Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Pemanfaatan Talas Menjadi Kue Bolu Dengan Strategi Penjualan Melalui Pemasaran Tradisional Dan Digital Di Desa Jenggik Utara Ridho Rafqi Ilhamalimy; I Ketut Kusuma Wijaya; I Ketut Sukarma Sukarma; Fermatika Oktavia Hanna; Afrida Nur Chasanah
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 4 (2023): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i4.1505

Abstract

Pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan penolahan talas yang sebelumnya sebagai produk keripik menjadi produk bolu yang akan meningkatkan penghasilan masyarakat di desa Jenggik Utara. Kegiatan ini dihadiri 10 orang staf desa dan masyarakat sekitar. 90 persen masyarakat terbantu dan senang dengan pelatihan ini. Peserta pelatihan berharap dengan produk bolu talas akan menjadi ciri khas dari desa Jenggik Utara. Untuk pemasaran melalu whatss app group atau melalu situs pertemanan. Untuk penjualan langsung melalui penjualan di sekitas masyarakat. Training on the use of taro into sponge cakes with sales strategies through traditional and digital marketing in Jenggik Utara Village This community service aims to improve the taro processing from product chips to other product likes taro sponge that increase income of community North Jenggik Village. This activity attended 10 person consist of staf and other community and has strong desire to learn product of taro sponge. The method is implementing and training. The evaluating activity is 90 % participants are pleasing and helpful for this training. They can practicing for processing taro as a chips to other product likes taro sponge. The participants hope taro product could be special product of North Jenggik. For taro sponge this product can be sold through whats app group or friendship site. For direct sale, taro sponge will be sold through neighbourhood.
Organizational Culture and Career Opportunities for Women and People with Disabilities: A Comparative Study between the Public and Private Sectors in Mataram City Afrida Nur Chasanah; Yayang Erry Wulandari; Baiq Herdina Septika
Business Management Vol. 4 No. 4 (2025): Business Management November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/bisnis.v4i4.9604

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi terhadap kesempatan berkarir bagi perempuan dan penyandang disabilitas di sektor publik dan swasta di Kota Mataram. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap 30 informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi di sektor publik cenderung birokratis dan konservatif, sehingga membatasi fleksibilitas dan partisipasi kelompok rentan. Sebaliknya, sektor swasta lebih adaptif dan berorientasi pada hasil, tetapi belum sepenuhnya menerapkan prinsip inklusivitas. Kendala utama yang dihadapi perempuan adalah glass ceiling, sementara penyandang disabilitas masih menghadapi hambatan dalam aksesibilitas dan implementasi kebijakan yang konsisten. Secara keseluruhan, budaya organisasi berperan penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang adil dan inklusif. Rekomendasi penelitian ini meliputi penguatan kebijakan kesetaraan gender, pelatihan inklusi, dan pengembangan budaya kerja berbasis empati di kedua sektor.
DIGITAL FINANCIAL TRANSACTION MANAGEMENT EDUCATION TO IMPROVE THE EFFICIENCY OF MICRO-ENTERPRISES IN THE TOURISM AREA TETEBATU, SIKUR, EAST LOMBOK Afrida Nur Chasanah; Baiq Herdina Septika; Miratul Husna Neris; Ridho Rafqi Ilhamalimy; Menik Aryani
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.11321

Abstract

ABSTRACT The growing use of digital transactions in the tourism sector has encouraged business actors to adapt their services to increasingly cashless payment systems. However, this shift has not been fully embraced by micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in South Tetebatu Tourism Village, where limited digital financial literacy, dependence on cash transactions, and inadequately documented transaction management remain prevalent challenges. In response to these conditions, this community service program was designed to strengthen MSME capacity in utilizing digital financial services while promoting the implementation of the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) as a more efficient transaction method. A Participatory Action Research (PAR) approach was employed through a series of activities, including partner needs assessment, digital financial literacy education, QRIS registration and installation assistance, and hands-on practice in the use of digital transactions within business settings. The program demonstrated that MSME actors responded positively to cashless payment systems and were able to operate QRIS in their daily business activities. The assistance provided not only facilitated the creation of digital wallet accounts and the implementation of QRIS but also enhanced the use of transaction histories as part of a more structured business management process. These findings indicate that the adoption of digital payment technology becomes more effective when literacy enhancement, technical assistance, and practical experience are developed in an integrated manner. The integration of these three components contributes to strengthening financial inclusion, improving digital transformation readiness, and developing an MSME empowerment model that supports the competitiveness of community-based tourism destinations. ABSTRAK Perkembangan transaksi digital di sektor pariwisata mendorong pelaku usaha untuk menyesuaikan pola layanan yang semakin mengarah pada sistem pembayaran nontunai. Kondisi tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Wisata Tetebatu Selatan yang masih menghadapi keterbatasan literasi keuangan digital, dominasi transaksi tunai, serta pengelolaan transaksi yang belum terdokumentasi secara optimal. Berangkat dari kebutuhan tersebut, kegiatan pengabdian ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM dalam memanfaatkan layanan keuangan digital sekaligus mendorong penerapan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai sarana transaksi yang lebih efisien. Pendekatan Participatory Action Research (PAR) digunakan melalui rangkaian kegiatan yang meliputi identifikasi kebutuhan mitra, edukasi literasi keuangan digital, pendampingan registrasi dan pemasangan QRIS, serta praktik langsung penggunaan transaksi digital pada lingkungan usaha. Pelaksanaan program menunjukkan bahwa pelaku UMKM memberikan respons positif terhadap penggunaan sistem pembayaran nontunai dan mampu mengoperasikan QRIS dalam aktivitas usaha sehari-hari. Pendampingan yang dilakukan tidak hanya memfasilitasi pembuatan akun dompet digital dan implementasi QRIS, tetapi juga meningkatkan pemanfaatan riwayat transaksi sebagai bagian dari pengelolaan usaha yang lebih terstruktur. Temuan ini mengindikasikan bahwa adopsi teknologi pembayaran digital menjadi lebih efektif ketika peningkatan literasi, pendampingan teknis, dan pengalaman praktik dikembangkan secara terpadu. Integrasi ketiga aspek tersebut berkontribusi pada penguatan inklusi keuangan, peningkatan kesiapan transformasi digital, serta pengembangan model pemberdayaan UMKM yang relevan untuk mendukung daya saing kawasan wisata berbasis masyarakat.