Nur Fitrianingsi; Detty Agustin Riscal; Alfiatmi Laelatunnufus; Miratul Husna Neris; Phita Magfirah Ramdhani
JURPIKAT Vol 7 No 1 (2026): 7.1 2026
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i1.2762

Abstract

Kemampuan mengelola keuangan pribadi secara bijak penting dimiliki generasi muda agar dapat mengambil keputusan finansial yang tepat. Generasi Z masih menghadapi tantangan rendahnya literasi keuangan. Untuk menjawab masalah tersebut, dilakukan pelatihan pengelolaan keuangan pribadi menggunakan aplikasi Money Lover. Metode pelaksanaan terdiri atas pemberian penyuluhan, diskusi interaktif, praktik penggunaan aplikasi Money Lover, dan evaluasi hasil melalui pre-test maupun post-test. Pelatihan terbukti meningkatkan literasi keuangan Gen Z, khususnya dalam penggunaan aplikasi fintech. Peserta pada tahap pre-test masih memiliki pemahaman terbatas, namun menunjukkan sikap positif. Setelah pelatihan, post-test memperlihatkan peningkatan dalam penguasaan konsep pengelolaan keuangan dan pemanfaatan fintech. Kegiatan ini efektif dalam memperkuat literasi keuangan digital, membentuk sikap lebih baik, dan mendorong perilaku finansial yang bijak pada Generasi Z.