Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

KANTOR DINAS LINGKUNGAN HIDUP KOTA GORONTALO Zamaludin Mantali; Sri Sutarni Arifin; Muhammad Rijal Syukri
JAMBURA Journal of Architecture Vol 3, No 1 (2021): JJoA : Juni 2021
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3922.432 KB) | DOI: 10.37905/jjoa.v3i1.11893

Abstract

ABSTRACT. Environmental Service Office Gorontalo City which is located on Jl. Rajawali Ex. South Heledulaa Kec. East City Gorontalo City, has tasks in the field of management and environmental protection of the City of Gorontalo, which still lacks building facilities or space to run all government needs. For this reason, the Gorontalo City Environmental Office Office needs to have a separate building so that it can accommodate all official activities carried out in government affairs, in this case, it is necessary to have a building or room for each sector and facilities Others, such as the Impact Analysis Laboratory Environment, nursery, DAM Trucks, totaling 20 units and motorbike carts totaling 40 units, Equipment Warehouse, Parks, Halls or meeting rooms, prayer rooms, TPS 3R, Banks trash, waiting room, and others. Because looking at the condition of the Gorontalo City Environmental Service office, whose current building feasibility does not meet the requirements of the actual office function.  Keywords: office, environment, Gorontalo, tropical ABSTRAK. Kantor Dinas Lingkungan Hidup ‎Kota Gorontalo yang terletak di Jl. ‎Rajawali Kel. Heledulaa Selatan ‎Kec. ‎Kota Timur Kota Gorontalo, mempunyai ‎tugas di bidang pengeloloan dan ‎perlindungan ‎lingkungan hidup Kota ‎Gorontalo, yang masih kekurangan ‎fasilitas gedung atau ruangan untuk ‎‎menjalankan semua kebutuhan ‎kepemerintahan. Untuk itu Kantor Dinas ‎Lingkungan Hidup Kota ‎Gorontalo perlu ‎ada satu bangunan tersendiri agar bisa ‎mewadahi semua aktifivitas kedinasan ‎yang ‎dilakukan dalam urusan ‎kepemerintahan, dalam hal ini perlu ‎adanya gedung atau ruangan  untuk ‎‎masing-masing bidang serta fasilitas ‎lainya seperti Laboratorium Analisis ‎Dampak ‎Lingkungan,tempat pembibitan, ‎tempat mobil DAM Truk berjumlah 20 ‎unit dan Gerobak motor ‎berjumlah 40 ‎unit , Gudang Peralatan, Taman, Aula ‎atau Ruang rapat,mushola,TPS 3R, ‎Bank ‎sampah, ruang Tunggu dan Lain-‎lain. Karena melihat kondisi kantor ‎dinas lingkungan hidup kota ‎gorontalo  ‎yang kelayakan bangunanya saat ini ‎tidak memenuhi syarat sebagaimana ‎fungsi kantor ‎yang sebenarnya.‎ Kata kunci: kantor, lingkungan hidup, Gorontalo, tropis
PERANCANGAN PELABUHAN PENDARATAN IKAN DI KOTA GORONTALO Abdul Hamid Mahmud; Muh. Rizal Mahanggi; Sri Sutarni Arifin
JAMBURA Journal of Architecture Vol 3, No 2 (2021): JJoA : Desember 2021
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.907 KB) | DOI: 10.37905/jjoa.v3i2.12921

