Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Workload Analysis Using The FT (Full Time Equivalent) Method To Determine The Effective Employee Requirements At Pt. Bank Rakyat Indonesia Nabil Habieby
Techne: Journal of Engineering, Technology and Industrial Applications Vol. 2 No. 2 (2026): Techne: Journal of Engineering, Technology and Industrial Applications
Publisher : Kalam Practica Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human resources (HR) are a strategic factor that determines the success of an organization in achieving its goals and maintaining performance sustainability, especially in service sectors such as banking. This study aims to analyze employee workload using the Full Time Equivalent (FTE) method to determine the ideal number of employees at PT Bank Rakyat Indonesia. This research uses a descriptive quantitative approach through observation, interviews, and documentation. Workload analysis is conducted by calculating effective working time and work activities in each employee position. The results show that several employee positions experience excessive workload conditions (overload) with FTE values >1.28. Meanwhile, some other employee positions are categorized as normal. This study recommends adding staff to positions with excessive workload to improve work effectiveness and service quality. The implementation of the FTE method has been proven effective in supporting workforce planning decisions objectively and systematically in corporate institutions.
Implementasi UU JPH terhadap Penguatan Daya Saing Industri Kerupuk Singkong melalui Program Pendampingan Sertifikasi Halal Bayu Wahyudi; Merisha Hastarina; Idealistuti; Syafaat Auladi; Nabil Habieby
Jurnal Atma Inovasia Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v6i4.14088

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor pangan olahan memiliki peran penting dalam perekonomian nasional, namun masih menghadapi tantangan dalam penerapan sertifikasi halal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat daya saing industri kerupuk singkong melalui program pendampingan legalitas usaha dan sertifikasi halal. Metode pelaksanaan meliputi observasi, sosialisasi regulasi halal, serta pendampingan teknis pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem OSS dan pengajuan sertifikasi halal melalui platform SiHalal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mitra terhadap regulasi halal serta keberhasilan penerbitan NIB dan Sertifikat Halal. Capaian ini menegaskan bahwa pendampingan yang terstruktur mampu membantu UMKM memenuhi kewajiban regulasi sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen dan daya saing produk. Dengan demikian, program pendampingan sertifikasi halal menjadi strategi yang efektif dalam mendukung penguatan dan keberlanjutan UMKM pangan.
Penguatan Produktivitas Usaha Kerupuk Ubi Kayu melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna Bayu Wahyudi; Merisha Hastarina; Idealistuti Idealistuti; Syafaat Auladi; Nabil Habieby
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan aplikasi Teknologi Vol. 05 No. 01: March 2026
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.adipati.2026.v5i1.8278

Abstract

Ubi kayu merupakan salah satu komoditas pertanian penting di Indonesia yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku industri pangan, termasuk kerupuk. Namun, proses produksi kerupuk ubi kayu yang dijalankan oleh mitra masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan alat parut, proses pemerasan manual yang kurang efisien, serta belum adanya sistem pengelolaan limbah cair. Permasalahan ini berdampak pada produktivitas dan potensi pencemaran lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan produktivitas mitra melalui penerapan teknologi tepat guna berupa mesin parut dan alat press hidrolik yang dapat menampung limbah cair, serta memberikan pelatihan pengolahan limbah cair menjadi nata de cassava. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan penggunaan alat, demonstrasi, pendampingan, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan mesin parut dan alat press mampu menghemat waktu, tenaga, dan biaya produksi, serta meningkatkan kapasitas produksi kerupuk dari ±65 kg menjadi 75-80 kg per siklus produksi. Selain itu, mitra memperoleh pengetahuan tentang pemanfaatan limbah cair menjadi produk bernilai tambah. Dengan demikian, penerapan teknologi tepat guna dalam program ini mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta mendorong mitra untuk menjadi industri berkelanjutan.