Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pendidikan Kesehatan Combustio Dalam Meningkatkan Pengetahuan Remaja di SMK PU Negeri Bandung Muhammad Deri Ramadhan; Tentry Fuji Purwanti; Tsulits Alaziza Adiguna Fikhra; Elisa Sophia Nur Rohmani; Indri Setiawati; Linda Mayliana; Bella Noviyanti Ruhiyat; Elvira Malia Chandra; Wulandina Wulandina; Mega Nazwah Fadila; Vindi Intan Nurani; Arjun Hibbanuloh
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/7my57306

Abstract

Combustio atau luka bakar adalah kerusakan atau kehilangan jaringan yang terjadi akibat paparan langsung terhadap sumber panas seperti api, cairan atau lemak panas, uap panas, radiasi, listrik atau bahan kimia. Di indonesia sendiri angka kejadian luka bakar tergolong tinggi, dimana lebih dari 250 jiwa per tahun meninggal akibat luka bakar. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan penanganan luka bakar melalui pendidikan kesehatan di SMK Pekerjaan Umum Negeri Bandung dengan melibatkan 29 siswa/i. Metode yang diterapkan bersifat edukatif, meliputi pre-test, pemaparan materi menggunakan media PowerPoint dan leaflet, diskusi interaktif, serta post-test sebagai evaluasi. Hasil evaluasi menunjukan peningkatan signifikan, di mana pada pre-test (41,4% baik, 48,3% cukup, 10,3% kurang) menjadi (96,6% baik). Hal ini membuktikan efektivitas metode edukatif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang luka bakar dan penanganan awalnya. Pengabdian ini menegaskan pentingnya eduksi kesehatan di sekolah sebagai upaya preventif dan promotif, sehingga siswa dapat mencegah risiko serta menangani luka bakar secara tepat, berkontribusi pada keselamatan masyarakat.   
Aplikasi Asuhan Keperawatan pada Pasien Hipertensi dengan Penerapan Teknik Relaksasi Napas Dalam di Desa Cihanjuang Rahayu Bandung Barat : Nursing Care Application for Hypertensive Patients with the Application of Deep Breathing Relaxation Techniques in Cihanjuang Rahayu Village, West Bandung Tentry Fuji Purwanti; M. Iqbal Sutisna; Pepi Lasnawati; Aa Ridwan Ajis M; Nazwa Kamila Hasan; Riki Risdianto; Shakira Najwa Zahra; Siti Nurfauziah
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 2 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.289

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi dikenal sebagai penyakit silent killer karena sering tanpa gejala spesifik. Intervensi nonfarmakologis seperti teknik relaksasi napas dalam dapat diterapkan sebagai pengendalian tekanan darah di tingkat komunitas. Penelitian ini bertujuan meningkatkan  pengetahuan dan kemampuan melakukan latihan relaksasi napas dalam pada pasien hipertensi.Metode menggunakan studi kasus deskriptif kualitatif pada Tn. B (58 tahun) di Desa Cihanjuang Rahayu, Bandung Barat, selama 3 hari (20-23 Desember 2025), mencakup pengkajian, diagnosis, implementasi (edukasi, demonstrasi, latihan 10-15 menit/hari), dan evaluasi melalui observasi, wawancara, serta pengukuran tekanan darah. Hasil menunjukkan penurunan tekanan darah dari 170/100 mmHg menjadi 150/80 mmHg, disertai pengurangan keluhan subjektif (sakit kepala, tengkuk berat, kelelahan), peningkatan pengetahuan, dan kemandirian pasien dalam teknik relaksasi. Kesimpulan, intervensi teknik relaksasi napas berperan menurunkan tekanan darah dan meningkatkan pengelolaan hipertensi nonfarmakologis pada pasien di komunitas
Studi Kasus: Pengaruh Terapi Manuver Brandt-Daroff terhadap Pencegahan Kekambuhan Vertigo: Case Study: The Effect of Brandt-Daroff Maneuver Therapy on the Prevention of Vertigo Recurrence Tentry Fuji Purwanti; M. Iqbal Sutisna; Muhammad Ghibran Al-fathir; Risma Wati Nurmaulida; Nabila Septiani Putri; Neng Dila Nur Sifadilah; Renaldi Kurnia Pratama; Riana Aprilia
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 2 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.304

