Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STRATEGI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DALAM MEMBENTUK KARAKTER GENERASI MUDA Alya Anggriani Sinaga; Nia Novita Insani Sinaga; Putri Arga L. Munte; Anugrah Setiawan
Journal of Golden Generation Education Vol. 1 No. 1 (2025): Juni : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v1i2.43

Abstract

Korupsi masih menjadi masalah besar di Indonesia yang tidak hanya berdampak pada aspek hukum, tetapi juga moral, sosial, dan budaya. Fenomena ini menunjukkan adanya kegagalan dalam pembentukan karakter bangsa yang berintegritas. Oleh karena itu, diperlukan strategi pencegahan yang efektif melalui jalur pendidikan, khususnya pendidikan anti korupsi sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui urgensi pendidikan anti korupsi dalam membentuk karakter generasi muda, mengidentifikasi tantangan implementasi di sekolah maupun perguruan tinggi, serta menganalisis strategi pembelajaran yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan keadilan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui angket online (Google Form) yang disebarkan kepada mahasiswa dan siswa sebagai representasi generasi muda. Analisis data dilakukan dengan pendekatan statistik deskriptif serta interpretasi kualitatif dari jawaban terbuka responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden menilai pendidikan anti korupsi sebagai aspek yang sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda. Indikator kejujuran dan kepedulian sosial memperoleh persentase tertinggi (masing-masing 80%), diikuti oleh disiplin, tanggung jawab, dan keadilan. Temuan ini menegaskan adanya kesadaran kolektif generasi muda mengenai urgensi pendidikan anti korupsi, meskipun masih terdapat sebagian kecil responden yang belum menempatkan disiplin dan tanggung jawab sebagai prioritas. Dengan demikian, pendidikan anti korupsi terbukti berperan signifikan sebagai instrumen strategis dalam membangun generasi berintegritas, serta perlu diimplementasikan secara sistematis, berkesinambungan, dan berbasis nilai Pancasila, agama, serta budaya bangsa.
ANALISIS FAKTOR PEMICU RADIKALISME PADA REMAJA SERTA DAMPAKNYA PADA DEMOKRASI Inna Umi Fadillah; Julia Agnesia Harianja; Wan Saskia Putri; Anugrah Setiawan
Journal of Golden Generation Education Vol. 1 No. 1 (2025): Juni : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v1i2.56

Abstract

Penelitian ini menganalisis faktor-faktor pemicu radikalisme pada remaja serta dampaknya terhadap demokrasi di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian literatur, penelitian ini menelaah sumber dari jurnal dan buku. Hasil kajian menunjukkan bahwa radikalisme remaja dipicu oleh beberapa faktor utama, yaitu ideologis, psikologis (krisis identitas), sosial-budaya (diskriminasi, eksklusivitas budaya), ekonomi (ketidakadilan dan kesenjangan), serta pengaruh media digital. Fenomena ini berdampak serius pada demokrasi, antara lain terkikisnya nilai toleransi, ancaman terhadap kebebasan beragama, meningkatnya polarisasi sosial, melemahnya partisipasi politik sehat, hingga berkurangnya kepercayaan publik terhadap institusi demokratis. Penelitian ini menegaskan bahwa radikalisme remaja bukanlah masalah individu semata, melainkan persoalan kolektif yang mengancam keberlanjutan demokrasi. Oleh karena itu, pencegahan perlu dilakukan secara sinergis melalui peran keluarga, pendidikan, pemerintah, media, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan generasi muda.
Legal Literacy Among Civic Education Students: A Study of Cognitive, Affective, and Behavioural Dimensions Radini; Otang Kurniaman; Beny Al Fajar; Zufriady; Munjiatun; Anugrah Setiawan
Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 10 No. 2 (2026): March
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v10i2.1468

Abstract

This study aims to empirically examine the level of legal literacy among Citizenship Education students across cognitive, affective, and behavioural dimensions. The approach is quantitative, with a survey design. The study sample consisted of 50 students selected through probability sampling techniques. The research instrument was a Likert-scale questionnaire structured around three main dimensions: legal Knowledge, legal Awareness, and law-abiding behaviour. Data were analyzed using descriptive statistics and a one-way ANOVA to examine differences in legal literacy across semesters. The results show that students' legal literacy is generally high across all dimensions. The affective dimension shows the strongest trend, followed by the cognitive and behavioural dimensions. In addition, there are significant differences in legal literacy levels by semester, indicating that academic experience contributes to progressive improvement in legal literacy. These findings confirm that legal literacy is a multidimensional competency that needs to be developed in an integrated manner through the Citizenship Education curriculum. This study provides theoretical contributions to strengthening the legal literacy model and practical implications for developing more participatory and reflective learning strategies in higher education.