Imam Tauhid
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Metode Pengajaran Guru untuk Genarasi Z di Era Society 5.0 pada Mata Pelajaran Fiqih di Madrasah Aliyah Palembang Imam Tauhid; Agra Dwi Saputra; Meddya Boty
Cendekia Vol. 16 No. 01 (2024): Cendekia March 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37850/cendekia.v16i01.643

Abstract

Determining teaching methods is very important, because the success or failure of achieving teaching objectives depends on how the teaching and learning process is structured and carried out effectively and efficiently. This research aims to determine and analyze the process of implementing teaching methods with students' perceptions of the methods used by fiqh subject teachers at Madrasah Aliyah Negeri 2 Palembang. This research approach uses a qualitative approach with a case study type. The population and sample of this research is one fiqh teacher and 4 students of Madrasah Aliyah Negeri 2 Palembang. 2 students consisting of 1 male, 1 female from class IX IPA 5, 2 students consisting of 1 male and 1 female student from class IX IPS 2. Data collection techniques are observation, interviews and documentation. The results of this research show that teachers' teaching methods have an important role in creating effective and enjoyable learning experiences for students. Varied and innovative methods, such as those used by a teacher at MAN 2 Palembang, can increase student enthusiasm and creativity. However, several obstacles arise, especially related to the limitations of learning media, especially in the context of online learning. Solutions to improve the quality of learning include forming teacher deliberation groups, discussions between teachers, regular training, and improvements to technological infrastructure.
ADAB BERPAKAIAN MUSLIM DAN MUSLIMAH DALAM FIQIH Imam Tauhid; Aulia Fathonah; Atik Rohmaniyati; Juwita Iqlima; Riska Firdhi Cahyan
Al Arsy: Journal of Education, Management and Islamic Thought Vol. 1 No. 1 (2025): Desember
Publisher : PT. Sulthan Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muslim brotherhood and maintaining silaturahmi are fundamental concepts in Islam that aim to strengthen social relations among Muslims and support the creation of a harmonious and civilized society. This article aims to examine the meaning of ukhuwah Islamiyah as a spiritual bond that binds fellow Muslims and examines the importance of silaturahmi as a practical manifestation of ukhuwah. A qualitative literature review method was used to gather information from various Islamic literature sources, the Qur'an, and Hadith. The results of the study indicate that ukhuwah as a theoretical concept must be realized through consistent silaturahmi so that brotherhood among Muslims can be maintained and developed. Maintaining silaturahmi not only brings blessings and rewards but also maintains the unity and harmony of the Muslim community. This article emphasizes that ukhuwah and silaturahmi are two complementary concepts in building a united and harmonious Muslim community.
Memahami Zakat Mal, Zakat Fitrah, Dan Zakat Pertanian Dalam Pendidikan Fiqih Imam Tauhid; Shofi Dwi Gusnaini; Dhea Putri; Rodia Anisa Padillah; Muhammad Hafizh
Educate : Journal of Education and Learning Vol. 4 No. 1 (2026): Educate : Journal of Education and Learning
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/educate.v4i1.1534

Abstract

Zakat merupakan salah satu instrumen penting dalam ajaran Islam yang memiliki fungsi ibadah sekaligus sosial ekonomi. Zakat juga merupakan salah satu rukun Islam yang memegang peranan penting tidak hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga sebagai aspek sosial dan ekonomi dalam masyarakat. Zakat merupakan rukun Islam ketiga yang wajib ditunaikan bagi setiap Muslim yang memenuhi syarat. Metode penulisan menggunakan studi literatur dari sumber-sumber fiqih klasik dan kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan pemahaman zakat mal, zakat fitrah, dan zakat pertanian dalam pendidikan fiqih, meliputi dasar hukum, ketentuan nisab, kadar zakat, serta distribusinya.
Fiqh dalam Era Digital: Tantangan dan Respons Ulama Rahmat Mufarid; Sila Monika; Sabila Ayu; Rizano Akbar; Imam Tauhid
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 10 No 06 (2025)
Publisher : Konsorsium Dosen Institut Agama Islam Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55102/alyasini.v10i6.98