Abstract

Latar Belakang: Vertigo didefinisikan sebagai suatu gejala berupa sensasi seolah-olah diri sendiri atau lingkungan sekitar bergerak atau berputar, yang umumnya disertai mual dan gangguan keseimbangan tubuh. Berdasarkan klasifikasinya, kasus vertigo perifer lebih banyak ditemukan, dengan persentase sekitar 75%, dibandingkan vertigo sentral. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus berupa pemberian asuhan keperawatan dengan terapi Brandt-Daroff terhadap nyeri akut (pusing berputar) pada pasien vertigo. Tn.H berusia 73 tahun dengan keluhan utama pusing berputar saat perubahan posisi kepala rasa tidak seimbang. Intervensi utama yang diberikan adalah terapi Brandt-Daroff sebagai bagian dari manajeman nyeri, pencegahan cedera, peningkatan toleransi aktivitas, dan dukungan tidur. Hasil: Evaluasi menunjukkan adanya penurunan intesitas nyeri akut (pusing berputar), peningkatan kemampuan aktivitas secara bertahap, berkurangnya risiko jatuh, serta perbaikan pola tidur pasien. Kesimpulan: Penerapan terapi Brandt-Daroff secara teratur dan mandiri dapat membantu adaptasi sistem vesribular serta berperan dalam mengurangi gejala vertigo pasien.
Sosialisasi Pencegahan Anemia dan Pentingnya Nutrisi Pada Remaja Putri SMK 45 Lembang Mokh.Sandi Haryanto; Tentry Fuji Purwanti; Lisbet Octovia Manalu; Abdurrasyid Zakhir Syiham Yogaswara; Nahla Fauziah Sukmana; Nadia Fatma; Indri Dwi Fitriani; Gina Revana; Elsa Lestari; Kartini Kartini; Titin Hanipah; Ayu Niasy; Sefya Fica Wulandari
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/zk2neh06

Abstract

Anemia merupakan kondisi tubuh yang ditandai dengan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah berada di bawah nilai normal. Hemoglobin berperan penting dalam mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh. Apabila kadar hemoglobin menurun, suplai oksigen ke jaringan tubuh menjadi tidak optimal sehingga dapat menyebabkan gangguan fungsi tubuh, seperti berkurangnya produktivitas, mudah lelah, serta menurunnya daya tahan tubuh. Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami anemia akibat masa pertumbuhan yang cepat, perubahan pola makan, serta kurangnya asupan zat besi. Kurangnya pengetahuan mengenai anemia menyebabkan remaja sering tidak menyadari tanda dan gejala anemia serta cara pencegahannya, sehingga edukasi kesehatan menjadi sangat penting. Kegiatan pendidikan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswi mengenai anemia serta upaya pencegahannya melalui edukasi yang bersifat interaktif. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi menggunakan media PowerPoint, pembagian leaflet edukatif, pelaksanaan pre-test, games interaktif, diskusi, serta post-test untuk menilai tingkat pemahaman siswi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswi, yang terlihat dari kemampuan mereka dalam menjawab pertanyaan pada sesi post-test dan quiz. Antusiasme siswi dalam sesi tanya jawab serta partisipasi aktif dalam games menunjukkan bahwa metode edukatif efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai pentingnya pencegahan anemia. Dari hasil kegiatan pendidikan kesehatan ini dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan mampu meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswi mengenai anemia, faktor risiko yang memengaruhinya, serta pentingnya menjaga pola makan bergizi seimbang untuk mencegah terjadinya anemia pada remaja.
Pendidikan Kesehatan Dalam Meningkatkan Pengetahuan Siswa SMAN 1 Parongpong Tentang Penguatan Harga Diri Lisbet Octovia Manalu; Tentry Fuji Purwanti; Dita Apriliyanti; Nabila Agustin; Cici Lestari; Bakhi Fadlah; Rifan Abiyansyah; Reiva Nur Ramadani; Aiska Haniyya Muhtar; Nazma Septia Wanty; Reggy Ramadhani; Repa Wulandari
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/v05h4j54

