Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendidikan di Era Revolusi Digital (Civil society 5.0 Era) Persfektif Yuval Noah Harari Dominikus Zinyo Darling; Angelus Pasli Armansi; Fransiskus Alvio Marsoyo; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 3 No. 7 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v3i6.2031

Abstract

Saat memasuki era revolusi industri 4.0 yang sarat dengan perkembangan teknologi dan masifnya penggunaan internet, kini dunia hadir dengan revolusi baru yakni  civil society 5.0, suatu revolusi yang menekankan konsep kolaborasi antara manusia dan teknologi untuk menciptakan nilai-nilai baru yang berkelanjutan. Kekhasan utama revolusi ini adalah kemajuan dunia digital, sehingga era masyarakat sipil 5.0 sering disebut sebagai revolusi digital. Sebagai wadah yang mempunyai tugas untuk melahirkan manusia yang tanggap zaman, dunia pendidikan juga menerima dampak yang kuat dari konsep civil society 5.0 . Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan keberadaan keberadaan dunia pendidikan di era civil society 5.0 . Hal ini mencakup bagaimana dunia pendidikan menanggapi revolusi revolusi digital, dan apa yang perlu dibuat oleh dunia pendidikan untuk melahirkan manusia yang berguna di era ini. Adapun yang menjadi titik tolak pikiran dari tulisan ini adalah dengan menganalisis pemikiran seorang sejarahwan dan filsuf modern, Yuval Noah Harari. Harari terkenal dengan analisis sejarahnya yang tidak hanya mencakup masa lalu, tetapi juga masa sekarang dan masa depan. Analisis sejarah masa depan Harari menjadi pedoman dalam membentuk pendidikan di era masyarakat sipil 5.0 .  
Analisis Faktor Geopolitik di Balik Ambisi Maritim Indonesia Dalam Lingkup Regional dan Global Risa Amalia Kurniawati; Nurul Khotimah; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 3 No. 7 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v3i6.2058

Abstract

This article analyzes the geopolitical factors driving Indonesia's maritime ambitions in the context of great power competition in the Indo-Pacific region. With its strategic position as an archipelagic state, Indonesia is important in maintaining regional stability, capitalizing on its blue economy potential, and managing challenges such as territorial disputes and maritime security threats. Using a descriptive qualitative approach, this research explores Indonesia's maritime policy by analyzing official documents, geopolitical theory, and regional and global dynamics. The results show that Indonesia's maritime strategy relies on regional diplomacy, infrastructure improvement, naval modernization, and sustainable environmental management. However, cross-sector coordination, external challenges, and environmental sustainability issues are the main obstacles. This article offers policy recommendations to support Indonesia's vision as a world maritime axis, including strengthening diplomacy, infrastructure investment, defense modernization, and integrated environmental policies.
Peran Strategis Indonesia di Samudra Hindia dalam Dinamika Geopolitik Regional Khumar Shubham; Risa Amalia Kurniawati; Sri Ratna Sari; Rizky Arfiyanto; Bambang Syaeful Hadi; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 3 No. 7 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v3i6.2059

Abstract

The Indian Ocean plays a strategic role in regional geopolitics, particularly as a global trade route and a rich source of natural resources. Indonesia, with its strategic geographical position, plays a vital role in maintaining regional stability. This article examines Indonesia's role in maritime security, regional cooperation through forums such as the Indian Ocean Rim Association (IORA), and the challenges faced, including transnational threats such as piracy, human trafficking, and environmental degradation. Through maritime diplomacy and strengthening national capacity, Indonesia seeks to enhance its influence as a maritime nation. This study employs a descriptive qualitative method by analyzing policy literature related to geopolitics and maritime security. The findings highlight the importance of regional collaboration in addressing challenges in the Indian Ocean and Indonesia's strategic position in the region's geopolitical dynamics.