Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ACTIV-5: A Digital Education Strategy for Tuberculosis Prevention in the Community: ACTIV-5: Strategi Edukasi Digital untuk Cegah TBC di Komunitas Baiq Reny Ermayuningsih; Mar'atus Sholihah; Sri Wahyuni; Tanwirullaily; Nurfika Asmaningrum; Anisah Ardiana; Fatimah
Journal of Community Empowerment for Multidisciplinary (JCEMTY) Vol. 3 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : KHD Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53713/jcemty.v3i2.414

Abstract

Tuberculosis remains a serious public health issue in Indonesia. Low public awareness, delayed diagnosis, and poor treatment adherence have worsened the spread of the disease. This community service activity aimed to enhance public understanding of TB prevention through a digital educational video based on the ACTIV-5 strategy, and to evaluate its effectiveness in improving knowledge scores before and after the intervention. The program was conducted from June 30 to July 2, 2025, using a quasi-experimental pretest-posttest design. A total of 172 respondents were purposively selected from a population of 302 individuals. Education was delivered by screening short videos based on the ACTIV-5 strategy in the waiting area of the health center. Respondents’ knowledge was measured using a structured questionnaire administered before and after the intervention. During the educational period, a total of 320 patient visits were recorded. Data were analyzed using basic quantitative methods. Pretest results showed that most respondents lacked understanding of TB symptoms and transmission mechanisms. After the intervention, there was a significant increase in knowledge scores, particularly in recognizing early symptoms and the importance of completing treatment. The average score improved by more than 40% from the baseline. In conclusion, the ACTIV-5-based educational video proved to be effective and holds potential as a sustainable educational strategy in primary healthcare services. It is recommended that the program be replicated in other public health centers to expand its promotive and preventive impact on TB control.
Implementation of SITENSI Digital Application to Improve Hypertension Patient Compliance in Health Management: Penerapan Aplikasi Digital SITENSI untuk Meningkatkan Kepatuhan Pasien Hipertensi dalam Pengelolaan Kesehatan Dewi Ulfah Ardiani ardiani; Tikfi Andriani; Supiah Farida; Aluh Eka Novianty; Nurfika Asmaningrum; Anisah Ardiana; Baiq Trisna Satriana; Ida Ayu Manik Fitriani Utami
Journal of Community Empowerment for Multidisciplinary (JCEMTY) Vol. 3 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : KHD Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53713/jcemty.v3i2.415

Abstract

Hypertension is one of the most prevalent chronic diseases in the working area of Karang Taliwang Public Health Center, Mataram City. The main challenges in hypertension management include patients’ low adherence to control schedules and limited health literacy. This community service activity aims to improve patient adherence and understanding through the implementation of a digital application called “SITENSI” (Blood Pressure and Hypertension Education Information System). The activity was conducted from June to July 2025 through initial observation, dissemination, digital education, cadre training, and application trials in local health posts and the primary health center. A total of 20 hypertensive patients participated in the pre- and post-tests. The results indicated a significant increase in knowledge scores from 4.8 (pre-test) to 15.4 (post-test), showing a 10.6-point improvement. Additionally, cadres and health workers responded positively to the application’s user-friendliness and educational features. The implementation of SITENSI proves effective in supporting technology-based primary health care transformation and strengthening the role of nurses and community health workers in hypertension management.
Program DESA FAST: Pemberdayaan Kader Posyandu dan PKK sebagai Edukator Kesehatan Keluarga dalam Deteksi Dini Stroke Ida Zuhroidah; Mokh Sujarwadi; Mukhammad Toha; Nadia Rohmatul Laili; Dimas Hadi Prayoga; Fatimah Zahra; Nurfika Asmaningrum
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v5i2.931

Abstract

Stroke masih menjadi salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia. Keterlambatan mengenali tanda awal stroke menyebabkan banyak penderita tidak memperoleh penanganan pada masa emas sehingga meningkatkan risiko kecacatan maupun kematian. Keluarga merupakan pihak pertama yang menyaksikan munculnya gejala stroke, namun pengetahuan yang masih terbatas sering kali menyebabkan keterlambatan dalam mencari pertolongan medis. Kader Posyandu dan anggota PKK memiliki posisi strategis sebagai penggerak kesehatan masyarakat karena berinteraksi langsung dengan keluarga. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader Posyandu dan PKK sebagai health educator keluarga melalui Program DESA FAST. Kegiatan dilaksanakan di Desa Mojoparon dengan melibatkan 50 peserta yang terdiri atas kader Posyandu dan anggota PKK. Metode kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan, pretest, penyuluhan interaktif, demonstrasi, simulasi metode FAST (Face drooping, Arm weakness, Speech difficulty, Time to call emergency services), pendampingan praktik edukasi keluarga, serta evaluasi melalui posttest. Peserta juga dilatih menggunakan media edukasi sebagai sarana untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengenali gejala stroke, memberikan respons awal yang tepat, serta menyampaikan edukasi kepada keluarga dengan lebih percaya diri. Skor pengetahuan peserta meningkat dari 63,20 menjadi 89,40, atau meningkat sebesar 41,46%, dan hasil uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=0,001). Program DESA FAST menjadi salah satu strategi pemberdayaan masyarakat dalam memperkuat deteksi dini stroke melalui peningkatan kapasitas kader kesehatan sehingga diharapkan mampu mempercepat pengambilan keputusan keluarga untuk segera membawa pasien ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Program DESA FAST: Pemberdayaan Kader Posyandu dan PKK sebagai Edukator Kesehatan Keluarga dalam Deteksi Dini Stroke Ida Zuhroidah; Mokh Sujarwadi; Mukhammad Toha; Nadia Rohmatul Laili; Dimas Hadi Prayoga; Fatimah Zahra; Nurfika Asmaningrum
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v5i2.931

Abstract

Stroke masih menjadi salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia. Keterlambatan mengenali tanda awal stroke menyebabkan banyak penderita tidak memperoleh penanganan pada masa emas sehingga meningkatkan risiko kecacatan maupun kematian. Keluarga merupakan pihak pertama yang menyaksikan munculnya gejala stroke, namun pengetahuan yang masih terbatas sering kali menyebabkan keterlambatan dalam mencari pertolongan medis. Kader Posyandu dan anggota PKK memiliki posisi strategis sebagai penggerak kesehatan masyarakat karena berinteraksi langsung dengan keluarga. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader Posyandu dan PKK sebagai health educator keluarga melalui Program DESA FAST. Kegiatan dilaksanakan di Desa Mojoparon dengan melibatkan 50 peserta yang terdiri atas kader Posyandu dan anggota PKK. Metode kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan, pretest, penyuluhan interaktif, demonstrasi, simulasi metode FAST (Face drooping, Arm weakness, Speech difficulty, Time to call emergency services), pendampingan praktik edukasi keluarga, serta evaluasi melalui posttest. Peserta juga dilatih menggunakan media edukasi sebagai sarana untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengenali gejala stroke, memberikan respons awal yang tepat, serta menyampaikan edukasi kepada keluarga dengan lebih percaya diri. Skor pengetahuan peserta meningkat dari 63,20 menjadi 89,40, atau meningkat sebesar 41,46%, dan hasil uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=0,001). Program DESA FAST menjadi salah satu strategi pemberdayaan masyarakat dalam memperkuat deteksi dini stroke melalui peningkatan kapasitas kader kesehatan sehingga diharapkan mampu mempercepat pengambilan keputusan keluarga untuk segera membawa pasien ke fasilitas pelayanan kesehatan.