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi yang penuh tantangan, di mana harga diri berperan penting dalam membentuk perilaku sehat, pencapaian akademik, dan hubungan sosial yang positif. Rendahnya harga diri dapat meningkatkan risiko perilaku berisiko, stres, serta kesulitan dalam pengambilan keputusan. Untuk memperkuat harga diri siswa, pendidikan kesehatan di SMAN 1 Parongpong dilaksanakan dengan pendekatan interaktif, reflektif, dan partisipatif. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif mengenai konsep harga diri, diskusi kelompok tentang pengalaman pribadi dan strategi menghadapi tekanan sosial, serta latihan komunikasi asertif. Media edukasi berupa presentasi visual, leaflet motivasi, dan lembar kerja reflektif mendukung internalisasi nilai positif. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test persepsi harga diri, observasi keterlibatan siswa, serta penilaian kemampuan mengekspresikan pendapat secara sehat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman konsep harga diri, perubahan sikap menuju penerimaan diri yang lebih positif, serta kesiapan siswa menerapkan perilaku asertif. Program ini menegaskan efektivitas pendidikan kesehatan berbasis sekolah dalam memperkuat harga diri remaja dan pentingnya pengembangan berkelanjutan.
Penerapan Senam Hipertensi sebagai Intervensi Non-Farmakologis Berbasis Body Movement Therapy untuk Pengendalian Tekanan Darah di Komunitas Tentry Fuji Purwanti; M. Iqbal Sutisna; Nazwa Putria Azzahra; Diana Angelia; Muhamad Diova Wira Pratama; Esti Perawati; Lira Destria Wahyuni
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/bsb87086

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular kronis yang ditandai oleh peningkatan tekanan darah ≥140/90 mmHg dan menjadi salah satu penyebab utama kematian dini di dunia menurut WHO. Secara global, jumlah penderita mencapai sekitar 1,4 miliar pada tahun 2024 dan sebagian besar berasal dari negara berpendapatan rendah hingga menengah. Di Indonesia, hipertensi masih menjadi faktor risiko dominan penyebab kematian, sementara banyak kasus belum terdeteksi. Pengendalian hipertensi tidak hanya mengandalkan obat, tetapi juga membutuhkan pendekatan non-farmakologis berkelanjutan seperti body movement therapy. Studi kasus ini bertujuan menjelaskan penerapan senam hipertensi sebagai bentuk terapi gerak dalam membantu menurunkan tekanan darah dan memperbaiki perfusi perifer di komunitas. Metode penelitian menggunakan pendekatan asuhan keperawatan komunitas terhadap empat lansia perempuan dengan hipertensi disertai keluhan pusing, kesemutan, dan akral dingin. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut melalui edukasi kesehatan, pemantauan hemodinamik, perawatan sirkulasi, serta senam hipertensi selama 20-30 menit per hari. Hasil menunjukkan adanya penurunan tekanan darah secara bertahap, akral terasa hangat, capillary refill <3 detik, serta berkurangnya gejala. Senam hipertensi terbukti efektif untuk menurunkan tekanan darah, memperbaiki sirkulasi, dan meningkatkan pemahaman pasien mengenai pengelolaan hipertensi di tingkat komunitas.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Terapi Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Pengendalian Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi: Penelitian Tentry Fuji Purwanti; M Iqbal Sutisna; Nur Faida Rahmi; Risha Tri Ananda; Farissa Dwi Agustin; Hana Isniasa
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5470

