Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberian Aromaterapi Lavender pada Pasien CKD yang Menjalani Hemodialisa dengan Fatigue Novita Sabila; Arsyifa Inneza Hermoko; Fara Nabila; Nuriyatul Fitriyah; Arina Maliya; Dyan Kurniasari
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 3 (2025): Journal of Language and Health: September 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i3.170

Abstract

Fatigue merupakan salah satu gejala yang sering terjadi dan paling memberatkan pada pasien penyakit ginjal kronis (CKD) yang menjalani hemodialisa, dengan dampak terhadap kualitas hidup, kesehatan mental, dan kepatuhan terapi. Terapi farmakologis tidak selalu optimal menangani fatigue, intervensi non-farmakologis mulai banyak diminati karena risiko efek samping farmakoterapi jangka panjang. Aromaterapi lavender menjadi pilihan terapi komplementer karena kandungan senyawa aktif seperti linalool dan linalyl acetate yang memiliki efek relaksasi melalui sistem saraf pusat, menurunkan kecemasan, memperbaiki kualitas tidur, dan menurunkan tingkat kelelahan. Tujuan literature review ini adalah untuk menganalisis efektivitas aromaterapi lavender pada penurunan fatigue pasien CKD yang menjalani hemodialisa. Metode yang digunakan adalah literature review dengan melakukan pencarian database tahun 2020-2025 sehingga didapatkan 180 artikel dari tiga database yang kemudian dianalisis menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) dan didapatkan sepuluh literature yang membahas dampak aromaterapi lavender pada pasien hemodialisa dengan fatigue. Hasil review menunjukkan konsistensi manfaat pemberian aromaterapi lavender, baik dengan cara inhalasi maupun massage, secara signifikan mampu menurunkan skor fatigue, menurunkan tingkat kecemasan, meningkatkan kualitas tidur, dan memperbaiki kualitas hidup pasien. Efek maksimal diperoleh melalui pemberian rutin minimal 2–3 kali seminggu selama dua minggu atau lebih, khususnya jika dikombinasikan dengan edukasi kesehatan dan dukungan keluarga. Satu kali intervensi tanpa edukasi terbukti kurang optimal. Faktor seperti usia lanjut, komorbiditas, dan kurangnya edukasi memperberat gejala fatigue. Kesimpulan literature review menegaskan bahwa aromaterapi lavender merupakan intervensi komplementer yang efektif, aman, dan layak diintegrasikan ke dalam praktik keperawatan berbasis bukti untuk menurunkan kelelahan pasien CKD yang menjalani hemodialisa.
Interaction of Sleep Disruption and Vital Sign Fluctuations: A Comprehensive Analysis of Blood Pressure, Pulse, and Respiratory Rate in Hemodialysis Patients Dyan Kurniasari; Fahrun Nur Rosyid; Dian Hudiyawati
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 6 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research: December 2026
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i6.2631

Abstract

Sleep disruption is highly prevalent among patients undergoing maintenance haemodialysis and has been associated with autonomic dysfunction and haemodynamic instability. However, previous studies have primarily examined individual haemodynamic parameters, providing limited understanding of the relationship between sleep quality and fluctuations in vital signs. To examine the association between sleep quality and fluctuations in blood pressure, pulse rate, and respiratory rate among patients undergoing maintenance haemodialysis. An analytical observational study with a cross-sectional design was conducted among 100 patients with end-stage kidney disease undergoing routine haemodialysis. Participants were selected using total sampling. Sleep quality was assessed using a structured questionnaire that had been tested for validity and reliability. The validity test demonstrated that all questionnaire items were valid, while the reliability test showed good internal consistency, with a Cronbach's alpha coefficient of ≥ 0.70. Haemodynamic parameters, including blood pressure, pulse rate, and respiratory rate, were measured using standard clinical equipment and classified as normal or abnormal according to established clinical criteria. Data were analysed using descriptive statistics and the Chi-square test, with statistical significance set at p < 0.05. Poor sleep quality was identified in 58.0% of participants. Significant associations were observed between sleep quality and all assessed haemodynamic parameters. Participants with good sleep quality were more likely to have normal blood pressure (76.2% vs. 39.7%; p < 0.001), normal pulse rate (81.0% vs. 50.0%; p = 0.002), and normal respiratory rate (83.3% vs. 56.9%; p = 0.006) compared with those reporting poor sleep quality. Sleep quality was significantly associated with blood pressure, pulse rate, and respiratory rate among patients undergoing maintenance haemodialysis. Participants with poor sleep quality had a higher proportion of abnormal haemodynamic parameters.