Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Terapi Relaksasi Benson untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Hipertensi dalam Asuhan Keperawatan Keluarga di Desa Cihanjuang Rahayu: Studi Kasus M. Iqbal Sutisna; Elsa Sandari Ayudia Nirwanti; Syfa Rahma Nur Alifiyah; Mochamad Gibran Adrian Kusumah; Amelia; Sri Winangsih
Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Akbid Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/abdimaship.vol7.iss1.501

Abstract

Hypertension is a condition where blood pressure remains above normal for a long period, influenced by age, psychological stress, genetic factors, unhealthy lifestyle, and sleep disorders. Uncontrolled Hypertension can lead to complications, one of which is stroke. Non-adherence to pharmacological therapy becomes an obstacle to blood pressure control, thus non-pharmacological alternatives are needed. Benson Relaxation therapy is a deep breathing relaxation technique combined with belief and has the potential to lower blood pressure. This Family Nursing Care aims to determine the effectiveness of Benson Relaxation therapy in reducing blood pressure in hypertensive patients. The method used is a case study with an evidence-based nursing practice approach. The therapy is administered once a day for three days with a duration of 15–20 minutes. The results show a decrease in blood pressure in clients with Hypertension after the implementation of Benson relaxation therapy. Benson Relaxation therapy is recommended to be applied in family nursing care and developed in community settings to broaden the scope of Interventions and support Hypertension control in the community.
Studi Kasus: Pengaruh Terapi Rendam Kaki Air Jahe Hangat terhadap Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi: Case Study: The Effect of Warm Ginger Foot Bath Therapy on Blood Pressure in Hypertensive Patients M. Iqbal Sutisna; Ririn Kurniati; Irmida Juneja; Lutfia Zahra; Rahma Aulia; Yusuf Tajiri
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 2 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.286

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah kondisi tekanan darah sistolik yang menunjukkan hasil lebih dari 140/90 mmHg. Hipertensi terjadi akibat peningkatan tekanan darah yang menetap di pembuluh arteri. Jahe merah yang mengandung senyawa gingerol yang mempunyai efek memperlebar pembuluh darah (vasodilatasi), merangsang saraf dibagian tubuh yang terolesi kaki untuk mengaktifkan syaraf parasimpatis, sehingga diharapkan dapat melancarkan peredaran darah dan perubahan pada tekanan darah. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan terapi rendam kaki air hangat jahe hangat pada pasien hipertensi pre dan post intervensi. Metode: Penelitian dilakukan secara diskriptif studi kasus pada 1(satu) pasien yang mengalami hipertensi, melakukan terapi rendam kaki air hangat jahe selama 3 hari berturut-turut. Jahe merah 50gram digeprek, kemudian direbus dengan suhu air 39°C, merendam kaki sampai batas mata kaki selama 15 menit. Hasil: Terjadi penurunan tekanan darah dari 152/94 mmHg menjadi 130/80 mmHg. Kesimpulan: Terapi rendam kaki dengan air jahe hangat dapat menurunkan tekanan darah sistolik pasien hipertensi, mengurangi edema kaki, menimbulkan respon sitemik yang terjadi melalui vasodilitasi pelebaran pembuluh darah.
Aplikasi Asuhan Keperawatan pada Pasien Hipertensi dengan Penerapan Teknik Relaksasi Napas Dalam di Desa Cihanjuang Rahayu Bandung Barat : Nursing Care Application for Hypertensive Patients with the Application of Deep Breathing Relaxation Techniques in Cihanjuang Rahayu Village, West Bandung Tentry Fuji Purwanti; M. Iqbal Sutisna; Pepi Lasnawati; Aa Ridwan Ajis M; Nazwa Kamila Hasan; Riki Risdianto; Shakira Najwa Zahra; Siti Nurfauziah
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 2 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.289

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi dikenal sebagai penyakit silent killer karena sering tanpa gejala spesifik. Intervensi nonfarmakologis seperti teknik relaksasi napas dalam dapat diterapkan sebagai pengendalian tekanan darah di tingkat komunitas. Penelitian ini bertujuan meningkatkan  pengetahuan dan kemampuan melakukan latihan relaksasi napas dalam pada pasien hipertensi.Metode menggunakan studi kasus deskriptif kualitatif pada Tn. B (58 tahun) di Desa Cihanjuang Rahayu, Bandung Barat, selama 3 hari (20-23 Desember 2025), mencakup pengkajian, diagnosis, implementasi (edukasi, demonstrasi, latihan 10-15 menit/hari), dan evaluasi melalui observasi, wawancara, serta pengukuran tekanan darah. Hasil menunjukkan penurunan tekanan darah dari 170/100 mmHg menjadi 150/80 mmHg, disertai pengurangan keluhan subjektif (sakit kepala, tengkuk berat, kelelahan), peningkatan pengetahuan, dan kemandirian pasien dalam teknik relaksasi. Kesimpulan, intervensi teknik relaksasi napas berperan menurunkan tekanan darah dan meningkatkan pengelolaan hipertensi nonfarmakologis pada pasien di komunitas
Studi Kasus: Pengaruh Terapi Manuver Brandt-Daroff terhadap Pencegahan Kekambuhan Vertigo: Case Study: The Effect of Brandt-Daroff Maneuver Therapy on the Prevention of Vertigo Recurrence Tentry Fuji Purwanti; M. Iqbal Sutisna; Muhammad Ghibran Al-fathir; Risma Wati Nurmaulida; Nabila Septiani Putri; Neng Dila Nur Sifadilah; Renaldi Kurnia Pratama; Riana Aprilia
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 2 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.304

Abstract

Latar Belakang: Vertigo didefinisikan sebagai suatu gejala berupa sensasi seolah-olah diri sendiri atau lingkungan sekitar bergerak atau berputar, yang umumnya disertai mual dan gangguan keseimbangan tubuh. Berdasarkan klasifikasinya, kasus vertigo perifer lebih banyak ditemukan, dengan persentase sekitar 75%, dibandingkan vertigo sentral. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus berupa pemberian asuhan keperawatan dengan terapi Brandt-Daroff terhadap nyeri akut (pusing berputar) pada pasien vertigo. Tn.H berusia 73 tahun dengan keluhan utama pusing berputar saat perubahan posisi kepala rasa tidak seimbang. Intervensi utama yang diberikan adalah terapi Brandt-Daroff sebagai bagian dari manajeman nyeri, pencegahan cedera, peningkatan toleransi aktivitas, dan dukungan tidur. Hasil: Evaluasi menunjukkan adanya penurunan intesitas nyeri akut (pusing berputar), peningkatan kemampuan aktivitas secara bertahap, berkurangnya risiko jatuh, serta perbaikan pola tidur pasien. Kesimpulan: Penerapan terapi Brandt-Daroff secara teratur dan mandiri dapat membantu adaptasi sistem vesribular serta berperan dalam mengurangi gejala vertigo pasien.