Abstract

INTISARIIndonesia adalah negara kepulauan dengan perbandingan jumlah laut dengan daratan hampir sebanding. Wilayah perairan yang dihuni berbagai macam jenis ikan, menjadikan Indonesia berpotensi dalam mengembangkan dan menjadikan Pelabuhan Pendarataan ikan sebagai bagian investasi kelautan perikanan untuk meningkatkan pereokonomian masyarakat. Potensi perikanan di wilayah Sulawesi dikembangkan menjadi salah satu sektor ekonomi unggulan. Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Menjelaskan bahwa Provinsi Gorontalo dapat dijadikan  sebagai basis produksi ikan dengan membuat 4 (empat) kawasan minapolitan yang meliputi, Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo Utara, Kabupaten Boalemo, dan Kabupaten Pohuwato. Pendapatan hasil laut yang sangat melimpah di Provinsi Gorontalo sebagai daerah investasi sudah selayaknya melakukan perubahaan dalam memaksimalkan produksi terhadap potensi hasil laut Metodologi yang diterapkan dalam penyususnan adalah pengumpulan data baik data sekunder maupun data primer yang dapat menunjang proses penyususnan acuan Perancangan pelabuhan pendaratan ikan di Kota  Gorontalo. kemudian dilanjutkan dengan metode analisa berupa analisa tapak dan analisa bangunan. Berdasarkan analisa yang dilakukan maka hasil yang diperoleh perancangan Perancangan pelabuhan pendaratan ikan di Kota  Gorontalo yaitu mengonsepkan pendekataan arsitektur modern yang memadukan dan mengaitkan antara konsep arsitektur yang modern dan terbaru yang memperhatikan aspek lingkungan serta memenuhi fasilitas yang menunjang nelayan dan pengunjung serta mewadahi kegiataan yang bergerak di sektor perikanan baik dalam pemasaran hasil tangkapan,  maupun kegiataan eksportir. Kata Kunci: Pelabuhan Pendaratan Ikan di kota gorontalo, Perikanan, Arsitekture Modern. 
Penataan Kawasan Wisata Torosiaje Serumpun di Kabupaten Pohuwato dengan Pendekatan Arsitektur Ekologi Zulkifli Abdullah; Sri Sutarni Arifin; Muhammad Rijal Syukri
JAMBURA Journal of Architecture Vol 3, No 2 (2021): JJoA : Desember 2021
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1494.528 KB) | DOI: 10.37905/jjoa.v3i2.11650

Abstract

Ecotourism is an activity of environmentally friendly tourism by emphasizing aspects of nature conservation, empowerment of multiple factors (societal, economic, and cultural) as well as aspects of learning and education. Pohuwato is a regency in Gorontalo with such a diverse tourism type and possesses a huge potential in the tourism sector. Torosiaje cluster is one of the regions located in Popayato district, Pohuwato regency—a region that is now a tourist village. In addition to having maritime potentials, this area also has the mangrove potential spanning 7.420 Ha. The region experienced a decline in width due to land conversion by the public, which is now ponds as well as the source of firewood and building materials. The Village has ecological potentials and natural resources, but they are managed poorly. Thus, the development of an ecotourism site is required. Arranging the Tourist Area of Torosiaje cluster is the early stage to improve tourism necessities so that tourist accommodation for all tourist activities is needed.This research aims to design supporting facilities and infrastructure without damaging the environment based on the function of the mangrove ecotourism area. The application of the Ecological Architecture concept was devoted to the arrangement of the circulation area while maintaining and preserving the environment both in terms of the use of materials that do not damage nature and the proper use of energy based on the conservation area. Ecological architecture is a reciprocal relationship between living creatures and the environment. Keywords: Tourism Area, Mangrove Ecotourism, Ecological Architecture
Desain Agro Park Ruang Terbuka Hijau Kecamatan Tomilito Zuhriati A. Djailani; Sri Sutarni Arifin
JAMBURA Journal of Architecture Vol 3, No 2 (2021): JJoA : Desember 2021
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.422 KB) | DOI: 10.37905/jjoa.v3i2.12788

