Stroke masih menjadi salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia. Keterlambatan mengenali tanda awal stroke menyebabkan banyak penderita tidak memperoleh penanganan pada masa emas sehingga meningkatkan risiko kecacatan maupun kematian. Keluarga merupakan pihak pertama yang menyaksikan munculnya gejala stroke, namun pengetahuan yang masih terbatas sering kali menyebabkan keterlambatan dalam mencari pertolongan medis. Kader Posyandu dan anggota PKK memiliki posisi strategis sebagai penggerak kesehatan masyarakat karena berinteraksi langsung dengan keluarga. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader Posyandu dan PKK sebagai health educator keluarga melalui Program DESA FAST. Kegiatan dilaksanakan di Desa Mojoparon dengan melibatkan 50 peserta yang terdiri atas kader Posyandu dan anggota PKK. Metode kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan, pretest, penyuluhan interaktif, demonstrasi, simulasi metode FAST (Face drooping, Arm weakness, Speech difficulty, Time to call emergency services), pendampingan praktik edukasi keluarga, serta evaluasi melalui posttest. Peserta juga dilatih menggunakan media edukasi sebagai sarana untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengenali gejala stroke, memberikan respons awal yang tepat, serta menyampaikan edukasi kepada keluarga dengan lebih percaya diri. Skor pengetahuan peserta meningkat dari 63,20 menjadi 89,40, atau meningkat sebesar 41,46%, dan hasil uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=0,001). Program DESA FAST menjadi salah satu strategi pemberdayaan masyarakat dalam memperkuat deteksi dini stroke melalui peningkatan kapasitas kader kesehatan sehingga diharapkan mampu mempercepat pengambilan keputusan keluarga untuk segera membawa pasien ke fasilitas pelayanan kesehatan.