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi peningkatan tekanan darah dengan nilai sistolik ≥130 mmHg atau diastolik ≥80 mmHg yang hingga kini masih menjadi masalah kesehatan dengan prevalensinya terus meningkat. Masyarakat di desa Cihanjuang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat dengan riwayat hipertensi masih memiliki pemahaman yang terbatas mengenai terapi relaksasi nafas sebagai terapi nonfarmakologi untuk membantu mengendalikan tekanan darah. Edukasi kesehatan yang diterima masyarakat belum sepenuh nya optimal, sehingga teknik relaksasi napas dalam belum banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan penyuluhan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat dengan hipertensi mengenai relaksasi nafas dalam sebagai salah satu strategi pengelolaan hipertensi. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, serta demonstrasi relaksasi napas dalam, yang melibatkan 20 peserta dengan riwayat hipertensi. Peserta diberikan penjelasan mengenai konsep relaksasi nafas dalam dan didampingin untuk mempraktikkan teknik secara langsung. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab , serta pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah edukasi dan penurunan tekanan darah. Dengan demikian, penyuluhan yang disertai demonstrasi relakasi napas dalam memberikan kontribusi positif dalam pengendalian hipertensi nonfarmaklogi.
Passive Range of Motion Intervention to Improve Physical Mobility in a Hemorrhagic Stroke Patient After External Ventricular Drainage: A Case Study Siti Komariah; Tentry Fuji Purwanti; Budi Rustandi; Lisbet Octovia Manalu
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 12 No. 2 (2026): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v12i2.1005

Abstract

Background: Hemorrhagic stroke is a life-threatening neurological disorder that often leads to significant motor impairment due to intracranial bleeding, elevated intracranial pressure, and disrupted neuromuscular function. Patients in intensive care settings are highly susceptible to complications related to prolonged immobility, including joint stiffness, muscle weakness, atrophy, contractures, impaired circulation, and pressure injuries. Passive Range of Motion (ROM) exercises are commonly applied as a nursing intervention for patients who are unable to perform voluntary movement, aiming to preserve joint mobility and prevent musculoskeletal deterioration. Objective: This case study aimed to describe the implementation of nursing care in a hemorrhagic stroke patient with impaired physical mobility following External Ventricular Drainage (EVD), with a focus on the application and evaluation of passive ROM exercises in the General Intensive Care Unit (GICU). Methods: A descriptive case study design was employed involving a female patient with hemorrhagic stroke who underwent EVD placement. Data were collected through comprehensive nursing assessment, direct observation, interviews, and medical record review. Passive ROM exercises were administered twice daily for 10–15 minutes using controlled movements of the upper and lower extremities. Neurological status, hemodynamic stability, and EVD function were continuously monitored. Results: Over a five-day period, gradual improvement was observed. Muscle strength increased by one grade, joint mobility improved by approximately 10 degrees, and the Glasgow Coma Scale reached 12. No complications related to the intervention or EVD were identified. Conclusion: Passive ROM may be safely incorporated into nursing care for hemorrhagic stroke patients with EVD and may help maintain joint function and reduce immobility-related complications, although outcomes are influenced by multiple clinical factors.
Edukasi Senam Aerobik Ringan terhadap Tekanan Darah dan Kualitas Hidup Lansia dengan Hipertensi Tentry Fuji Purwanti; Muhammad Iqbal Sutisna; Maisya Rizki Maulinda; Ananda Sakinah; Cindy Oktopiyani; Salwa Nur Salsabila; Sandi Sandi
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i1.3917

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama pada lansia yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular jika tidak dikelola dengan baik. sering disebabkan oleh gaya hidup kurang aktif dan kurangnya pengetahuan tentang intervensi non-farmakologis.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas edukasi pemberian senam aerobik ringan dalam meningkatkan pengetahuan dan praktik lansia hipertensi serta mengurangi tingkat tekanan darah mereka. Metode yang digunakan adalah pengabdian masyarakat dengan pendekatan quasi-eksperimental, melibatkan lansia hipertensi di wilayah perkotaan. Intervensi dilakukan melalui sesi edukasi senam aerobik ringan selama 3 Hari, diikuti pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan alat pengukur tekanan darah, kemudian dianalisis secara deskriptif dan statistik sederhana. Temuan menunjukkan bahwa edukasi senam aerobik ringan meningkatkan pengetahuan lansia tentang hipertensi , Tekanan darah sistolik turun dari 160 mmHg menjadi 135 mmHg, dan diastolik dari 100 mmHg menjadi 80 mmHg. edukasi pemberian senam aerobik ringan efektif sebagai intervensi non-farmakologis untuk pengendalian hipertensi pada lansia, sehingga dapat direkomendasikan sebagai program rutin di komunitas.