Abstract

ABSTRACT.Green open space (GOS) as the lungs of the city is one aspect of the ongoing recycling function between carbon dioxide (CO2) and oxygen (O2) gases. Other functions of green open space include aesthetic functions, recreation and space for social interaction between communities. The Green Open Space Agro Park in Tomilito District, North Gorontalo Regency aims to create a more quality, beautiful, comfortable, organized, healthy and sustainable urban space. The method in designing green open space with the theme of Agro Park is the method of the glass block design process with the following stages: data collection, analysis, synthesis, concept formulation and pre-design. Based on the results of data processing, analysis and synthesis, the basic ideas of development are: 1Integrating Green Open Spaces with functions and activities around the park, 2Maximizing the ecological functions of Green Open Spaces. Agro park is a theme that is determined as a response to the existing environmental conditions of the site which is located between community plantations and close to the Agricultural Extension Center Office so that it will become an integrated part to create an agricultural and plantation area for the people around it. Zonning Agro Park is divided into 1Zone for main, companion and supporting plants and 2Zones for social activities and entertainment. The functions that are accommodated are: ecological, social/cultural, educational and aesthetic. Circulation consists of the concept and design of circulation of the garden with the surrounding environment and the concept and design of circulation between zones within the Park. Types of vegetation based on the criteria for environmental parks and city parks according to the theme are the main plants consisting of: vegetables, bean plants, family medicinal plants, spice plants, and supporting plants consisting of: Flower and Leaf Plants, Shade Plants, Surface Cover Plants, plants barrier.Keywords: Agro Park, Green Open Space; North Gorontalo ABSTRAKRuang terbuka hijau (RTH) sebagai paru-paru kota merupakan salah satu aspek berlangsungnya fungsi daur ulang antara gas karbondioksida (CO2) dan oksigen (O2). Fungsi lain RTH diantaranya fungsi estetika, rekreasi dan ruang interaksi sosial antar masyarakat. Agro Park RTH di Kecamatan Tomilito Kabupaten Gorontalo Utara bertujuan untuk mewujudkan ruang kota yang lebih berkualitas, indah, nyaman, tertata, sehat dan berkelanjutan. Metode dalam mendesain RTH dengan tema Agro Park adalah metode proses desain glass block dengan tahapan: Pendataan, Analisis, sisntesis, rumusan konsep dan pra design. Berdasarkan hasil pengolahan data, analisis dan sintesis maka ide dasar pengembangan adalah: 1Mengintegrasikan Ruang Terbuka Hijau dengan fungsi dan aktifitas disekitar taman, 2Memaksimalkan fungsi ekologi Ruang Tebuka Hijau. Agro park adalah tema yang ditentukan sebagai respon terhadap kondisi eksisting lingkungan site yang berada di antara perkebunan masyarakat dan dekat dengan Kantor Balai Penyuluh Pertanian sehingga akan menjadi bagian yang saling terintegrasi untuk mewujudkan sebuah kawasan pertanian dan perkebunan bagi rakyat di sekitarnya. Zonning Agro Park terbagi atas 1Zona untuk tanaman utama, pendamping dan pendukung dan 2Zona untuk aktifitas sosial dan hiburan. Fungsi yang diwadahi adalah: ekologis, sosial/budaya, edukatif dan estetika. Sirkulasi terdiri dari konsep dan desain sirkulasi taman dengan lingkungan sekitar dan konsep dan desain sirkulasi antar zona di dalam Taman. Jenis vegetasi berdasarkan kriteria taman lingkungan dan taman kota sesuai tema adalah tanaman utama yang terdiri dari: sayuran, tanaman kacang, tanaman obat keluarga, tanaman rempah, dan Tanaman Pendukung yang terdiri dari: Tanaman Bunga dan Daun, Tanaman Peneduh, tanaman Penutup Permukaan, tanaman Pembatas.Kata kunci: Agro Park, Ruang Terbuka Hijau; Gorontalo Utara
SPORT CENTRE UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MODERN Syafly Adenan Pujianto; Muhammad Rijal Syukri; Sri Sutarni Arifin
JAMBURA Journal of Architecture Vol 1, No 1 (2019): JJoA : Juni 2019
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.277 KB) | DOI: 10.37905/jjoa.v1i1.10301

Abstract

Sport Centre Universitas Negeri Gorontalo merupakan suatu bangunan yang menjadi pusat dan wadah dari segala kegiatan olahraga yang efisien dan fungsional yang berarti benar-benar mampu mewadahi segala aktivitas penggunanya serta mampu memberikan kenyamanan pengguna baik dari segi fasilitas ataupun dari fasad bangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh desain Sport Centre Universitas Negeri Gorontalo yang mampu meningkatkan kualitas pada bidang ilmu keolahragaan terkhusus bagi mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo baik itu dari segi potensi, minat dan bakat maupun dari segi fisik dan  mental. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kompilasi data, dalam proses ini dilakukan pengumpulan data yang diperlukan dalam proses perancangan, pengambilan data dapat dilakukan dengan:observasi, referensi buku atau studi literatur, studi kasus objek pendekatan, dan media Internet yang berkaitan dengan objek penelitian. Langkah berikutnya yaitu proses analisa, hasil tinjauan dan analisa ini nantinya akan menjawab persoalan-persoalan pada rumusan permasalahan. Tahap analisa akan dikelompokan berdasarkan program fungsional, performansi, dan arsitektural. Sehingga dari hasil proses analisa ini akan menghasilkan konsep perencanaan dan perancangan arsitektur yang dijadikan sebagai bekal dalam mendesain. Proses hasil dari desain ini selanjutnya diterjemahkan kedalam desain gambar-gambar pra-rancangan arsitektur dalam bentuk sketsa dua dimensi/tiga dimensi. Tahapan berikutnya akan menghasilkan desain hasil akhir dari rancangan bangunan Sport Centre Universitas Negeri Gorontalo yang mengusung tema Arsitektur Modern sebagai konsep dasar utama dalam mengekspresikan pada fasad dan penataan massa bangunan Sport Centre yang dapat dimanfaatkan dengan baik dari segi fungsi
ANALISIS PERUBAHAN FUNGSI LAHAN SAWAH DI KOTA GORONTALO Muhammad Rijal Syukri; Sri Sutarni Arifin
JAMBURA Journal of Architecture Vol 3, No 1 (2021): JJoA : Juni 2021
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.816 KB) | DOI: 10.37905/jjoa.v3i1.12790

