Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Karakterisasi Zeolit Alam Asal Pantai Manikin, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur Faustina De Yesu Prisila Abi; Dionisia Hariani Nada; Anggelinus Nadut; Gertreda Latumakulita; Maximus M. Taek
Lambda: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA dan Aplikasinya Vol. 5 No. 2 (2025): Lambda
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/lambda.v5i2.1339

Abstract

Natural zeolite from Manikin (ZAM), Kupang Regency, has been successfully characterized by XRF, FTIR-ATR, powder-XRD and SEM. XRF results show that the three most abudant elements in ZAM are Si (68.1%); Fe (11.9%) and K (9.76%). Meanwhile, there is absorption at wave number 100.45 cm-1 which indicates the presence of asymmetric O-Si-O and O-Al-O. Based on the XRD diffraction pattern of the powder analyzed by the rietvield method, it shows that ZAM consists of SiO2 and mordenite-type zeolite minerals complexed with Na and Ca metals. As for morphology of ZAM, it consists of various shapes and one of them is sharp like a needle.
Pembuatan pestisida organik untuk pembasmian hama pada tanaman padi dan sayuran di Desa Rinbesihat Dafrosa Ecin; Dionisia Hariani Nada; Faustina De Yesu Prisila Abi; Rosina Krisnasari Ndoa; Andrea Vienelde Elsa Manek; Yoaklina Canterburi Dewa
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 9, No 3 (2026): Agustus
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v9i3.3468

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melalui skema Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) di Desa Rinbesihat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan teknis dan keterampilan praktis petani dalam mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan pestisida kimia yang berlebihan. Sebagai solusinya, program ini memperkenalkan inovasi pembuatan produk pestisida organik yang ramah lingkungan. Metode pelaksanaan yang diterapkan meliputi beberapa tahapan sistematis, mulai dari persiapan awal, sosialisasi program, pelatihan intensif, pengaplikasian langsung di lahan, hingga evaluasi bersama masyarakat desa. Tahapan pembuatan pestisida organik ini dilakukan secara sederhana dengan memanfaatkan potensi bahan alami lokal yang melimpah dan mudah diperoleh, yaitu jahe (Zingiber officinale) dan lengkuas (Alpinia galanga). Proses pembuatan kemudian dilanjutkan dengan metode fermentasi alami guna meningkatkan efektivitas kandungan senyawa aktif dalam membasmi serangan hama tanaman. Sebanyak 10 petani terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan ini. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kelompok tani tersebut kini mampu memahami serta mempraktikkan teknik pembuatan pestisida organik secara mandiri. Mereka juga mulai menyadari manfaat ekonomis dan ekologis produk ini dibandingkan pestisida kimia komersial. Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa peningkatan keterampilan praktis petani, kemandirian dalam pengelolaan lahan, serta mendukung penuh tercapainya upaya pertanian berkelanjutan di desa.
Pelatihan Warga Desa Waijarang Mengolah Lahan Tidur Tepi Pantai sebagai Demplot Agrosalt Berkelanjutan Gerardus Diri Tukan; Yustina Ina Kewa Manuk; Dionisia Hariani Nada; Amandha Victoria Dwiputri Tukan; Monika Woli Wokal; Maximus M. Taek; Anggelinus Nadut; Richardus Daton; Anggraeny Paridy; Stanis Man
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.9163

Abstract

Desa Waijarang, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, memiliki lahan tidur di kawasan pesisir yang belum dimanfaatkan secara optimal sehingga belum memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kapasitas masyarakat dalam mengoptimalkan lahan tidur melalui pengembangan demplot agrosalt, yaitu sistem pemanfaatan lahan yang mengintegrasikan budidaya tanaman palawija pada musim hujan dan produksi garam berbasis geomembran pada musim kemarau. Metode yang digunakan meliputi pendidikan masyarakat melalui sosialisasi konsep agrosalt serta praktik partisipatif berupa kerja bakti pembersihan, penataan, dan persiapan lahan demplot. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya demplot agrosalt awal seluas 1.920 m² yang ditanami jagung pulut, kacang tanah, dan kacang hijau. Selain menghasilkan demplot percontohan, kegiatan ini meningkatkan pemahaman, penerimaan, dan komitmen masyarakat serta pemerintah desa terhadap penerapan model agrosalt sebagai alternatif pemanfaatan lahan pesisir. Pendekatan partisipatif terbukti mampu mendorong keterlibatan aktif masyarakat dan menumbuhkan semangat gotong royong dalam mengelola lahan tidur. Dengan demikian, demplot agrosalt berpotensi menjadi model pemberdayaan lahan pesisir yang adaptif terhadap musim, berbasis potensi lokal, dan berkelanjutan.