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa pengaruh yang besar pada berbagai aspek kehidupan, termasuk di dalam kegiatan religius dan pendidikan Islam. Dalam konteks hukum Islam, fiqh kini menghadapi tantangan baru yang muncul sebagai akibat dari perubahan digital yang berlangsung pesat. Penelitian ini berfokus pada kajian akademis yang mengeksplorasi perbedaan antara fiqh konvensional dan keadaan sosial masa kini, terutama dalam hal dakwah lewat platform digital. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengeksplorasi tantangan utama yang dihadapi fiqh ketika menyongsong era digital serta menganalisis pandangan para ulama mengenai perubahan yang telah terjadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Informasi diperoleh dari berbagai jenis sumber, baik yang bersifat primer maupun sekunder, seperti kitab fiqh, artikel ilmiah, dan sumber daring yang dapat diandalkan. Temuan dari penelitian mengungkapkan bahwa meskipun fiqh modern berupaya menerapkan prinsip maqāṣid al-syarī‘ah dalam konteks digital, fiqh tradisional cenderung lebih memperhatikan bahasa dan sikap yang ditunjukkan oleh ulama. Para akademisi masa kini menekankan betapa pentingnya etika dalam pendidikan digital, kemampuan literasi informasi, dan literasi media untuk membantu membangun komunitas Muslim yang kritis dan berkarakter. Singkatnya, dakwah digital bukan sekadar sebuah inovasi teknologi, tetapi juga menghadirkan ruang baru bagi ulama dalam melakukan ijtihad agar prinsip-prinsip Islam tetap dapat diaplikasikan dalam dunia teknologi saat ini.Abstrak ditulis pasca-halaman judul artikel.
C Compilation of Scholars’ Views on the Rulings of Using Digital Adhan Applications in Worship: Compilation of Scholars’ Views on the Rulings of Using Digital Adhan Applications in Worship Vemmy Ellengie Vemmy; Zahra Chairunnisa S Zahra; Wirda Hakim Wirda; Nurrohmatillah Nurrohmatillah; Imam Tauhid
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 10 No 06 (2025)
Publisher : Konsorsium Dosen Institut Agama Islam Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55102/alyasini.v10i6.104

Abstract

Dari perspektif ulama tradisional maupun kontemporer, penelitian ini mengkaji status hukum penggunaan adzan digital dalam praktik ibadah umat Muslim. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi batasan teknologi digital dalam ibadah dan menentukan apakah aplikasi adzan digital dapat menggantikan adzan konvensional yang dipanggil oleh muadzin manusia. Metodologi yang digunakan bersifat kualitatif dengan pendekatan studi perpustakaan, meliputi analisis sumber primer dan sekunder, termasuk fatwa modern, kitab fiqh klasik, dan artikel akademik yang relevan dengan hukum Islam dan teknologi. Temuan studi menunjukkan bahwa untuk penggunaan pribadi, aplikasi adzan digital diizinkan sebagai pengingat shalat; namun, ia tidak dapat menggantikan adzan syar'i yang harus dilakukan oleh manusia dengan niat dan kesadaran agama. Para ulama klasik memandang adzan sebagai ibadah lisan dengan kriteria tertentu; di sisi lain, lembaga fatwa seperti MUI, Lajnah Daimah Arab Saudi, dan Dar al-Ifta’ Mesir sepakat bahwa adzan digital hanya berfungsi sebagai alat. Hasil ini menyoroti pentingnya menggunakan teknologi secara bijak sesuai dengan prinsip syariah tanpa menghilangkan nilai-nilai syiar dan spiritualitas adzan tradisional.
ANALISIS SHOLAT SUNNAH RAWATIB DAN GHAIRU RAWATIB DALAM PERSPEKTIF FIQH IBADAH : ANALISIS SHOLAT SUNNAH RAWATIB DAN GHAIRU RAWATIB DALAM PERSPEKTIF FIQH IBADAH Rini Chairunnisa; Siti Aisya; Resti Maharani Putri; Naila Nur Fatihah; Imam Tauhid
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 10 No 06 (2025)
Publisher : Konsorsium Dosen Institut Agama Islam Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55102/alyasini.v10i6.144

Abstract

Abstract:Sholat sunnah merupakan bagian penting dalam sistem ibadah Islam yang berfungsi sebagai pelengkap dan penyempurna sholat wajib. Dalam kajian fiqh ibadah, sholat sunnah diklasifikasikan menjadi sholat sunnah rawatib dan sholat sunnah ghairu rawatib berdasarkan keterikatannya dengan sholat fardhu. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan, dasar hukum, serta fungsi sholat sunnah rawatib dan ghairu rawatib dalam perspektif fiqh ibadah. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis, yang bersumber dari Al-Qur’an, hadis Nabi SAW, serta literatur fiqh klasik dan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa sholat sunnah rawatib memiliki fungsi struktural sebagai pengiring sholat wajib dan berperan dalam menyempurnakan kekurangan pelaksanaannya, sedangkan sholat sunnah ghairu rawatib berfungsi sebagai sarana penguatan spiritual dan pembinaan keistiqamahan ibadah secara personal. Dengan demikian, kedua jenis sholat sunnah tersebut memiliki peran yang berbeda namun saling melengkapi dalam membentuk kualitas ibadah sholat seorang Muslim. Keywords:sholat sunnah, rawatib, ghairu rawatib, fiqh ibadah