Abstract

The use of paddy fields is an activity where a land is functioned as wet agricultural land or more commonly known as rice fields. The change in land use which was previously used as rice fields to other uses, especially in urban areas, has experienced a fairly high increase. This study aims to analyze the changes in the function of paddy fields in Gorontalo City in the last 10 years. The method used in this research is spatial analysis using a Geographic Information System (GIS) using historical imagery data from Google Earth. The results showed that there was a change in the function of paddy fields in Gorontalo City in a period of 10 years from 2010 to 2020. Changes in the function of paddy fields are in the form of built-up areas and dominated by settlements.. Keywords: changed, land, paddy field, function
RUMAH SAKIT JIWA DI KOTA GORONTALO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BEHAVIOUR Jefri Hilala; Kalih Trumansyahjaya; Sri Sutarni Arifin
JAMBURA Journal of Architecture Vol 2, No 2 (2020): JJoA : Desember 2020
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1150.363 KB) | DOI: 10.37905/jjoa.v2i2.10620

Abstract

Proyeksi pasien gangguan jiwa di Gorontalo dari tahun 2019 hingga 2028 meningkat dari angka 868 jiwa menjadi 969. Sementara untuk persyaratan rumah sakit jiwa jika telah mecapai angka (±) 500 jiwa maka daerah tersebut sudah harus mendirikan rumah sakit type A. Di Provinsi Gorontalo sendiri hingga saat ini belum memiliki rumah sakit jiwa yang layak untuk menampung pasien kejiwaan yang tersebar di wilayah Gorontalo. Rancangan jurnal ini di buat dengan maksud dapat diterapkannya proyeksi rumah sakit jiwa untuk menampung pasien hingga 10 tahun kedepan berdasarkan konsep arsitektur behavior dengan menggunakan medtode studi literatur dan metode survey lapangan. Berdasarkan konsep arsitektur behavior, maka dihasilkan sebuah desain rumah sakit jiwa yang sesuai dengan kebutuhan pasien akan fungsi kenyamanan dan fungsi pelayanan Kesehatan kejiwaan di Gorontalo
REDESAIN PONDOK PESANTREN HUBULO Nurul Ilma Maku; Sri Sutarni Arifin; Muh. Rijal Syukri
JAMBURA Journal of Architecture Vol 3, No 2 (2021): JJoA : Desember 2021
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1932.308 KB) | DOI: 10.37905/jjoa.v3i2.11082

Abstract

Pondok Pesantren Hubulo adalah kawasan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan formal berupa Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah serta pendidikan non formal. Pondok Pesantren Hubulo ini terletak di Desa Kramat, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango. Sejak berdiri pada tanggal 12 September tahun 1987, Pesantren Hubulo terus mengalami peningkatan jumlah siswa sehingga kebutuhan ruang juga semakin besar. Selain itu sirkulasi dalam site belum tertata dengan baik antara jalur pemisah santri putra dan santri putri yang mengakibatkan permasalahan yang bertolak belakang dengan prinsip dasar keislaman. Berdasarkan data dari Pondok Pesantren Hubulo menyebutkan kebutuhan mendesak saat ini yaitu berupa hunian, yang terdiri dari asrama dan rumah dinas guru dan ustadz, ruang kelas, laboratorium, gedung serbaguna, dan gudang arsip. Redesain Pondok Pesantren Hubulo menerapkan konsep Arsitektur Islam sebagaimana ditentukan oleh hukum syariah, tanpa batasan terhadap fungsi dan tempat, namun pada karakter Islami dalam hubungannya dengan desain bentuk serta dekorasi.
Penataan Hunian Kawasan Bantaran Sungai Bone Kota Gorontalo Andika Ali; Sri Sutarni Arifin; Elvie F. Mokodongan
Jurnal Teknik Vol 16 No 1 (2018): Jurnal Teknik
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2367.84 KB) | DOI: 10.37031/jt.v16i1.52

