Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Algoritma Dijkstra Menentukan Rute Terpendek Dari Unika St. Thomas Menuju Kantor dinas kependudukan Kota Medan Albert Julio Tampubolon; Erich Ricardo; Daniel S. Simbolon; Adri Pasaribu; Jusnan Panggabean; Sardo Pardingotan Sipayung
Jurnal Minfo Polgan Vol. 14 No. 1 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v14i1.14997

Abstract

Studi ini meneliti penerapan metode algoritma Dijkstra dalam menentukan jalur terpendek yang menghubungkan Universitas Katolik Santo Thomas (Unika St. Thomas) dengan Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Medan. Pemilihan algoritma Dijkstra didasarkan pada keunggulan efektivitasnya dalam menemukan lintasan optimal pada struktur graf yang memiliki bobot dengan tingkat kompleksitas waktu O((V + E) log V). Metodologi penelitian melibatkan pengumpulan data geografis dari Google Maps untuk membangun representasi graf berbobot dari jaringan jalan, yang terdiri dari 13 node dan 13 edge dengan densitas graf 0,166. Algoritma diimplementasikan dan diuji pada struktur graf sparse ini untuk mengidentifikasi rute optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma Dijkstra berhasil mengidentifikasi jalur terpendek dengan jarak total 7,345 km melalui rute: A → B → C → E → G → I → K → L → M, yang merepresentasikan jalur via Jl. Setia Budi - Jl. Sunggal - Jl. Sri Batang Hari - Jl. Gajah Mada - Jl. K.H. Wahis Hasyim - Jl. Jend. D.I Panjaitan - Jl. Sei Babalan. Algoritma mencapai akurasi 99,3% dibandingkan dengan referensi Google Maps dan menunjukkan efisiensi komputasi dengan waktu eksekusi kurang dari 1 milidetik. Solusi ini memberikan perbaikan optimasi jarak sebesar 6,25% dibandingkan rute alternatif, menawarkan kerangka navigasi yang efektif untuk sistem transportasi urban.
Evaluasi Kinerja Web Server Nginx Dan Apache2 Pada Sistem Debian Menggunakan Metode Stress Testing Angela Simanullang; Erich Ricardo; Lotar Mateus Sinaga
JUKOMIKA (Jurnal Ilmu Komputer dan Informatika) Vol. 9 No. 1 (2026): July
Publisher : LPPMPP Yayasan Sejahtera Bersama Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54650/jukomika.v9i1.709

Abstract

Meningkatnya kebutuhan terhadap layanan berbasis web yang cepat dan stabil menjadikan pemilihan web server sebagai faktor penting dalam implementasi sistem. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan membandingkan kinerja Apache2 dan Nginx pada sistem operasi Debian 12 menggunakan metode stress testing. Pengujian dilakukan pada lingkungan implementasi yang identik menggunakan Apache Benchmark (ab) dengan 5.000 request dan 100 concurrent connection. Parameter yang dianalisis meliputi Requests per Second, Time per Request, Transfer Rate, dan Failed Requests. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nginx memperoleh 5500.65 Requests per Second, Time per Request sebesar 18.180 ms, dan Transfer Rate sebesar 4555.23 KBytes/sec, sedangkan Apache2 memperoleh 439.66 Requests per Second, Time per Request sebesar 227.448 ms, dan Transfer Rate sebesar 2607.48 KBytes/sec. Kedua web server berhasil menyelesaikan seluruh request tanpa Failed Requests. Penelitian ini memberikan evaluasi objektif terhadap performa kedua web server sehingga dapat menjadi referensi dalam pemilihan web server sesuai kebutuhan implementasi layanan berbasis web.