Abstract

Kota akan selalu mengalami perkembangan dari tahun ke tahun, baik secara fisik maupun non fisik. Perkembangan kota selalu dihadapkan dengan permasalahan-permasalahan yang terjadi dilingkungannya, seperti yang terjadi di bantaran sungai biasanya identik dengan sampah, kotor, dan kawasan kumuh. Gambaran ini ada benarnya jika kita melongok kawasan bantaran sungai di tengah kota dan sekitarnya. . Problematika ini hampir ada di setiap kota-kota besar di Indonesia dan tidak kurang upaya pemerintah menata kawasan ini agar menjadi lingkungan yang bersih dan nyaman, masyarakatpun sebenarnya menginginkan hal yang sama. Rumah adalah bagian yang utuh dari permukiman, dan bukan hasil fisik sekali jadi semata, melainkan merupakan suatu proses yang terus berkembang dan terkait dengan mobilitas sosial ekonomi penghuninya dalam suatu kurun waktu. Yang terpenting dan rumah adalah dampak terhadap penghuni, bukan wujud atau standar fisiknya. Selanjutnya dikatakan bahwa interaksi antara rumah dan penghuni adalah apa yang diberikan rumah kepada penghuni serta apa yang dilakukan penghuni terhadap rumah. Kawasan adalah suatu daerah di permukaan bumi yang relative homogeny dan berbeda disekelilingnya berdasarkan kriteria tertentu, definisi dan deskripsi tentang kawasan menjadi perhatian utama para ahli demografi pada pertengahan abad ke-20. Dalam mengelola kawasan Tepian Air, beberapa elemen dapat diberikan penekanan dalam memberikan solusi desain yang spesifik, yang membedakan dengan olahan kawasan lainnya atau yang dapat memberikan kesan mendalam, sehingga selalu dikenang oleh pengunjung. Secara arsitektur, bangunan permukiman tepi sungai dibedakan menjadi bangunan di atas tanah, bangunan panggung di darat, bangunan panggung di atas air, bangunan rakit di atas air. Arsitektural bangunan dibuat dengan kaidah tradisional maupun modern, sesuai dengan latar belakang budaya dan suku/etnis masing-masing. Tipologi bangunan menggunakan struktur dan konstruksi sederhana, tradisional dan konvensional, yang kurang memperhitungkan pengaruh angin.
Penerapan Arsitektur Behaviour pada Desain Rumah Sakit Bersalin Alviana Krismawati; Sri Sutarni Arifin; Nurnaningsih Nico Abdul
JAMBURA Journal of Architecture Vol 4, No 1 (2022): JJoa : Juni 2022
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v4i1.14342

Abstract

ABSTRAK. Kesehatan bagi ibu melahirkan sangatlah penting, karena mempunyai tanggung jawab untuk melahirkan generasi yang sehat yang nantinya akan menjadi penerus bangsa. Suatu negara akan dikatakan maju apabila angka kasus kematian ibu dan anak saat melahirkan berkurang setiap tahunnya. Oleh karena itu pemerintah harus memperhatikan kesehatan ibu dan anak dengan memprioritaskan kesehatan ibu dan anak dalam program pelayanan khusus kesehatan untuk ibu dan anak. Di Gorontalo sendiri, ketersediaan rumah sakit untuk bersalin masih bergabung dengan rumah sakit umum, dan untuk fasilitasnya masih kurang memadai serta desain bangunan yang belum sesuai dengan kebutuhan ibu hamil. Kurangnya ketersediaan fasilitas yang di peruntukan untuk ibu hamil di Gorontalo ini menjadi daya Tarik penulis untuk merancangan rumah sakit bersalin di Gorontalo. Rumah sakit ini diharapkan dapat menjadikan wadah bagi para ibu hamil yang berada di Gorontalo. Dalam perancangan rumah sakit bersalin ini menggunakan pendekatan arsitektur perilaku, dimana desain rumah sakit bersalin ini mengutamakan keperluan ibu hamil yang memeperhatikan perilaku dan penggunanya. Kata kunci: Rumah Sakit Bersalin, Arsitektur Perilaku